ABC

CEO Unggah Cuitan Presiden Baru, Start-Up Bukalapak Dibully Netizen

Lebih dari 64.000 postingan medsos memuat ajakan untuk memblokir aplikasi start-up Indonesia, Bukalapak, setelah sang CEO mengunggah status yang memuat kata-kata 'Presiden baru'. Akibat dari insiden ini, CEO Bukalapak, Achmad Zaky, meminta maaf secara terbuka atas cuitannya.

zaky
Cuitan CEO Bukalapak yang memicu kegaduhan di medsos.
Cuitan CEO Bukalapak yang memicu kegaduhan di medsos.
#uninstallbukalapak sempat menjadi trending topic di Twitter.
#uninstallbukalapak sempat menjadi trending topic di Twitter.

"Cuitanmu...harimaumu", sebuah frasa yang dua hari terakhir menggambarkan bullying atau perundungan yang diterima Achmad Zaky dari netizen Indonesia.

Akibat postingan yang diunggahnya di Twitter pada tanggal 13 Februari tentang anggaran riset dan pengembangan (R&D) Indonesia dibanding negara-negara lain, ia menjadi bulan-bulanan netizen.

Dalam postingan itu Zaky membandingkan Indonesia dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, China, Jepang, hingga Malaysia. Di akhir postingan, ia menulis: "....mudah2an presiden baru bisa naikin", ungkapan yang dianggap netizen pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf sebagai bentuk dukungan terhadap kubu lawan.

Walhasil, tak hanya Zaky, perusahaannya-pun, Bukalapak, juga menjadi sasaran.

Hingga Jumat (15/2/2019) siang, ada lebih dari 64.000 postingan Twitter yang berisi ajakan untuk memblokir Bukalapak lewat kampanye #uninstallbukalapak. Aksi tagar (tanda agar) ini bahkan sempat menjadi trending topic Twitter di Indonesia.

Oleh netizen Indonesia pendukung Jokowi, Zaky dianggap tidak tahu berterima kasih kepada sang Presiden padahal perusahaannya mendapat banyak dukungan dari Pemerintah.

"Sekedar mengingatkan kamu @achmadzaky bgmn orang yg kamu anggap ayah ini mendukung bhkn memujimu tapi balasannya kamu lupakan dia. Kamu ga punya hati. #uninstallbukalapak #BoikotBukalapak," tulis pengguna Twitter bernama akun @CH_chotimah.

"Menggunakan data 2013 diubah menjadi data 2016 untuk menyerang pemerintah kok bisa bilang nggak salah? Itu sama saja fitnah atau HOAX. Tetap #uninstallbukalapak," ujar @ApriliaLin.

"You shud be neutral, regardless the other party was your mentor. So sad you go that low to share your tots (anda seharusnya netral, terlepas dari kubu sebelah adalah mentr anda. Sedih sekali anda berbuat seperti itu untuk mengungkapkan pandangan anda). #uninstallbukalapak," cuit @lulus_prihatini.

Pada hari Kamis (14/2/2019), Achmad Zaky akhirnya meminta maaf lewat akun Twitter-nya setelah postingannya menjadi viral dan memicu kemarahan pendukung Jokowi.'

"Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya (icon tangan) jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo). Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya."

Belum diketahui pasti bagaimana dampak unggahan viral tersebut terhadap bisnis Bukalapak. ABC sempat menghubungi start-up tersebut namun baik Zaky maupun COO (Chief Operating Officer) Bukalapak, Willix Halim, belum memberi komentar.

Namun pada Jumat (15/2/2019), Zaky memberikan pernyataan tertulis kepada media yang menyampaikan permintaan maafnya atas kegaduhan yang terjadi di media sosial.

"Bukalapak dengan ini pula menyatakan akan terus berkomitmen untuk membangun Indonesia melalui teknologi."

"Selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya."

Aksi boikot daring terhadap start-up Indonesia tak hanya menimpa Bukalapak. Oktober tahun lalu, Go Jek juga sempat mendapat perlakuan serupa lewat #UninstallGojek akibat tuduhan dukungan mereka terhadap kelompok LGBT.

Setahun sebelumnya, tepatnya November 2017, tagar #UninstallTraveloka juga sempat viral di media sosial sebagai buntut kontroversi Perayaan 90 tahun Kolese Kanisius di Jakarta. Salah satu bos Traveloka saat itu, yakni Derianto Kusuma, dituding oleh netizen ikut mendukung aksi walkout musisi Ananda Sukarlan terhadap pidato Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan bahkan menyalami Ananda.

Kegaduhan masyarakat Indonesia di ranah online, utamanya media sosial, tidaklah mengherankan. Menurut hasil survei lembaga non-profit 'We Are Social' yang diterbitkan Januari 2019, Indonesia termasuk 30 besar negara dengan pengguna media sosial bulanan teraktif di dunia.

Dalam sehari, netizen Indonesia rata-rata menggunakan media sosial selama 3 jam 26 menit, menduduki peringkat ke-4 di dunia untuk soal durasi penggunaan platform jejaring.

Tanggapan netizen dengan tagar #uninstallbukalapak atas postingan Achmad Zaky.
Tanggapan netizen dengan tagar #uninstallbukalapak atas postingan Achmad Zaky.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.