ABC

Curi Ratusan Juta Harta Mendiang Pemilik Perkebunan

Seorang wanita yang mencuri dari lahan milik orang yang sudah meninggal saat bekerja di kantor Pejabat Akta di Adelaide dipenjarakan atas tuduhan pencurian mobil, uang tunai dan perhiasan.

Alana Marie Bartels, 38 tahun, mengaku bersalah atas delapan tuduhan penyalahgunaan jabatan publik pada bulan September tahun lalu.

Pengadilan Distrik mengungkap, wanita itu dimotivasi oleh keserakahan dan memuaskan kecanduannya pada narkoba saat dia membantu dirinya menguangkan sejumlah barang berharga dari harta peninggalan orang yang sudah meninggal selama beberapa tahun, sejak tahun 2013.

Dia ditangkap pada Mei 2016.

Baru pada saat persidangan di pengadilan, sejauh mana pelanggaran yang dilakukannya terungkap.

Sebagai manajer lahan, dia mencuri barang senilai $ 30.000 (setara Rp318 juta) termasuk tiga mobil, permata, uang dan barang acak termasuk tempat tanaman kayu yang ditemukan polisi di rumahnya pada saat penangkapannya.

Pengadilan juga mengungkap, Alana Marie Bartels memalsukan catatan dokumen untuk mencoba dan menutupi jejaknya.

Dia juga mengembangkan sebuah skema yang rumit dengan seorang mitra kerja untuk mengklaim secara keliru bahwa beberapa barang yang dimaksudkan untuk dilelang bukan milik almarhum.

Satu rumah lelang membayar rekannya dengan uang senilai $ 2.446 atau sekitar Rp 26 juta.

Alana Marie Bartels juga menggunakan izin parkir penyandang disabilitas dari satu rumah singgah untuk memungkinkannya parkir lebih dekat ke tempat kerjanya karena dia selalu terlambat.

'Pelanggaran kepercayaan yang menjijikan'

Di bangku pengadilan, Bartels tampak menyeka air matanya saat Hakim Geraldine Davison menjatuhkan hukuman penjara lebih dari lima tahun dengan masa pengajuan bebas bersyarat 2,5 tahun.

"Pelanggaran seperti ini mewakili sebuah pelanggaran kepercayaan yang fatal," kata hakim tersebut kepada Bartels.

"Bukan hanya pelanggaran kepercayaan terhadap masing-masing pemilik lahan tetapi juga terhadap atasan Anda, lembaga Penerbitan Akta dan masyarakat umum.”

Hakim Davison mengatakan bahwa Alana Marie Bartels memanfaatkan kepercayaan majikannya, dan kepercayaan publik terhadap kantor Pejabat Akta telah dirusak.

"Anda melakukan pelanggaran ini karena mengetahui bahwa, karena kepercayaan yang telah diberikan pada Anda, ada kemungkinan besar pelanggaran Anda tidak terdeteksi sebagaimana hal itu terjadi selama bertahun-tahun," katanya.

"Anda memanfaatkan situasi yang menempatkan anda disana untuk membantu.”

"Anda mengabaikan kepercayaan dan bertindak untuk keuntungan egois Anda sendiri."

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.