ABC

Cara Tetap Hangat dan Hemat di Tengah Naiknya Biaya Listrik Pada Musim Dingin

Mulai 1 Juli tarif listrik di berbagai daerah di Australia otomatis naik 25 persen pada periode tahun keuangan baru yang juga terjadi pada saat musim dingin.

Dengan musim dingin berlangsung setidaknya sampai akhir Agustus, lembaga amal sudah memberi peringatan soal bagaimana beberapa warga tidak mau menyalakan penghangat karena khawatir tagihan listrik membludak.

Wartawan ABC Rochelle Kirkham tinggal di kawasan regional di negara bagian Victoria, yaitu kota Ballarat.

Dalam beberapa pekan terakhir, suhu di kota yang berjarak 114km dari Melbourne tersebut lebih rendah dari biasanya.

Rochelle yang bekerja dari rumah berusaha untuk tidak menyalakan penghangat ruangan di rumahnya.

Lantas, strategi apa yang bisa dilakukannya?

Dengan bantuan Ellen Burns dari sebuah organisasi non-profil Smart Living Ballarat, Rochelle memperoleh beberapa tips agar bisa tetap merasa hangat di rumah tanpa bantuan penghangat demi mengurangi pemakaian listrik.

"

"Harga listrik akan naik dan banyak orang tidak tahu harus berbuat apa. Tetapi saya ingin membantu orang untuk menggunakan apa yang mereka sudah miliki di rumah untuk tetap bisa merasa hangat dan nyaman," kata Ellen.

"

Hangatkan diri sendiri dulu

Setelah mengikuti 'workshop' Ellen, Rochelle mengatakan konsep yang diajarkan sebenarnya sederhana: ketika cuaca dingin, yang harus dihangatkan adalah diri kita sendiri, bukan ruangan di mana kita berada.

"Kebiasaan saya ketika masuk ke dalam rumah yang dingin adalah menghidupkan pemanas yang digerakkan dengan gas," kata Rochelle.

Tapi sebelum menghidupkan pemanas, pakailah dulu pakaian yang tebal.

Mulai dengan baju tidur tebal, kaos kaki tambahan, sandal, topi, dan baju yang terbuat dari bahan tebal yang dapat menyimpan suhu tubuh kita.

Ellen mengatakan kita tidak perlu menghidupkan pemanas untuk seluruh rumah, melainkan hanya di ruangan yang kita gunakan untuk menciptakan "iklim ruangan sendiri".

Hal lain yang bisa dilakukan:


  • Tutup pintu di ruangan kita berada

  • Gunakan pemanas lantai, selimut tebal, karpet atau botol air panas untuk menghangatkan diri

  • Tidak punya alat pemanas? Kita bisa membuatnya sendiri dengan memasukkan beras ke dalam kaos kaki dan diikat

Menurut perhitungan biaya dari Ellen, selimut yang dipanaskan lebih murah biayanya dibandingkan pemanas bertenaga listrik, dengan biaya empat sen per jam untuk selimut, dan 15 sen per jam untuk pemanas listrik.

Untuk alat pemanas yang bisa ditempelkan ke tubuh dan dipanaskan dengan microwave, biayanya hanyalah satu sen, sementara menggunakan botol yang bisa menampung air panas harganya hanyalah enam sen.

Namun kehangatan yang diberikan botol berisi air panas bisa bertahan lebih lama.

Jangan biarkan udara panas keluar rumah

Ellen mengatakan langkah berikutnya adalah untuk menjaga agar udara panas yang berharga itu tetap berada dalam rumah.

Inilah beberapa tips darinya:


  • Buka kain penutup jendela ketika matahari bersinar dan tutup ketika gelap 

  • Taruh kaca di jendela untuk bisa memantulkan sinar matahari ke dalam ruangan

  • Taruh pot tanaman, kalau bisa dari bahan terracotta di jendela sehingga bisa menyerap dan menyebarkan panas

  • Taruh pemanas di tengah ruangan supaya panas tidak keluar lewat pintu dan jendela

  • Bentangkan karpet, selimut atau handuk di lantai, jendela, pintu dan dinding untuk menambah insulasi

  • Pindahkan perabotan sehingga rak buku, lemari pakaian dan tempat penyimpanan lain terletak di bagian selatan rumah karena itu merupakan tempat yang paling dingin

  • Buka pintu oven, mesin pencuci piring atau pintu kamar mandi setelah digunakan sehingga udara panas akan keluar dari sana

Grace Darke baru-baru ini pindah ke Balllarat dan tinggal di rumah dengan penghangat seadanya, meski sebelumnya tinggal di rumah yang memiliki sistem pemanas yang bagus di Inggris.

Grace mengatakan dia belajar banyak tips baru dari 'workshop' Ellen namun satu hal utama yang dilakukannya adalah membuat bantal yang ditaruh di bawah pintu guna mencegah keluarnya udara dari dalam rumah.

Dia menggunakan pakaian, selimut, atau handuk untuk mengisi ruang-ruang kosong di pintu sehingga rumahnya betul-betul tertutup rapat.

Mengembalikan musim panas

Ellen mengatakan di Australia kita bisa menciptakan keadaan seperti musim panas, dengan menghidupkan kipas atau unit AC untuk mengembalikan udara panas kembali ke dalam ruangan.

Namun terlepas dari semua itu, kalau Anda masih merasa kedinginan di dalam rumah sendiri, pergilah ke luar rumah.

Sama seperti kalau kita ke bioskop yang dingin untuk menghindari udara panas di musim panas, maka manfaatkanlah ruang publik yang memiliki pemanas bagus seperti perpustakaan atau pusat perbelanjaan.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News