ABC

Castlemaine, Surganya Kaum Vegan di Australia

Anda seorang vegan? Jika berkunjung ke Australia, kota kecil Castlemaine bisa jadi pilihan untuk dikunjungi.

PETA telah memberikan gelar kepada Castlemaine sebagai kota kecil paling ramah bagi para vegan di Australia. Alasannya, karena disini banyak ditemukan bisnis yang menawarkan produk-produk bagi mereka yang vegan.

[Vegan adalah sebutan bagi mereka yang memilih tidak memakan dan memakai produk-produk yang berasal dari hewan].

Caithlin Meave, salah satu pemilik cafe vegan di Castlemaine, pernah melihat ayahnya menguliti kelinci saat ia masih kecil.

Ingatannya itu menguatkan dirinya untuk mengubah dirinya secara bertahap selama beberapa tahun untuk menjadi seorang vegan, terlebih oleh bayinya yang tidak bisa mengkonsumsi produk susu.

Caithlin kini mengkhususkan dirinya dengan bahan-bahan makanan mentah, sekitar 12 bulan yang lalu setelah memutuskan menjadi vegan. Dan ia bukanlah satu-satunya pemilik bisnis katering bagi para vegan di kota kecil tersebut.

Menurut Claire Fryer dari People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), Castlemaine berada di peringkat teratas dalam perhitungan organisasi tersebut yang memiliki sedikitnya sembilan perusahaan makanan bagi para vegan. Menariknya, kota kecil ini juga menjadi rumah bagi salah satu produsen manufaktur terbesar di Australia.

"Lumayan cukup banyak, mengingat hanya 7.000 orang penduduk," katanya.

Ia juga mengatakan kota ini mencerminkan semakin populernya gerakan vegan di Australia, yang menjadi "lebih besar", jika melihat dari data Google tren sebelumnya.

"Tahun lalu, kami memiliki persentase tertinggi untuk pencarian kata vegan dibandingkan negara lain," jelas Caithlin.

Australia semakin peduli dengan kesehatan mereka, lingkungan dan bagaimana hewan-hewan diperlakukan.

"Mereka mulai lebih tertarik dengan apa yang mereka makan, dan banyak orang yang memilih untuk menghentikan konsumsi produk hewani untuk mengurangi produk hewani sebagai akibatnya," kata Caithlin.

Caithlin juga mengatakan dari penelitian terbaru, ada 2,1 juta vegetarian di seluruh Australia, dan semakin banyak orang yang mengurangi konsumsi daging.

"Lebih dari separuh penduduk telah setuju untuk makan daging merah," tambahnya.

Anda jenis vegan yang mana?

Menurut Caithlin ada berbagai jenis vegan.

Beberapa orang menghindari semua produk hewani dalam makanan dan barang-barang lainnya seperti pakaian, untuk menghindari eksploitasi hewan. Sementara yang lain mungkin tidak mengikuti gaya hidup vegan sepenuhnya, tapi memilih seluruh makanannya dari produk tumbuhan.

Ada pula vegan mentah dan vegan paleo, dan menambah berbagai interpretasi.

Caithlin menyebut seorang vegan sesuai niatnya.

Menghilangkan produk hewani dari dietnya tidak hanya untuk alasan kesehatan, tapi juga soal dampak sosial dan lingkungan dari mengkonsumsi hewan.

Kepedulian kepada planet Bumi dan kehidupan masa depan anak-anak dan cucu-cucunya menjadi hal terpenting dalam pilihannya tersebut.

"Bagi saya vegan berarti menjaga planet, tidak makan produk hewani yang merusak [lingkungan] dan tidak makan produk hewani yang [prosesnya] kejam," jelasnya.

Mengacu pada mahluk hidup berperasaan, ia pikir tidak ada cara yang etis untuk membunuh binatang.

"Anda tahu, meski memperlakukan hewan sebaik mungkin, pada akhirnya mereka akan dikirim ke pemotongan hewan dan menjadi potongan-potongan kecil," tambah Caithlin.

Daripada menggunakan istilah vegan, Caithlin lebih suka mengatakan tidak makan produk hewan dan juga menggunakan kata vegan dalam bisnisnya.

"Karena jika saya mengatakan vegan, orang-orang langsung merasa defensif," katanya.

Jadi ia juga tetapp menggunakan susu sapi untuk membuat beberapa pelanggan senang, selain tentunya susu kacang dan susu kedelai.

Tapi, tetap saja ada orang-orang yang merasa lebih tersinggung.

Ishkar, putrinya yang berusia 11 tahun, juga seorang vegan, ia menjadi korban olok-olokan di sekolahnya.

"Ia sering diganggu di jaman makan siang dan anak-anak melemparkan daging kepadanya atau mengolok-oloknya soal daging," kata Caithlin.

Buku yang mengubah segalanya

Nikki Medwell dari Elphinstone, kota dekat Castlemaine, bersama suaminya memiliki bisnis akomodasi Australia pertama bagi vegan, dengan nama Bed and Brocolli. Ia telah menjadi vegan ketat selama tujuh tahun terakhir.

Nikki Medwell
Nikki Medwell dari kawasan Elphinstone menjalankan akomodasi yang juga menyelematkan hewan.

ABC Central Victoria: Larissa Romensky.


Kedua tidak makan madu, tidak ada wol di bawah seprai tempat tidur mereka, tidak ada selimut hangat dari bulu-bulu binatang, sepatu kulit, tidak pula pergi ke kebun binatang atau menonton sirkus.

"Pada dasarnya ini penginapan seadanya," kata Nikki.

Tapi ia menggunakan jaket wool dan sepatu kulit, yang keduanya didapatkan dari toko yang menjual barang-barang bekas.

"Karena Anda belum berkontribusi pada hal yang membahayakan hewan manapun, jadi jika barang bekas atau daur ulang, Anda tidak memberikan kontribusi langsung bagi setiap jenis kekejaman atau industri yang kejam," tambahnya.

Dibesarkan sebagai seorang vegetarian, maka memiliki pandangan veganisme bukanlah perubahan yang radikal baginya.

Setelah membaca buku Eating Animals karya Jonathan Safran Foer, dunianya berubah.
"Saat sudah membaca sepertiga buku tersebut, saya menutupnya, lalu mengosongkan kulkas dan rak dapur saya," katanya.
Nikki yang menganggap dirinya sebagai penyayang binatang juga menampung dan menyelamatkan hewan-hewan di kediamannya seluas lebih dari 24 hektar. Ia memiliki beberapa ayam, "bobby calves", istilah bagi sapi jantan yang diabaikan, termasuk hewan asli Australia seperti dua anak kanguru.

"Ketika orang-orang datang dan tinggal di sini, mereka tidak akan menjumpai atau melihat kekejaman dalam tingkat apapun," katanya.
Ia mengatakan dirinya melayani mereka yang penasaran, tidak hanya vegan tapi vegetarian, konsumen yang mempertimbangkan etika, dan apa yang dia sebut sebagai "pra-vegan", sebagai pasar yang sedang berkembang.

Nikki dan Frankie
Nikki Medwell dengan Frankie, anak sapi berusia lima tahun yang ia selamatkan dari peternakan susu di Shepparton.

ABC Central Victoria: Larissa Romensky

Diterbitkan dari artikel aslinya dalam bahasa Inggris oleh Erwin Renaldi pada 11/10/2016 pukul 17:00 AEST.