ABC

Dedeh Erawati Rebut Medali Emas di Perth

Atlet Indonesia Dedeh Erawati ikut ambil bagian dalam kejuaraan dunia atletik senior yang berlangsung selama dua minggu di Perth (Australia Barat). Ratusan atlet bertanding dalam kategori usia dari 35 tahun sampai di atas 80 tahun. Ella Syafputri seorang mahasiswa Indonesia di Perth menulis laporan berikut.

Lagu Indonesia Raya membahana dalam upacara penyerahan medali di Stadium Atletik Australia Barat, Perth, Jumat (4/11/2016), setelah Dedeh Erawati (36) sukses menjadi yang tercepat di lomba lari 100 meter gawang puteri untuk kelompok umur 35-40 tahun kejuaraan “Perth 2016 World Master Atletic Championship”.

Di final lari 100 meter gawang puteri, Dedeh menorehkan catatan waktu 13,96 detik.

Hasil ini jauh lebih baik daripada pesaing terdekatnya yang meraih perak, atlet asal Belgia Laurence Guillet yang hanya mampu mencatatkan 15,28 detik.
Dedeh Erawati, perempuan berambut cepak yang sudah berkali-kali mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional, berlomba di Perth mulai 26 Oktober hingga 6 November.

Dia akhirnya mendulang dua medali emas untuk nomor lari 100 meter, lari gawang 100 meter, medali perak di nomor lari 200 meter, semuanya di kelompok umur 35-40 tahun.

Di kelas lari 100 meter, yang diperlombakan pada 27 Oktober, Dedeh mencetak sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 12,18 detik.

Sementara di nomor 200 meter yang dilaksanakan pada hari ke-6 kompetisi (1 November), Dedeh berhasil meraih perak dengan catatan waktu 25,27 detik dan terpaksa mengakui keunggulan pelari asal Spanyol Carolina Garcia Garcon.

Dedeh Erawati
Dedeh Erawati (tengah) merebut medali emas di nomor 100 meter lari gawang di Perth.

Foto: Widya Sinedu

Dalam sebuah video yang direkam oleh staf KJRI Perth, Dedeh menyampaikan rasa bahagianya sukses mendulang 2 emas dan 1 perak.

Sembari menggenggam tali tiga medali yang dikalungkan di leher, Dedeh menyebutkan, “Dan medali ini hadiah untuk kita semua, Indonesia!”

Lomba khusus atlet veteran di Perth ini diikuti oleh 4.000 peserta yang datang dari 80 negara. Berbagai nomordiĀ  seluruh cabang olahraga atletik mulai dengan kelompok umur 35 sampai 90 tahun dipertandingkan selama sepuluh hari.

Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KJRI Perth, Widya Sinedu, menyebutkan prestasi ini sangat membanggakan buat Indonesia mengingat kejuaraan dunia ini sangat bergengsi dan diikuti oleh atlet tangguh dari berbagai negara.
Selama berlomba, Dedeh Erawati bersama 22 atlet Indonesia lainnya difasilitasi oleh KJRI Perth. Mereka juga mendapat dukungan moril di antaranya berupa kehadiran Konjen RI Ade Padmo Sarwono di jajaran bangku penonton.
Dedeh Erawati terlahir pada 25 Mei 1980 dan menjadi atlet Indonesia satu-satunya yang diundang dalam seri Kejuaraan Atletik Grand Prix Asia sejak 2006 hingga 2011.

Ia mengukir rekor nasional di Asian Games 2010 dengan catatan waktu 13,2 detik untuk kelas lari gawang 100 meter.
Dalam SEA Games 2015 di Singapura, Dedeh sukses menyabet medali perak untuk lari gawang 100 meter.

*Ella Syafputri adalah mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan doktoral di University of Western Australia di Perth.