ABC

Bukannya Berduka, Kanguru Jantan Justru Terangsang Ketika Si Betina Mati

Seorang ahli mengatakan, foto yang diklaim menunjukkan seekor kanguru jantan "berduka" karena pasangannya mati  ternyata menunjukkan sesuatu yang sangat berbeda.

Foto, yang menunjukkan kanguru jantan ‘memeluk’ pasangannya yang mati, ini menarik perhatian para pengguna media sosial.

Seorang ahli telah mengungkapkan bahwa gambar -yang diambil oleh warga Hervey Bay, Evan Switzer –ini telah disalahartikan dan sebenarnya menunjukkan seekor kanguru jantan yang "gelisah, dan terangsang secara seksual".

Dr Mark Eldridge, kepala ilmuwan peneliti dari Museum Australia, mengatakan, kanguru itu tak "menengadahkan kepalanya untuk melihat pasangannya sebelum meninggal."

"Ini adalah pejantan yang mencoba untuk membuat sang betina bangun sehingga ia bisa kawin dengannya. Pejantan ini jelas sangat stres dan gelisah, lengan bawahnya sangat basah akibat ia menjilati dirinya untuk tetap tenang,” jelasnya.

Dr Mark menambahkan, "Ia juga terangsang secara seksual. Buktinya mencuat dari balik skrotum -Ya, pada marsupial penis terletak di belakang skrotum."

Petugas lembaga ‘Wildlife Rescue’, Leonie Petrie, mengatakan, menurut pengalamannya, kanguru akan "mengambil peluang apapun yang mereka dapatkan" untuk kawin.

"Menurut pendapat saya, saya pikir ia sedang mencari cinta," ujarnya.

Fotografer menonton kanguru selama 1 jam

Foto itu diambil oleh Evan Switzer saat ia sedang berjalan dengan anjingnya di lingkungan dekat rumahnya di Sungai Heads, selatan Hervey Bay.

Evan mengatakan, ia menyaksikan kanguru jantan mendorong sang betina untuk bangun di saat kanguru muda berdiri di dekatnya.

"Saya melihat tiga kanguru di bawah pohon mangga, anjing saya pergi ke arah mereka dan saya memanggilnya kembali dan saat itulah saya menyadari si jantan mencoba untuk menggendong sang betina," ceritanya.

Ia mengungkapkan, "Pada awalnya saya tak berpikir bahwa pasangannya mati dan kemudian ketika si jantan mencoba mengangkatnya cukup tinggi ia jatuh dari pelukan dan tergelepar ke tanah. Saat itulah saya menyadari perempuan itu sudah mati."

Evan mengatakan, ia menghabiskan lebih dari satu jam menonton kanguru itu.

"Ia mencoba dan membantunya setiap lima menit kemudian pergi dan kembali kepadanya. Si kanguru kecil akan datang ke induknya dan mengendus di dekatnya dan kemudian pergi lalu kembali lagi,” jelasnya.

Ia menuturkan, "Kanguru lain juga datang untuk melihat-lihat tetapi sang jantan akan mengejar mereka hingga kabur, ia cukup protektif terhadap si betina."

Fotografer amatir ini mengatakan, ia tidak bisa melihat cedera apapun pada kanguru betina.

"Saya memeriksanya, tapi setiap kali saya mencoba untuk membalikkanya, sang pejantan akan datang kembali sehingga saya mundur," sebutnya.

Kanguru tak berduka atas kematian pasangan

Leonie mengatakan, kanguru tak berpasang-pasangan seumur hidup mereka dan para pejantan cenderung memelihara sejumlah betina.

"Sayangnya. Kita suka menganggap bahwa hewan-hewan ini memiliki perasaan seperti yang kita miliki dan mereka akan berduka kehilangan orang yang dicintai," sebutnya.

Ia mengungkapkan, "Sayangnya menurut pendapat saya, itu tak kan terjadi. Mungkin ia menyadari pasangannya telah mati dan hal yang bagus untuk mengucapkan selamat tinggal tapi saya sudah menyaksikan kanguru jantan melakukan hal-hal kepada beberapa binatang yang sangat terluka sekalipun.”

"Ini adalah foto yang bagus dan saya suka idenya tapi ... Saya telah melihat kanguru yang telah tertabrak mobil dengan patah kaki dan si pejantan masih mengejar mereka," tambahnya.