ABC

Buzz Aldrin Dievakuasi dari Kutub Selatan

Buzz Aldrin, orang kedua yang pernah menapakan kaki di bulan, menjelaskan dirinya dievakuasi dari Kutub Selatan pekan lalu karena dirinya menunjukan gejala-gejala penyakit ketinggian atau ‘altitude sickness’.

Buzz Aldrin mengunjungi Kutub Selatan sebagai bagian dari kelompok pengunjung bersama anaknya Andrew, ketika kondisinya memburuk dan ia diterbangkan ke rumah sakit di Selandia Baru oleh pesawat kargo untuk menjalani perawatan medis.
Dalam sebuah pernyataan, Buzz Aldrin mengatakan ia mengalami sesak napas dan mulai menunjukkan tanda-tanda penyakit ketinggian.
"Saya mulai merasa sedikit sesak napas jadi staf memutuskan untuk memeriksa tanda-tanda vital saya," katanya.
"Setelah sejumlah pemeriksaan mereka melihat adanya kongesti atau pemampatan di paru-paru saya dan kadar oksigen saya rendah yang menunjukkan gejala penyakit ketinggian.
"Hal ini mendorong mereka untuk membawa saya keluar dari Kutub Selatan dengan penerbangan berikutnya ke McMurdo dan setelah saya berada di kawasan dengan permukaan laut rata-rata saya mulai merasa jauh lebih baik."
Buzz Aldrin mengatakan ia masih merasakan sedikit pemampatan di paru-parunya dan disarankan untuk beristirahat di Selandia Baru sampai paru-parunya bersih, dan menghindari melakukan penerbangan panjang kembali ke Amerika Serikat untuk saat ini.
Dia terus memulihkan diri di sebuah rumah sakit di Christchurch, Selandia Baru.

Seperti misi ke Mars yang singkat

Buzz Aldrin yang berada di Antartika untuk melengkapi pencapaian ekspedisinya, menyebut kunjungannya ke Kutub Selatan ini sebagai "puncak dari prestasi eksplorasi pribadinya".

Alasan utama dirinya mengikuti perjalanan ini adalah untuk "merasakan kondisi yang mirip dengan Mars".

Sebuah pernyataan menyebutkan veteran penjelajah ini baru menjalani petualangannya ke Kutub Selatan beberapa jam saja ketika dia terpaksa harus dievakuasai.
"Saya tidak meluangkan waktu banyak dengan ilmuwan sebanyak yang saya inginkan untuk mendiskusikan apa yang mereka lakukan berkaitan dengan Mars," kata Buzz Aldrin.
"Kunjungan saya sangat singkat dan saya harus meninggalkan lokasi itu hanya setelah [tiba] beberapa jam saja,”
"Saya amat menikmati kunjungan singkat saya di Antartika dan melihat kehidupan apa yang bisa jadi di Mars."
Aldrin adalah pilot pesawat tempur selama masa Perang Korea sebelum bergabung dengan program astronot AS.
Pada 20 Juli 1969, dia menginjakkan kaki di bulan selama 20 menit setelah rekannya astronot Neil Armstrong melakukan langkah pertamanya yang bersejarah di bulan.

Langkah kaki mereka di bulan ini merupakan bagian dari pendaratan Apollo 11 di bulan menjadi rekor acara televise karena disaksikan oleh 600 juta pemirsa.
Neil Armstrong meninggal tahun 2012.
Tahun lalu Buzz Aldrin membantu meluncurkan institute riset di Institut Teknologi Florida yang bertujuan membuka jalan menuju eksplorasi dan pemukiman di Mars.
AP/ABC