ABC

Data 1 Miliar Pengguna Yahoo Diretas

Yahoo mengatakan bahwa para peretas telah mencuri informasi sekitar 1 miliar akun mereka di bulan Agustus 2013, dalam apa yang disebut pencurian data terbesar yang pernah ada.

Perusahaan yang berbasis di California (Amerika Serikat) tersebut juga sebelumnya pernah diretas, dan menjadi peretasan kedua terbesar dalam sejarah ketika 500 juta pengguna email mereka dicuri.

Yahoo mengumumkan adanya hal tersebut pada bulan September.

Yahoo mengatakan mereka belum berhasil mengungkapkan siapa pencuri data yang terjadi di tahun 2013 tersebut.

Perusahaan ini mengatakan informasi yang dicuri mungkin termasuk nama, alamat email, nomor telepon, tanggal kelahiran, dan pertanyaan dan jawaban berkenaan dengan keamanan komputer.

Yahoo mengatakan bahwa mereka percaya informasi mengenai akun bank dan data pembayaran kartu kredit tidak terganggu.

Para peretas juga mungkin sudah mencuri kata kunci (passwords) dari akun-akun yang dicuri tersebut.

Secara teknik, password seharusnya tidak pernah bisa diretas. Yahoo mengatakan mereka mengacak password dua kali untuk membuatnya aman, pertama dengan cara 'encryption' dan kemudian dilakukan dengan teknik lain yang disebut "hashing".

Namun para peretas semakin canggih dalam meretas password, dengan mengumpulkan data dalam jumlah besar mengenai kata-kata yang paling sering digunakan dan kemudian mencocokan dengan data base yang dicuri dari perusahaan seperti Yahoo.

Ini akan membuat mereka yang menggunakan kembali password Yahoo untuk akun online lain bisa mengalami masalah.

Berpengaruh terhadap rencana pembelian oleh Verizon

Yahoo, yang sekarang dalam proses pembelian oleh perusahaan bernama Verizon, mengatakan pihak ketiga yang tidak berwenang mencuri data di tahun 2013 tersebut dan mereka sekarang bekerjasama erat dengan petugas hukum.

Peretasan ini menimbulkan pertanyaan baru tehradap rencana akuisisi senilai US$ 4,8 miliar yang hendak dilakukan oleh Verizon.

Sekarang masih belum jelas, apakah Verizon, perusahaan telekomunikasi besar di Amerika Serikat tersebut akan mengubah penawaran mereka atau malah membatalkan niat membeli.

Bila peretasan ini menyebabkan pindahnya pengguna ke tempat lain, maka layanan Yahoo akan menurun nilainya bagi Verizon.

Verizon ingin menggunakan Yahoo dan penggunanya membantu membangun bisbis periklanan digital.

Dalam pernyataan, Verizon mengatakan akan mengkaji situasi, di saat Yahoo melakukan penyelidikan dan akan mengakaji 'perkembangan baru sebelum mencapai kesimpulan akhir."

Jurubicara Verizon Bob Varettoni menolak memberikan jawaban lanjutan.

Yahoo mengatakan bahwa para pengguna harus mengganti password dan mengganti pertanyaan soal keamanan komputer, sehingga tidak bisa digunakan untuk peretasan.

Reuters/AP

Diterjemahkan pukul 13:20 AEST 15/12/2016 oleh Sastra Wijaya dan simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini