ABC

Bukalapak Tawarkan Gaji Sama Seperti di Australia

Salah satu perusahaan online terbesar di Indonesia saat ini Bukalapak menawarkan gaji yang bersaing dan hampir sama dengan pekerja di Singapura dan Australia bagi lulusan dari luar negeri yang mau bekerja di perusahaan tersebut.

COO (Chief Operating Officer) atau Direktur Pelaksana perusahaan tersebut Willix Halim menjelaskan hal tersebut hari Senin (10/4/2018) malam di depan sekitar 80 mahasiswa asal Indonesia di Melbourne.

Bukalapak sekarang sedang menjalankan kampanye berjudul Buka Jalan Pulang, guna menarik para lulusan luar negeri yang berasal dari Indonesia untuk bekerja di Bukalapak.

"Menurut saya sekarang ini menjadi orang Indonesia merupakan hal yang menguntungkan dan faktor plus," kata Willix Halim, mahasiswa lulusan Universitas Melbourne.

Mengenai mengapa Bukalapak mau membayar staf dengan gaji yang hampir sama dengan gaji mereka yang bekerja di Singapura atau Australia, Willix mengatakan karena mereka sedang mencari bakat-bakat baru warga Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.

"Kami ingin mempekerjakan mereka yang mau bekerja keras dan memiliki talenta untuk mengembangkan perusahaan menjadi lebih besar. Juga ada kebanggaan bahwa ini adalah perusahaan yang dimodali oleh orang Indonesia sendiri dan pekerjanya juga orang Indonesia," tambahnya.

Willix Halim sendiri baru pulang ke Indonesia dua tahun lalu untuk bergabung dengan Bukalapak, setelah sebelumnya membesarkan sebuah perusahaan start-up bernama Freelancer.com yang berpusat di Sydney.

Sebelumnya dia menempuh pendidikan di jurusan Mekanotrika di Universitas Melbourne setelah tiba di Australia di usia belia 16 tahun.

Menurut Willix, Bukalapak sekarang ini adalah satu dari empat bisnis online yang masuk dalam kategori unicorn di Indonesia, dan hanya 7 perusahaan serupa di Asia Tenggara.

Unicorn adalah julukan untuk perusahaan start-up yang nilainya sekarang ini sudah di atas 1 miliar dolar.

COO Bukalapak Willx Halim di Melbourne hari Senin (9/4/2018)
COO Bukalapak Willx Halim di Melbourne hari Senin (9/4/2018)

Foto: Sastra Wijaya

Indonesia seperti China lima tahun lalu

Dalam tawarannya kepada para mahasiswa dari bidang apa saja yang tertarik untuk melanjutkan karir di Indonesia, Willix Halim mengatakan bahwa perkembangan dunia e-commerce di Indonesia saat ini sangat pesat.

"Indonesia saat ini seperti China lima tahun lalu dalam perkembangan bisnis e-commerce. Menurut saya, sekarang adalah waktunya untuk pulang ke Indonesia karena adanya begitu banyak kesempatan, tidak seperti beberapa tahun lalu," kata Willix lagi.

Willix hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh PPIA (Persatuan Pelajar Indonesia di Australia) Universitas Melbourne.

Menjelaskan mengenai keuntungan sebagai warga Indonesia, Willix mengatakan bahwa perusahaannya saat ini memang lebih mengutamakan lulusan Indonesia dibandingkan warga dari negara lain.

Bukalapak sekarang ini menurutnya memiliiki sekitar 2000 staf dengan rata-rata usia mereka adalah 24 tahun.

"99,5 persen staf kami adalah orang Indonesia. Tujuh puluh persen adalah lulusan dari luar Indonesia, dan banyak juga lulusan dari dalam negeri misalnya dari UI dan ITB," tambahnya.

Selain menjelaskan perkembangan Bukalapak, Willix juga memberikan beberapa masukan kepada mahasiswa untuk bagaimana mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja.

Menurut Willix, hal yang menurutnya penting ketika menjadi mahasiswa di luar negeri salah satunya bila kerja sambilan hendaknya bekerja di bidang yang dipelajari di universitas.

"Jangan mau bekerja di restoran cepat saji seperti McDonald menjadi tukang cuci atau yang lain. Cari pekerjaan yang sesuai dengan bidang studi, seperti saya dulu ketika kuliah, saya juga merangkap jadi tutor, dengan bayaran 1 jam $ 100 dolar," kata Willix.

Hal lain yang ditekankan Willix adalah agar mahasiswa Indonesia lebih banyak bergaul dengan mereka yang bukan berasal dari negara yang sama.

"Saya juga ketika di sini beruaaha keras untuk tidak bergaul dengan teman-teman asal Indonesia. Ini sangat diperlukan untuk membentuk jaringan lebih luas," ujar Willix dalam percakapan dalam bahasa Inggris tersebut.

Dan hal terakhir yang ditekankan Willix ketika tamat kuliah dan mencari pekerjaan, yaitu tidak memperhatikan jumlah bayaran sebagai faktor utama dalam memilih pekerjaan yang akan dijalani.

"Pilih pekerjaan yang akan membuat anda merasa puas, merasa tertantang, bukan jumlah gaji yang akan diterima," katanya lagi.

Puluhan mahasiswa yang hadir dalam acara di Drill House di Melbourne tersebut tampak antusias dengan paparan Willix dan banyak yang mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana proses untuk bisa bergabung dengan Bukalapak.