ABC

Birokrat Australia Lemah Sikapi Ancaman Serangan Internet

Menteri Keamanan Internet Federal mengatakan dirinya akan menekan kepala departemen pemerintah untuk meningkatkan proses keamanan mereka. Langkah ini dilakukan menyusul temuan dari penelitian menunjukan pejabat departemen merupakan "jaringan yang lemah’ dalam pertahanan nasional terhadap serangan internet.

Fakultas Keamanan Nasional ANU dan Kelompok Telecom Macquarie Telecom mensurvei karyawan yang bertanggung jawab pada keamanan internet di sekitar 60 lembaga pemerintah dan perusahaan berskala menengah.
Sekitar 40 persen dari mereka mengaku dewan pimpinan di institusi mereka memiliki pengetahuan terbatas atau sangat buruk mengenai resiko keamanan di internet, seperti pembajakan, spionase, malware atau pencurian data, dan sekitar 60 persen dari manager keamanan nasional berada di level eksekutif.
Dr Tim Legrand dari Fakultas Keamanan Nasional atau ‘National Security College’ mengatakan pengaturan keamanan internet di lembaga pemerintahan ‘lemah’.
"Pemerintah dan industri swasta menghadapi kurangnya pengetahuan dan kesadaran mengenai bentuk-bentuk kerentanan di internet amat jelas, "katanya.
Dan kondisi ini dapat memicu peristiwa seperti serangan yang telah membuat situs sensus dipadamkan, kasus di mana Biro Statistik Australia mengontrak perusahaan teknologi informasi IBM, menurut Dr Legrand.
"Sering kali mereka yang berwenang mengendalikan kontrak jasa seperti itu tidak tahu apa yang mereka tidak tahu, "katanya.
"Mereka tidak memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang risiko semacam ini sehingga cukup mampu untuk menilai kontrak pengadaan.”
“Dan saya pikir dampaknya yang terjadi sudah cukup cukup jelas berkaca pada apa yang terjadi dengan serangan pada sensus yang lalu."

Pejabat senior tidak siap

Pasca serangan dari luar terhadap Biro Meteorologi tahun lalu, Pemerintah Australia pada April lalu mengumumkan akan mengalokasikan anggaran sebesar $230 juta untuk mencegah serangan internet.
Menteri yang membantu Perdana Menteri di bidang Keamanan Internet, Dan Tehan, meluncurkan laporan ini.
Ia mengatakan Pemerintah akan memberitahukan kepada kepala departemen untuk menyikapi serius keamanan internet ini.
"Apa yang akan saya lakukan adalah saya akan menulis surat kepada semua menteri di kabinet dan meminta mereka untuk menegaskan kepada para pejabat di lembaganya mengenai perlunya mereka menyikapi masalah keamanan internet ini dengan serius,”
"Saya juga akan mendesak perlunya mereka untuk memastikan adanya laporan mengenai apa yang terjadi pada tingkat senior eksekutif, dan ada seseorang yang bertanggung jawab di tingkat senior eksekutif untuk keamanan cyber. "
Direktur Manager Institut Direktur Perusahaan Australia, John Brogden, mengaku dewan pipinan bermain mengejar ketinggalan.
"Tidak diragukan lagi kalau isu keamanan internet telah mengejutkan kalangan dewan pimpinan [di perusahaan-perusahaan],” kata Brogden.
"Ini merupakan masalah seluruh dunia yang didorong oleh kuatnya kejahatan terorganisir, dan benar sekali dalam banyak kasus dewan pimpinan dan perusahaan terlalu lamban memahami skala dari ancaman ini. "
Brogden mengatakan bagian dari masalah ini adalah bahwa teknologi begitu pesat berkembang dan dewan pimpinan perusahaan tidak bisa menyamainya.
"Pada saat ini, jaminan terbaik yang setiap dewan dapatkan dari manajemen adalah bahwa kita aman terhadap serangan cyber sekarang," katanya.
"Secara harfiah saat kami mengatakan itu, kita tidak tahu apakah kita aman sore ini besok atau minggu depan karena teknologi ini berubah sepanjang waktu."
Diterjemahkan pukul 17:45 WIB, 2/11/2016, oleh Iffah Nur Arifah. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.