ABC

Bekerja sebagai Pendidik Childcare di Perth

Ketika di Indonesia hangat membicarakan penerapan sekolah sehari penuh (full day school), di Australia hal tersebut sudah dilakukan paling tidak untuk anak-anak di bawah usia lima tahun. Berikut pengalaman Novi Wilkinson yang bekerja sebagai pendidik di Perth, Australia Barat.

Nama saya Novi, saat ini bekerja di sebuah full day childcare di Perth, Australia Barat. Sebagai seorang pendidik anak usia dini, saya sangat beruntung sekali bisa mendapatkan pengalaman bekerja di 4 negara yang berbeda (Indonesia, Inggris, Malaysia dan Australia).

Childcare adalah tempat penjagaan anak ketika orang tua mereka bekerja. Childcare tempat saya bekerja buka pada pukul 7 pagi dan tutup pada pukul 6 sore. Anak-anak yang datang ke childcare berumur dari 6 minggu hingga 5 tahun.

Ada 3 ruangan di childcare tersebut, satu ruangan untuk penjagaan bayi yang berumur 6 minggu hingga 2 tahun, ruangan Toddler untuk penjagaan anak umur 2-3 tahun dan ruangan Kindy untuk anak yang berumur 3 – 5 tahun.

Selain childcare, perusahaan tempat saya bekerja juga mengadakan Before dan After School Club, dimana, orang tua bisa mengantar anaknya pada pukul 7 sebelum sekolah dimulai, dan anak-anak dijemput pada pukul 6 sore.

Para pendidik di before dan after school nanti yang akan mengantar dan menjemput anak-anak dari sekolah. Setelah pulang sekolah, anak-anak diberikan kegiatan dan makan di klub tersebut.

Rutinitas childcare di Perth, hampir sama dengan rutinitas daycare atau penitipan anak lainnya di Indonesia.

Pagi hari ketika anak sampai di childcare, mereka disambut oleh para pendidik dan diberikan kebebasan untuk bermain. Mereka diberi kebebasan untuk memilih mainan yang mereka sukai. Setelah bermain, pada pukul 9 pagi, anak-anak diberi makan buah.

Sesudah selesai makan buah, anak anak berkumpul untuk Circle Time, dimana pendidik bernyanyi bersama anak-anak dan membahas tentang pelajaran yang telah disiapkan sesuai dengan tema pada hari itu.

Pendidik telah menyiapkan berberbagai aktivitas untuk anak-anak, seperti art and craft, mainan lego, puzzle, home corner, melukis, membaca buku dan kegiatan lainnya. Setelah Circle Time selesai, anak-anak di beri kebebasan kembali untuk memilih kegiatan yang ingin mereka lakukan.

Pada pukul 11, anak-anak mendapatkan makan siang. Menu yang diberikan bervariasi dan sehat.

Sesudah makan siang, anak-anak diberikan waktu untuk beristirahat. Ada dari mereka yang tidur, dan ada yang hanya istirahat ditempat tidur 30 menit, kemudiah mereka diberikan kegiatan sambil menunggu teman-teman yang lain bangun.

Pada pukul 2 siang, aktifitas dimulai lagi. Kali ini anak-anak diberi kebebasan untuk bermain diluar. Ada tempat bermain pasir, rumah-rumahan, bersepeda, dan lainnya. Di luar ruangan pun, pendidik juga menyiapkan aktifitas seperti melukis, art & craft dan kegiatan lainnya. Anak-anak diberikan kebebasan untuk memilih dan melakukan kegiatan tersebut.

Gedung yang digunakan untuk childcare
Salah satu gedung chldcare di Australia.

Foto: Novi Wilkinson

Dalam seharian pendidik harus menyiapkan kegiatan dan permainan yang menarik untuk anak-anak agar mereka tidak bosan dan tertarik untuk melakukan kegiatan tersebut. Setiap kegiatan yang dilakukan anak harus memberikan manfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan anak.

Kegiatan dan tema yang disiapkan, dipilih berdasarkan minat anak-anak.

Selama mereka di Childcare, tidak ada televisi, pendidik hanya sesekali menggunakan ipad atau laptop untuk menunjukkan video tentang binatang atau film lain yang berhubungan dengan tema pada hari itu. Ipad dan laptop digunakan untuk menunjang kegiatan di Childcare.

Pada pukul 5, biasanya anak-anak sudah mulai dijemput oleh orang tua. Anak-anak sangat senang ketika melihat orang tua mereka.

Para orang tua pun senang, ketika anak-anak yang mereka jemput senang. Pertanyaan yang saya sering dengar dari orang tua kepada anaknya ketika menjemput anaknya adalah “Did you have fun today?”, atau “Did you have a good day?”

Kebanyakan anak-anak menjawab “YES” dengan senyum yang lebar di wajah mereka. Sebagai Pendidik, kami selalu memberikan laporan singkat tentang kegiatan yang dilakukan pada hari itu dan tidak lupa mengatakan “He/She had a great day today” atau He/She had lots of fun today. :D

Sekilas kegiatan Childcare di Perth sangat sederhana namun pada kenyataannya tidak begitu. Sebagai pendidik, kami harus menyiapkan kegiatan yang sesuai dan mengikuti panduan yang telah dibuat oleh pemerintah Australia.

Panduan tersebut dinamakan The Early Years Learning Framework for Australia (Kerangka kerja bagi Pendidikan Usia Dini).

Untuk menjadi seorang assistant pendidik di sebuah Childcare di Perth, seseorang wajib memiliki minimal Sertifikat 3 di Early Childhood Education atau Children’s Service. Untuk menjadi pendidik yang kompeten, seseorang harus memiliki Diploma di Early Childhood Education & Care atau Children’s Service (Pendidikan Usia Dini).

Bagi pendatang seperti saya, tidak mudah untuk mendapatkan pekerjaan sebagai seorang pendidik di sebuah Childcare. Saya pernah mengirimkan 50 lamaran pekerjaan ke berbagai Childcare di Perth.

Dari 50 lamaran tersebut, saya hanya mendapatkan 20 interview dan beberapa tawaran pekerjaan.

Pernah, suatu hari saya menghadiri group interview disalah satu Childcare. Dari 18 orang, hanya saya satu-satunya orang Asia. Rata-rata yang hadir pada interview tersebut memiliki setidaknya 2 hingga 3 kualifikasi di bidang pendidikan anak.

Sudah bisa ditebak, saya tidak lolos pada seleksi berikutnya, karena saya tidak mempunyai ijasah dibidang pendidikan anak usia dini dari lembaga pendidikan di Australia.

Walaupun saya tidak memiliki ijasah dari lembaga pendidikan anak usia dini di Australia, saya pernah bekerja dan belajar di negara lain. Sehingga saya masih memiliki kesempatan untuk bekerja sebagai pendidik di Australia.

Untuk dapat bekerja di sebuah childcare di Australia, saya harus mengirimkan ijasah saya untuk dinilai dan disetarakan dengan kualifikasi di Australia.

Bekerja sebagai Pendidik di sebuah childcare di Perth, telah memberikan banyak sekali pengalaman baru. Childcare di Perth, banyak yang menggunakan metode Montessori, Learning through Play dan Reggio Emilia dimana anak-anak belajar melalui bermain dan dengan cara yang menyenangkan.

Pembelajaran lebih terfokus kepada minat anak, bukan pendidik. Anak-anak belajar dengan berinteraksi dengan lingkungannya.

* Novi Wilkinson sekarang tinggal di Perth memiliki diploma dalam cara mengajar model Montesorri di Inggris.