ABC

Di Usia 100 Tahun, Kapten Tom Kumpulkan Miliaran Rupiah Untuk Tenaga Kesehatan

Di tengah berita mengenai ratusan ribu orang yang meninggal karena corona di Inggris, cerita mengenai perayaan ulang tahun ke-100 Kapten Tom Moore menjadi salah satu berita yang memberikan semangat dan harapan.

Kapten Tom Moore Rayakan 100 Tahun

  • Banyak yang menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk Kapten Tom Moore
  • Royal Air Force terbang di atas rumah kakek berusia 100 tahun tersebut
  • Inggris mengatakan masa puncak pandemi COVID-19 sudah lewat

Beberapa minggu lalu, Kapten Tom mengatakan jika ia akan mengumpulkan dana dengan target 1.000 pondsterling untuk disumbangkan ke NHS, lembaga yang menangani kesehatan di Inggris.

Cara ia menggalang dana adalah dengan akan berjalan setiap hari di taman depan rumah lansia sebanyak 100 kali, sebagai bentuk merayakan ulang tahunnya yang ke-100, tanggal 30 April.

Secara tidak terduga sumbangan kemudian mengalir tidak hanya dari Inggris, tapi dari seluruh penjuru dunia, yang sejauh ini sudah terkumpul lebih dari 30 juta pondsterling, atau lebih dari Rp 580 miliar.

Ucapan selamat berdatangan dari seluruh dunia ketika veteran Perang Dunia ke-2 tersebut mencapai usia 100 tahun.

Kapten Tom juga mendapat kartu ucapan selamat ulang tahun dari Ratu Inggris Elizabeth II yang sekarang berusia 94 tahun.

Ratu Elizabeth menyebut Kolonel Tom ssebagai inspirasi bagi seluruh Inggris Raya.

"Anda membuat jutaan orang bisa menyampaikan terima kasih kepada mereka yang bekerja di NHS, yang sudah bekerja keras dengan penuh keberanian dan semangat, sehingga nantinya kita bisa mengalahkan virus corona."

Selain itu Putra Mahkota Kerajaan Ingris Pangeran Charles juga mengirim ucapan selamat, bagi Kapten Tom yang disebut 'sebagai mesin penggalang dana satu orang."

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga mengangkat Kapten Tom menjadi salah satu penerima "Point of Light", sebuah inisiatif yang diluncurkan di tahun 2014 untuk memberi penghargaan kepada warga Inggris yang memberi pelayanan masyarakat.

Kemarin, Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force) menerbangkan pesawat Spitfire dan Hurricane dari masa Perang Dunia ke-2 di atas rumah Kapten Tom.

Kementerian Pertahanan Inggris memberinya gelar kolonel kehormatan.

Two military planes fly overhead in Britain.
Pesawat Spitfire dan Hurricane dari Perang Dunia ke-2 milik Angkatan Udara Inggris terbang di atas rumah Kapten Tom Moore.

AP: Joe Giddens

Minggu lalu Kapten Moore juga mencetak rekor dunia menjadi penyanyi tertua di dunia yang lagunya menduduki peringkat pertama tangga lagu pop di Inggris.

Kapten Tom bersama dengan beberapa penyanyi lain menyanyikan "You'll Never Walk Alone" yang juga menjadi ajang untuk mengumpulkan dana.

Lagunya menduduki peringkat pertama mengalahkan lagu 'Blinding Lights' yang dinyanyikan oleh kelompok musik 'The Weeknd'.

Kelompok musik asal Kanada ini sebelumnya meminta para penggemarnya untuk mendukung Kapten Tom Moore, meski lagu 'Blinding Lights' sedang unggul.

Captain Tom Moore with his daughter Hannah, watching military planes fly overhead.
Kapten Tom Moore bersama putrinya Hannah menyaksikan terbangnya pesawat Royal Air Force untuk merayakan ulang tahun Kapten Tom yang ke-100.

AP: Emma Sohl (Capture the Light Photography)

Inggris sudah lewati masa puncak pandemi

Perayaan ulang tahun Kaptem Tom ke-100 bersamaan dengan pengumuman PM Boris Johnson yang mengatakan negaranya sudah melewati puncak pandemi COVID-19.

PM Johnson memberikan jumpa pers pertama kalinya selama sebulan terakhir, setelah dia sembuh dari serangan virus corona.

"Saya bisa menyatakan bahwa hari ini, untuk pertama kalinya, kita sudah melewati puncak penyakit ini," kata PM Johnson dari kediamannya di 10 Downing Street di London.

Angka kematian yang dilaporkan terjadi dalam 24 jam terakhir di Inggris adalah 647 orang, sehingga korban resmi sejauh ini adalah 26.711 orang, jumlah kematian terbesar ketiga di dunia setelah Italia dan Amerika Serikat.

PM Johnson sendiri baru saja memiliki bayi baru, bayi laki-laki, dari tunangannya Carrie Symonds yang lahir hari Kamis.

Dalam jumpa pers tersebut, Boris Johnson yang menerapkan lockdown di Inggris tanggal 23 Maret, membantah jika ia dianggap terlambat dalam bertindak.

Ia juga mengatakan pemerintah melakukan "hal yang benar di waktu yang tepat".

"Adalah tindakan yang tepat untuk menerapkan masa lockdown, sejauh mungkin dengan masa puncak pandemi," katanya.

Dengan puncak pandemi yang dianggap sudah lewat, pemerintah Inggris akan membeberkan langkah yang perlu diambil bagi pemulihan ekonomi minggu depan.

"Kapan tindakan akan kita lakukan sangat tergantung dimana kita berada dalam pandemi ini, bagaimana data yang ada, yang akan semakin banyak kita kumpulkan dalam beberapa hari mendatang," kata PM Johnson.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di dunia lewat situs ABC Indonesia