ABC

Daging Kambing Australia Makin Laku di Asia Tenggara

Harga kambing dari Australia akan tetap relatif tinggi, dikarenakan naiknya permintaan dari Asia Tenggara. Inilah yang dipercayai produsen daging kambing terbesar di Australia, yang merupakan negara pengekspor daging kambing terbesar di dunia.

Konsumen terbesar Australia adalah Amerika Serikat dan Taiwan.

Sekitar 50 persen daging yang diekspor Australia adalah hasil penjagalan perusahaan Western Meat Exporters, yang terletak di Charleville, Queensland.

Managing Director perusahaan ini, Campbell McPhee, menyatakan bahwa perusahaannya saat ini memproses sekitar 16.000 kambing per minggu.

"Tahun lalu kita proses sekitar 660.000 ekor kambing. Tahun ini kami menargetkan lebih dekat ke 700.000 ekor," ucapnya.

Karena banyaknya jumlah kambing yang diproses, maka pantas bila perusahaan tersebut mengubah fungsi fasilitas rumah jagalnya, dari menjagal domba ke kambing saja.

"Kami percaya bahwa pasar untuk daging sapi akan menguat, karena ada negara-negara baru yang masuk, seperti India - [permintaan dari] Vietnam meningkat, begitu juga China dan Korea."

Permintaan yang makin besar dari kelas menengah Asia yang kian banyak, terutama di China dan India, akan menimbulkan persaingan yang lebih besar di pasar.

"Harga kambing sangat kuat saat ini."

Untuk beberapa peternak di bagian barat Queensland, kegiatan menjual kambing liar menjadi cara mendapatkan nafkah tambahan selama musim kemarau.

"Terkadang, selama beberapa bulan anda tak punya cash flow sama sekali, dan kami menyeimbangkan itu dengan kambing yang dibiarkan bebas," jelas Kathy Schmidt dari peternakan Wallen.