ABC

Benarkah Kekebalan Tubuh Mampu Mengingat Penyakit yang Pernah Diderita?

Ketika Anda merasa bugar, Anda cenderung untuk tak berpikir terlalu banyak tentang sistem kekebalan tubuh. Tapi, bagaimana sebenarnya tubuh kita menangkal penyakit?.

Semua yang ada di sekitar kita adalah bakteri, virus, dan parasit yang memiliki potensi untuk membuat kita sangat sakit. Namun luar biasanya, sebagian besar dari kita tak sering sakit.

Hal ini disebabkan tubuh Anda mampu menangkis penjajah potensial ini dengan beberapa lapisan pertahanan, atau dikenal sebagai sistem kekebalan tubuh Anda.

Sistem kekebalan tubuh tak hanya dirancang untuk mencari dan menghancurkan penyebab penyakit, ia juga mengingat penyakit yang dihadapi sehingga mereka cepat tertangani ketika kembali menyerang.

Gambar 3 dimensi dari sel darah merah, sel darah putih dan bacteria di permukaan jaringan. (Foto: iStockPhoto)
Gambar 3 dimensi dari sel darah merah, sel darah putih dan bacteria di permukaan jaringan. (Foto: iStockPhoto)

Pertahanan berlapis

Ketika Anda melakukan kontak dengan penyakit, lapisan pertahanan pertama bertujuan untuk menghentikan 'penjajah' memasuki tubuh Anda terlebih dahulu.

Hal itu mungkin membantu untuk memikirkan hal ini sebagai parit di sekitar istana. Lapisan luar pertahanan anda meliputi penghalang fisik (kulit) dan cairan tubuh yang dirancang untuk membunuh atau membasuh infeksi (air atau lendir yang ditemukan di bagian tubuh yang dilapisi kelenjar lendir, hidung serta saluran pernapasan anda).

Ia beroperasi dengan cara yang sama setiap waktu, terlepas dari tipe penjajah/ penyakit yang dihadapi dan ini adalah cara yang sangat efektif untuk melindungi kita dari infeksi.

Tetapi beberapa infeksi berhasil melewati garis depan ini (membuat mereka melewati ‘parit’ dan masuk melalui jembatan tadi). Pada titik ini, tubuh Anda mengaktifkan sistem yang kompleks yang dirancang untuk mencari dan membersihkan tubuh Anda dari infeksi.

Sistem kekebalan tubuh yang adaptif ini- yang membantu tubuh Anda beradaptasi dengan infeksi dan menciptakan kekebalan- agak seperti penjaga istana yang lari dari kamar ke kamar mencari penjahat.

Melawan infeksi

Dr Penny Burns, seorang dokter umum yang berbasis di Sydney dan juru bicara ‘Royal Australian College of General Practitioners’, mengatakan, "Ketika tubuh merasakan ada virus atau infeksi lain, seperti bakteri, tubuh bereaksi untuk mencoba dan menghancurkan benda asing ini."

Salah satu hal pertama yang terjadi adalah satu jenis sel darah putih yang disebut ‘makrofag’ diaktifkan.

"Makrofag mengenali virus atau infeksi lain sebagai benda asing dan menelan mereka untuk menghancurkannya," jelas Dr Penny.

Namun, makrofag bisa kewalahan - terutama jika Anda mendapatkan infeksi dosis besar.

"Ini berarti, tak semua virus dihancurkan. Virus tak bisa hidup sendiri, mereka masuk ke dalam tubuh dan beredar di darah mencoba untuk bermigrasi ke dalam sel manusia, tempat di mana mereka bisa mereplikasi dan tumbuh serta bertambah jumlahnya,” terang Dr Penny.

"Ketika virus terus berkembang biak di dalam tubuh Anda, Anda bisa mendapatkan gejala infeksi," sambungnya.

Pada saat inilah, tubuh butuh untuk meningkatkan cara melawan infeksi dan mengaktifkan bagian lain dari sistem kekebalan tubuh yang kompleks. Ini termasuk mengaktifkan jenis lain dari sel darah putih (sel-B dan sel-T).

"Sel-B memproduksi antibodi protein yang menempel ke virus dan melabelinya sebagai benda asing agar sel-sel lain menghancurkannya," tutur Dr Penny.

Ia mengatakan, sel-T bekerja untuk membersihkan tubuh kita dari infeksi: "Mereka mengenali sel yang terinfeksi dan menghancurkannya."

Lebih lanjut Penny mengemukakan, "Setelah infeksi telah dibersihkan, sejumlah kecil sel-B dan sel-T bertahan dalam darah dengan memori virus, yang memungkinkan mereka untuk mengaktifkan dan menghancurkan virus lebih cepat saat mereka masuk ke dalam tubuh."

Hal ini dikenal sebagai imunitas. Tak masalah apakah infeksi yang Anda lawan adalah bakteri, virus ataukah parasit - proses umumnya sama.

Ini juga bagimana cara vaksinasi bekerja. Bila Anda memiliki vaksinasi, hal itu seperti memasukkan "memori palsu" ke dalam sistem kekebalan tubuh Anda.

Anda bisa mengembangkan kekebalan tanpa ketidaknyamanan dari memiliki penyakit, Dr Penny mengatakan: "Anda mendapat awal yang dini untuk membunuh virus.”