ABC

Beasiswa Studi Pasca Sarjana Australia Awards di Indonesia

Kabar baik bagi anda yang berminat melanjutkan studi ke Australia. Kesempatan untuk mendapatkan beasiswa program studi Master dan PhD melalui Program Australia Awards Postgraduate Scholarship 2017 (Long Term Awards) kini sudah dibuka kembali pendaftarannya.Sejumlah penerima program beasiswa ini berbagi tips untuk bisa sukses mendapatkan kesempatan beasiswa ini.

Australian Awards Postgraduate Scholarship (Long Term Awards)  merupakan salah satu program beasiswa yang ditawarkan lembaga The Australia Awards di Indonesia yang didukung oleh Pemerintah Australia dan sudah berlangsung selama 60 tahun.

Sejak 1 Februari 2017 lalu, pendaftaraan untuk beasiswa ini sudah dibuka hingga 30 April 2017 mendatang.

Beasiswa ‘Long Term Awards’ ini menawarkan kesempatan beasiswa penuh bagi warga negara Indonesia untuk memperoleh kualifikasi pascasarjana (Master atau PhD) di perguruan tinggi di Australia.

Pengumuman pembukaan pendaftaran program beasiswa Australia Awards Postgraduates 2017
Pengumuman pembukaan pendaftaran program beasiswa Australia Awards Postgraduates 2017

Australia Awards Website

Setiap tahun jumlah peminat beasiswa ini terus bertambah, karenanya proses seleksi penerima beasiswa ini pun semakin ketat.

Oleh karena itu Jasmal Martora, salah seorang penerima Beasiswa Australian Awards Postgraduate 2016 menyarankan agar peminat program ini melakukan persiapan akademik dan non akademik jauh-jauh hari untuk mengikuti proses seleksi program beasiswa ini.

“Saya sarankan agar yang hendak mendaftar membaca dengan seksama panduan beasiswa ini di situs Australian Award."

Persiapan non akademik yang juga mendukung adalah menjaga tubuh tetap fit agar mampu mengikuti tahapan proses seleksi dengan baik.

Jasmal Martura berasal dari Maluku Utara, Ia berhasil mendapat beasiswa untuk menempuh studi S2 dibidang ‘Sustainable Tourism Management ‘ di Monash University, Melbourne.

Kuliahnya baru akan dimulai akhir Februari mendatang, namun ia sudah berada di Melbourne sejak awal tahun untuk mengikuti program pembekalan akademik.

Menilik dari pengalamannya, Jasmal berbagi tips khusus bagi peminat yang berasal dari wilayah Indonesia Timur.

Jasmal Martora
Jasmal Martora, penerima beasiswa Australia Awards Postgraduates 2016 asal Maluku Utara dan akan mulai mengikuti perkuliahan akhir bulan Februari ini di Monash University Melbourne.

Jasmal Martora

“Bagi yang berasal dari Indonesia Timur, pengaturan waktu untuk mempersiapkan berkas persyaratan sangat penting. Kebanyakan dari Maluku Utara, saya lihat banyak mahasiswa terkendala dengan tes TOEFL dan IELTS."

"Itu dikarenakan disana belum banyak institusi yang menyelenggarakannya.  Kadang kita harus menunggu kuota tertentu baru bisa ikut tes dan bahkan kadang harus menunggu beberapa bulan. Karenanya persiapkan ikut tes TOEFL atau IELTS jauh-jauh hari.” kata Jasmal kepada Iffah Nur Arifah dari ABC Australia Plus Indonesia.

Tips lain yang disarankan oleh pria asal Maluku Utara ini adalah memilih bidang studi yang sejalan dengan agenda pembangunan Indonesia.

Meski proses seleksi berjalan ketat dan persiapan yang dilakukan juga membutuhkan usaha yang tidak mudah, namun menurut Jasmal sangat layak dilakoni karena manfaat yang ditawarkan program beasiswa ini sangat besar.

“Australia Awards merupakan program beasiswa yang sangat komplit dan setelah tiba di Melbourne, saya benar-benar merasakan bedanya. Pemerintah Australia memperlakukan dan membekali kita dengan sangat baik dari segi wawasan kebudayaan maupun soft skill lainnya.

"Kita bahkan diberi pelatihan aplikasi khusus yang digunakan di kampus di Australia, banyak teman dari program beasiswa lain kebingungan dengan aplikasi ini tapi kami sudah diajari terlebih dahulu.”

Keunggulan program beasiswa Australian Awards ini juga yang membuat dosen Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas  Daarussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Ahmad Saifullah lebih memilih program beasiswa ini diantara pilihan yang lain.

Ahmad Saifullah, Dosen Universitas Daarussalam Gontor
Ahmad Saifullah, mengunjungi Islamic Museum of Australia di Thornbury, Melbourne ketika mengikuti kegiatan pertukaran pemuda Muslim Indonesia - Australia (MEP) pada tahun 2015 lalu.

http://sitifitriani.blogspot.com.au/

“Kebetulan saya juga lolos seleksi beasiswa dari Kementerian Agama dan juga beasiswa dari Pemerintah Inggris, tapi saya lebih memilih melanjutkan studi ke Australia karena pertimbangan kampus yakni University of New South Wales (UNSW) masuk peringkat 10 besar dunia untuk bidang pendidikan.”

Ahmad Saifullah saat ini tengah menjalani pelatihan pra-keberangkatan berupa kursus Bahasa Inggris untuk keperluan akademik yang menjadi bagian dari paket beasiswa yang diterimanya.

Ia beserta keluarga akan berangkat ke Australia pada bulan Juli mendatang dan tinggal disana selama 4 tahun untuk menyelesaikan studi PhD di bidang Ilmu Pendidikan di UNSW dengan mengambil subjek riset 'Pengembangan kurikulum di pesantren untuk mempromosikan perdamaian'.

Pada tahun 2015 lalu, Ahmad Saifullah menjadi peserta pertukaran pemuda Muslim Indonesia - Australia (MEP), pengalaman ini juga semakin menguatkan tekadnya untuk memilih beasiswa studi ke Australia.

"Ketika mengikuti MEP saya jadi tahu Australia itu sangat multikultur, dan banyak juga imigran muslimnya disana. Jadi Australia punya kesamaan dengan Indonesia dalam hal kemajemukan."

Penerima beasiswa Australia Award ini nantinya akan bergabung dengan lebih dari 8.000 alumni Australia Awards dari Indonesia dan lebih dari 80.000 alumni Indonesia yang telah belajar di perguruan tinggi di Australia – yang kini membentuk jaringan alumni.

Penawaran beasiswa Australia Awards Postgraduate Programs ini juga memberi kesempatan yang setara bagi pelamar perempuan, kelompok difabel dari seluruh Indonesia, dan pelamar dari Area Fokus Geografis (Aceh, NTB, NTT, Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara).

Proses pendaftaran ditutup pada  Minggu, 30 April 2017.