ABC

Bos Virgin Desak Pemerintah Australia Tidak Bantu Qantas

Sinyalemen kuat dari pemerintah federal Australia yang akan memberikan dana talangan bagi maskapai  Qantas membuat berang Bos maskapai Virgin, Sir Richard Branson. Untuk mecegah bail out tersebut, tidak tanggung - tanggung Sir Richard memasang iklan satu halaman penuh di surat kabar yang isinya menyatakan Qantas tidak layak dibantu pemerintah.

Iklan sebesar satu halaman penuh milik bos Maskapai Virgin, Sir Richard Branson itu dimuat di surat kabar News Corp. 

Dalam iklan tersebut, Sir Richard Branson mengingatkan kalau pebisnis internasional harus berpikir dua kali untuk berinvestasi di Australia jika pemerintah federal jadi memberikan dana talangan kepada Qantas.

"Haruskan pembayar pajak di Australia dipaksa oleh pemerintah Australia untuk memberikan talangan bantuan kepada Qantas grup, sebagaimana disarankan oleh Menteri Keuangan Australia. Pebisnis di seluruh dunia harus berpikir dua kali untuk menanamkan investasinya di Australia karena kekhawatiran akan terjadi intervensi serupa disektor usaha mereka,” tulis Sir Richard dalam iklannya.

"Qantas telah berulang kali meminta kucuran dana dari para  pemegang sahamnya selama beberapa tahun terakhir untuk mendongkrak kapasitasnya agar bisa bersaing melawa kita.  Sekarang kucuran dana dari pemegang saham itu telah dihentikan, karenanya sekarang Qantas beralih meminta kucuran dana dari pembayar pajak di Australia untuk berusaha menyelamatkan perusahaannya," tulis iklan itu.

Iklan ini merupakan respon dari sinyalemen pemerintah federal Australia untuk memberikan bantuan dana kepada maskapai Qantas.

Pekan lalu, Perdana Menteri Tony Abbott memberikan indikasi kuat kalau pemerintah federal tengah mempersiapkan keputusan untuk membatalkan aturan pembatasan kepemilikan asing di maskapai Qantas.

Aturan penjualan saham Qantas ini diterbitkan pada masa pemerintahan Partai Buruh tahun 1992. Aturan ini membatasi kepemilikan saham asing pada maskapai nasional Australia itu hanya sebesar 40 persen. Selain itu investor asing juga hanya dibolehkan  memiliki tidak lebih dari 25% saham dalam perusahaan tersebut.

Sir Richard mengatakan perusahaannya tidak mempersoalkan kebijakan tersebut, namun ia menentang tindakan pemerintah federal untuk memberikan suntikan dana.

"Kami tidak peduli apa yang akan pemerintah lakukan terhadap aturan kepemilikan saham Qantas, yang lebih penting adalah pemerintah tidak perlu memberikan dana talangan kepada Qantas,” tulisnya dalam iklan.

"Keputusan dana talangan itu bukan hal yang tepat untuk industri dan tidak akan memberi manfaat bagi konsumen penerbangan maupun ekonomi Australia,” tegas Sir Richard Branson.

Oposisi mendesak pemerintah mengambil keputusan

Qantas diketahui memang  tengah melobi pemerintah untuk menerbitkan jaminan utang  untuk membantu keuangan perusahaannya.

Kalangan oposisi federal menuntut pemerintah agar mengambil keputusan secepatnya terhadap Qantas.  Oposisi menilai Qantas layak mendapatkan suntikan dana melalui penerbitan surat jaminan utang. Namun oposisi mengkritik lamanya pengambilan keputusan terhadap Qantas.

"Keadaan seperti ini sudah persis terjadi sejak downgrade pertama terjadi, seingat Saya itu sekitar bulan Oktober atau November lalu, jadi kondisi tidak tentu ini sudah  terjadi selama berbulan-bulan,” kata Albanese.

Sementara itu Menteri Keuangan Jockey pekan lalu mengatakan pemerintah telah berupaya maksimal untuk membantu Qantas.
 
Dia mengatakan pada Jumat lalu,  maskapai Qantas telah memenuhi beberapa "tes penting" sehingga ia bersedia menggelontorkan uang pajak dari masyarakat untuk membantu perusahaan swasta.