ABC

Bill Shorten Sebut PM Turnbull Bertindak Kotor Terhadap Dirinya

Menggerebek kantor serikat buruh Australian Workers' Union (AWU) merupakan bagian dari "upaya kotor Perdana Menteri" untuk memfitnah lawan-lawan politik Pemerintah. Demikian dikatakan Pemimpin Partai Buruh yang pemimpin oposisi Bill Shorten.

Kepolisian Federal (AFP) kemarin menggerebek kantor AWU sebagai bagian dari penyelidikan atas pengeluaran sumbangan yang dilakukan lebih dari satu dekade lalu ke kelompok lobi LSM GetUp, dan kepada caleg-caleg Partai Buruh.

Bill Shorten saat itu memimpin AWU namun dia menyatakan penggerebekan ini tindakan tak pantas oleh "pemerintahan yang semakin putus asa".

Pemimpin Partai Buruh (ALP) ini sebelumnya telah dinyatakan bersih terkait kasus tersebut oleh komisi khusus yang memeriksa serikat pekerja.

"Sebuah komisi khusus lengkap telah dibentuk - dalam upaya yang tak kecil demi menyerang reputasi saya," kata Shorten merujuk ke penyelidikan komisi yang dibentuk Pemerintah Tony Abbott tahun 2014 itu.

"$ 80 juta uang rakyat terbuang. Saya menjawab dan menghadiri komisi khusus itu selama dua hari ... Dan di akhir pemborosan uang itu - fitnahan politik itu - tidak ada temuan negatif yang ditemukan," tuturnya.

Namun PM Malcolm Turnbull berpendapat Bill Shorten dan AWU mempunyai "pertanyaan yang harus untuk dijawab".

AFP officers face a sign at AWU office that says "The Australian Workers' Union Stronger Together"
Petugas AFP tiba di kantor serikat buruh AWU cabang Victoria di Melbourne.

AAP: Julian Smith

"Bill Shorten memiliki pertanyaan untuk dijawab mengapa serikat buruhnya memberikan sumbangan $ 100.000 kepada GetUp, sebuah organisasi yang bisa saya sebut menentang sebagian besar industri yang justru mempekerjakan anggota AWU," kata Turnbull.

Dia membantah penyelidikan tersebut merupakan bagian dari "mencari-cari kesalahan".

"Itu menunjukkan kurangnya respek Partai Buruh kepada AFP dan supremasi hukum. AFP benar-benar independen seperti yang diketahui sendiri oleh Partai Buruh," kata Turnbull.

PM Turnbull ditanyai mengapa penyelidikan lebih lanjut diperlukan padahal penyelidikan komisi khusus telah dilaksanakan sebelumnya.

"Saya tidak memiliki komentar selain mengatakan bahwa komisi khusus tersebut melakukan penyelidikan yang sangat panjang, memberikan rekomendasi yang sangat berharga," katanya.

"Satu-satunya fitnah adalah fitnah yang coba dilakukan Partai Buruh terhadap Kepolisian Federal Australia," ujar PM Turnbull.

Sumbangan $ 100.000 'diumumkan'

Serikat buruh AWU mengajukan permohonan ke Pengadilan Federal Rabu pagi (25/10/2017) untuk menggugat legalitas penyelidikan dan surat perintah eksekusi kemarin.

Meskipun demikian Ketua AWU Daniel Walton berjanji untuk bekerja sama. "100 persen," katanya.

"Kami telah bekerja sama sebelum kami mengalami situasi luar biasa ini kemarin. Selama usia 131 tahun kami, tidak satu kesempatan pun dimana AWU tidak bekerja sama dalam penyelidikan. Kami tidak berniat mengubah hal itu," kata Walton kepada Program AM ABC News.

Dia menolak diperlukannya penggerebekan itu dan membantah klaim dari Registered Organisations Commission (ROC) bahwa dokumen-dokumen terkait bisa disembunyikan atau dimusnahkan oleh AWU.

"Hal yang aneh yaitu bahwa kami telah menyampaikan perincian kepada ROC untuk menunjukkan bukti pernyataan mengenai hal ini," katanya.

Walton mengatakan sumbangan tersebut "jelas-jelas" terbuka dan sesuai peraturan.

Dia mengatakan keputusan untuk memberikan uang kepada LSM Get Up diambil setelah "banyak berdiskusi" 10 tahun yang lalu. Menurut dia, serikat buruh ini yakin bahwa pembentukan organisasi aktivis politik baru itu sejalan dengan kepentingan anggotanya serta uang sumbangan tersebut telah diumumkan.

"Kami tidak setuju dengan semua hal yang dilakukan Get Up. Namun kami jelas tidak setuju dengan semua hal yang dilakukan serikat pekerja atau apa yang dilakukan semua partai politik, atau siapa pun di ALP," kata ketua AWU.

"Kami memiliki perbedaan dari waktu ke waktu tapi pada dasarnya kepentingan mereka sesuai dengan keinginan kami. Itulah sebabnya kami mendukung mereka," tegasnya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.