ABC

Beragam Kehidupan Beragama di Melbourne

Sebagai negara dimana sebagian besar penduduknya adalah migran yang berasal dari negara lain, Australia tentu juga menampilkan keberagaman budaya, termasuk juga tempat-tempat warga melakukan kegiatan beragama.

Gereja, mesjid, kuil, ataupun pusat keagamaan lainnya tersebar di seluruh pelosok kota Melbourne dan sekitarnya. Pada awalnya tempat keagamaan itu merupakan tempat juga satu kelompok masyarakat dari negara tertentu berkumpul. Walau "perkampungan" suku itu sekarang tidak lagi terlihat mencolok, namun keunikan masing-masing tempat tersebut masih membawa ciri kesukuan dari tempat mereka berasal.

 

Mesjid Omar bin Al Khattab di kawasan Preston (Photo: ABC Sastra Wijaya)
Mesjid Omar bin Al-Khattab ini berada di kawasan Preston, dimana sebagian besar warganya berasal dari berbagai suku. Disebutkan bahwa warga asal Macedonia mulai pindah ke Preston setelah perang dunia kedua. Di tahun 1980-an, warga dari Asia dan Timur Tengah mulai membeli rumah di kawasan tersebut, dan sekarang ini sekitar 30 persen, warga di sana lahir di luar negeri.
Photo: ABC Sastra Wijaya
Mesjid Omar Khattab ini didirikan tahun 1976, dengan dana dari warga Bosnia dan Arab. Setiap hari diperkirakan 800 orang melakukan sholat di sana, dan dalam sembahyang jumat diperkirakan 1000 orang akan hadir dari berbagai kalangan.
Gereja Ortodoks Yunani St Constantine and Helen di South Yarra (Photo: Sastra Wijaya)
Warga keturunan Yunani merupakan salah satu warga terbesar di Australia. Menurut sensus penduduk Australia tahun 2011, 378 ribu warga Australia merupakan keturunan Yunani. Melbourne merupakan kota ketiga terbesar di dunia setelah Athena dan Thesalonika yang memiliki penduduk keturunan Yahudi. Di Australia, bahasa Yunani adalah bahasa terbesar kelima setelah Inggris, China, Arab,dan Italia.
Photo: Sastra Wijaya
Sebagian besar warga Yunani menganut paham Kristen Ortodoks dan peletakan batu pertama pembangunan gereja St Konstantine dan Helen ini dilakukan 29 Mei 1898.
Kawasan South Yarra dimana gereja ini terletak menjadi salah satu daerah yang memiliki banyak penduduk keturunan Yunai sejak mereka pindah pertama kali dari Eropa di akhir abad ke-19.
Budha Festival di Federation Square (Photo: Sastra Wijaya)
Ini adalah suasana Festival Budha yang dilangsungkan baru-baru ini di Federation Square guna merayakan ulang tahun Sang Budha Gautama. Perayaan ulang tahun Sang Budha tiap tahun menurut kalender Masehi berbeda-beda, karena kelahirannya dirayakan pada tanggal 8 bulan keempat menurut kalender bulan.
Photo: Sastra Wijaya
Di Australia, mereka yang beragama Budha berasal dari berbagai negara, mayoritasnya dari Thailand, China, Taiwan, Jepang dan Korea.
Gereja Katolik St Fidelis di kawasan Moreland (Photo: Sastra Wijaya)
Selain warga asal Yunani, salah satu migran terbesar dari Eropa ke Australia adalah dari Italia setelah warga Inggris.

Sebagian besar dari sekitar 400 ribu warga asal Italia, 40 persen diantara mereka tinggal di negara bagian Victoria, dengan Melbourne sebagai salah satu pusatnya. Di kota Melbourne, Jalan Lygon misalnya dikenal sebagai kawasan Little Italy, karena begitu banyaknya restoran menjual makanan asal Italia.
Photo: Sastra Wijaya
Gereja St Fidelis di kawasan Moreland ini didirikan di tahun 1927. Biasanya di kawasan yang memiliki gereja katolik, akan juga memiliki sekolah, kadang hanya untuk sekolah dasarnya, namun banyak juga yang memiliki sekolah sampai sekolah menengah.