ABC

Blogger Kuliner Bantu Promosikan Bisnis Tempat Makan di Canberra

Hampir tiap minggu, tampaknya ada restoran atau kafe baru yang dibuka di Canberra, menarik komunitas blogger kuliner yang tengah berkembang di wilayah itu.

Selama beberapa tahun terakhir, blogger kuliner telah menjadi pendorong yang berkembang di industri kuliner Canberra, dengan para pebisnis mengatakan, mereka membantu menempatkan Canberra sebagai tujuan kuliner.

Eileen Tang, pegawai negeri di siang hari dan blogger makanan pada malam hari, menuliskan petualangan kulinernya selama empat tahun terakhir.

"Saya menjadi blogger kuliner karena saya cinta makanan dan saya suka mengambil foto makanan, jadi saya mulai mencari wadah untuk berbagi foto-foto makanan dengan orang lain," ceritanya.

Eileen, yang menggunakan nama ‘The Food Avenue’ di media sosial, membagikan petualangan kuliner terbarunya dalam beberapa platform, termasuk kepada 2.000 pengikut Instagram-nya.

Ia mengatakan, baru-baru ini, ada ledakan dalam jumlah blogger, membantu memperkuat industri kuliner Canberra.

"Kami memiliki banyak blogger kuliner di Canberra. Saya tak tahu kapan mereka muncul, tapi ketika saya mulai menulis blog, hampir tak ada siapa-siapa dan sekarang ada lebih dari 60 blogger yang berdedikasi," ungkapnya.

Meningkatnya jumlah blogger, bersamaan dengan reputasi Canberra yang tengah berkembang sebagai hotspot kuliner, membuat wilayah ini menjadi tuan rumah konferensi blogger kuliner nasional ‘Eat.Drink.Blog’ pada November tahun lalu.

Eileen mengatakan, blogger memiliki kemampuan untuk membantu menyebarkan kelezatan kuliner Canberra kepada dunia, seperti yang terlihat pada fenomena minuman "freakshake" (sejenis milkshake yang dicampur dengan cokelat Nutella dan cake).

"Blogger kuliner membantu menyebarkan. Mereka pergi makan ke luar dan kemudian mereka memberitahu masyarakat di mana tempat terbaik menurut mereka,” utaranya.

Ia mengungkapkan, "Saya benar-benar berpikir para blogger kuliner di Canberra melakukan banyak hal untuk membantu usaha kecil ... itu dapat memberi mereka jangkauan global."

Direktur kampanye wisata ‘Visit Canberra’, Ian Hill sepakat akan hal itu, seraya mengatakan bahwa blogger kuliner adalah "Uji indikator yang besar bagi industri makanan dan minuman anggur dari sebuah daerah."

"Foto-foto yang mereka ambil, video yang mereka rekam, cerita-cerita yang mereka bagi membantu menempatkan Canberra pada peta kuliner dan itu dilakukan dengan cara yang sangat meyakinkan," terangnya.

Dewan Pariwisata tahu pentingnya paparan sosial, setelah mendasarkan dua kampanye utama di sekitar aktivitas blogger dan anggota masyarakat yang aktif secara sosial untuk mengarahkan pengunjung ke Canberra.

"Saya pikir media social, kini, adalah mata uang dalam hal kepercayaan. Media sosial adalah alat yang paling penting untuk tujuan pemasaran," sebut Ian.

Blogger kuliner membuat restoran memberikan pelayanan prima

Industri restoran Canberra juga telah mengakui kekuatan para blogger lokal dan pengguna media sosial.

Kafe seperti ‘The Cupping Room’ telah menggunakan media sosial, menemukan salurannya dan menarik pelanggan di dunia nyata melalui penawaran virtual.

"Sangat bagus bahwa orang-orang bisa datang ke sini dan berbagi pengalaman mereka dengan internet," kata Manajer ‘The Cupping Room’, Caity Reynolds.

"Ini memberi kesempatan pada semua orang di seluruh dunia untuk merasakan pengalaman kami dengan blogger atau pengguna Instagram," akunya.

Caity mengatakan, blogger kuliner juga membantu menjaga restoran "memberi pelayanan prima".

"Ini jelas memberi tekanan pada restoran untuk membuat makanan mereka benar-benar terlihat sempurna ... dengan cara yang positif tentunya, itu bukan pendorong yang negatif," pendapatnya.

Ia lantas mengungkapkan, "Saya percaya menulis blog tentang kuliner jelas telah mendorong tempat-tempat makan di Canberra menjadi lebih baik, termasuk kita sendiri.”

"Semua orang makan dengan mata mereka pertama kali, sehingga Anda ingin menyajikan sesuatu kepada seseorang yang terlihat sebaik rasanya," tambahnya.