ABC

Di Industri IT dan Teknologi Komputer Australia Perempuan Masih Minoritas

Sekelompok perempuan petinggi industri teknologi Australia bersatu untuk mendorong lebih banyak perempuan di negaranya berkarir di dunia  IT dan teknologi komputer.

Sektor IT dan teknologi komputer secara tradisional memang didominasi oleh kaum pria. Oleh karena itu sekelompok perempuan petinggi di perusahaan IT dan teknologi komputer mendirikan tim Code Like a Girl yang bertujuan menarik lebih banyak perempuan untuk dapat menempati posisi penting di industri ini dan mendorong  lebih banyak pelajar mengambil kelas komputer.
 
Rendahnya jumlah karyawan perempuan di industri IT dan teknologi komputer mendorong seorang pengembang program  Ally Watson mendirikan Code Like a Girl - sebuah jaringan event khusus bagi perempuan di industri digital.
 
"Perempuan masih menjadi minoritas di industri coding - bahasa pemograman - karenanya membutuhkan dukungan ekstra, padahal minoritas dapat memicu banyak hal, seperti kurang percaya diri dan sindrom peniru," kata Ms Watson.
 
"Karena mereka minoritas mereka merasa mungkin mereka tidak seharusnya menekuni bidang ini, kalau coding memang dunianya pria,"
 
"Inisiatif seperti Code Like a Girl ini hanya mencoba untuk mendorong dan mendukung gadis-gadis ini."
 
Saat ini Code Like a Girl hanya terdapat di Melbourne, namun Watson berharap dia dapat memperluas program organisasi yang dibuatnya ini ke tingkat nasional. Menurutnya organisasinya berupaya menunjukan kepada para wanita peluang-peluang dan karir yang tersedia di dunia teknologi.

"Dari pengalaman saya hampir semua jenis posisi direktur teknis yang saya lakukan sebelumnya dikuasai oleh laki-laki,"
 
"Inisiatif ini akan menyoroti perempuan lokal berbakat di bidang IT dan memberikan panggung untuk menampilkan perempuan-perempuan yang melakukan hal-hal hebat dalam peran kepemimpinan, sehingga perempuan-perempuan berbakat ini dapat memiliki mentor,"
 
"Memang cukup sulit membayangkan diri kita menempati posisi direktur teknis ketika semua yang anda hadapi adalah pemimpin teknis pria,"
 
Pendiri sekaligus Direktur Manajer Deepend, agensi komunikasi digital berbasis di Melbourne, Kath Blackham mengatakan dirinya paham betapa kesepiannya seorang wanita di industri teknologi.
 
"Saya baru saja menghadiri konferensi industri ini di AS dan dari 150 orang peserta konferensi itu hanya ada sekitar 6 atau 7 orang saja peserta perempuannya," tuturnya.
 
Koordinator Asosiasi Pengembang Game Internasional di Melbourne, Giselle Rosman membenarkan fakta tidan banyak perempuan di dunia teknologi komputer.
 
"Faktanya perempuan memang sangat kurang terwakili dalam industri game komputer dan begitu juga jumlah pembuat game," katanya.
 
"Pada saat ini di Australia, mungkin hanya ada sekitar 10 persen saja perempuan di industri game."
 
Sementara itu Ally Watson menilai penting juga mendorong anak-anak perempuan untuk menekuni industri IT sejak usia belia.
 
"Tanpa disadari ada bias yang terjadi dimana orang cenderung membelikan anak-anak perempuan mereka boneka barbie dan boneka, sementara anak laki-laki biasanya dibelikan gam elektronik dan barang-barang yang akan membuat otak mereka berputar,memperetelinya dan merangkainya kembali,'
 
"Jadi secara alami perempuan memang tertinggal di pekerjaan jenis ini,"
 
Oleh karena itu pengembang game komputer, Giselle Rosman berharap ilmu komputer akan lebih difokuskan dalam kurikulum sekolah.
 
"Harusnya anak-anak perempyuan lebih didorong untuk terlibat lebih banyak dengan teknologi dan game dan merasa nyaman,"
 
"Baru-baru ini di Inggris saya melihat mereka mendefinisikan kembali pemograman dan memasukannya dalam pelajaran bahasa, ketimbang memasukannya dalam pelajaran matematikan dan sains."
 
"Ini tentu saja akan menghapus halangan, jadi mendefinisikan ulang pada sesuatu yang pelajar perempuan akan memandangnya sebagai langkah positif,"
 
Event Code Like a Girl pertama yang diselenggarakan berhasil menarik perhatian 100 orang peserta perempuan.
 
Rosman mengaku gagasan ini telah membuahkan dampak positif.
 
"Hanya dengan membantu mereka bertemu dan berbaur dan menyadari kalau mereka memiliki dukungan dan bisa saling mendukung satu sama lain, bisa memberikan perubahan yang besar dan mereka akhirnya menyadari ..kalau mereka bukan orang aneh,"