ABC

Banyaknya Udang Kecil di Lautan Tandai Musim Kemunculan Paus

Seekor paus biru telah terlihat berenang bersama kawanan lumba-lumba di lepas pantai barat daya Victoria. Pada saat yang sama, seorang ahli mengatakan, udang kecil dalam jumlah yang besar menandakan tahun yang baik untuk menyaksikan paus.

Sebuah survei udara yang dilakukan oleh ‘Blue Whale Study’, sebuah organisasi riset independen, menyaksikan 11 paus biru pygmy serta kawanan udang kecil di dekat perairan Portland, Victoria, pekan lalu.

Survei ini melibatkan penjelajahan garis pantai untuk mencari mamalia tersebut dan sumber makanan mereka di saat musim kenaikan massa air laut (upwelling) dimulai.

Upwelling adalah suatu proses yang didorong oleh gerakan angin ketika air bersuhu dingin dan kaya nutrisi muncul ke permukaan.

Dr Pete Gill dari Blue Whale Study mengatakan, proses itu begitu penting bagi spesies krustasea kecil yang menjadi sumber makanan paus biru.

"Udang kecil adalah krustasea mini yang tumbuh sampai sekitar 2 cm tetapi mereka berkerumun dalam jumlah miliaran, dan mereka menyediakan pasokan makanan yang benar-benar kaya nutrisi bagi hewan terbesar yang pernah ada di dunia ini," jelasnya.

"Paus biru memiliki mulut yang sangat besar yang memungkinkan mereka menelan sebanyak 80 atau 100 ton air dan udang kecil dan kemudian mereka menyaring udang kecil dan menelan mereka,” tutur Dr Gill.

"Benar-benar penting bagi paus biru untuk memiliki banyak persediaan makanan, dan tahun ini untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun terakhir, kami melihat banyak udang kecil," tambahnya.

Paus
Paus muncul dari dalam gerombolan udang kecil di lepas pantai Portland.

Supplied: Blue Whale Study Inc.

Sejumlah foto yang diunggah di media sosial menunjukkan seekor paus berenang dengan kawanan lumba-lumba, dan paus lainnya muncul dari bawah kerumunan udang kecil.

Dr Gill mengatakan, itu adalah penampakan yang sangat langka, yang menjadi pertanda baik untuk setahun ke depan.

"Paus ini berenang diam-diam di bawah udang kecil dan tak terlihat berupaya untuk melahap mereka," sebutnya.

"Jika paus biru lapar, ia akan mengobrak-abrik gerombolan udang kecil itu. Ia akan menerjang makhluk kecil itu dengan mulut besarnya yang terbuka, yang mencoba melahap sebanyak mungkin udang kecil,” jelas Dr Gill.

"Fakta bahwa paus muncul ke permukaan laut dengan santai di bawah segerombolan udang kecil menunjukkan adanya begitu banyak makanan di sekitar paus tersebut yang membuat ia makan dengan baik,” imbuhnya.

Udang Kecil
Paus biru bisa memakan hingga 40 juta udang kecil per hari.

flickr.com

Kekhawatiran akan dampak perubahan iklim

Para peneliti telah mengamati daerah yang disurvei itu, yang dikenal sebagai areal makan Bonney, sejak tahun 1998.

Dr Gill mengatakan, mereka telah mengalami periode kenaikan massa laut yang lemah lebih lama, dan telah menyaksikan beberapa paus bertubuh kurus.

"Ketika itu terjadi dari tahun ke tahun, Anda mulai bertanya-tanya apakah ada beberapa perubahan dalam sistem ... apakah itu akan bangkit kembali," ujar Dr Gill.

"Kita sekarang berhadapan dengan perubahan iklim yang memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap laut secara keseluruhan, kita tak tahu dampaknya akan seperti apa di sistem kenaikan massa laut ini," jelasnya.

Survei udara telah membuat mereka berharap bahwa tahun ini akan menjadi tahun yang makmur bagi paus dan spesies laut lainnya.

Studi ini akan terus berlanjut di saat musim paus berlangsung. Para peneliti menjelajahi air dengan sebuah perahu kecil.

Meskipun paus biru pygmy tumbuh hingga 25 meter panjangnya, Dr Gill mengatakan, bisa saja sulit untuk menemukan mereka.

"Untuk ukuran hewan yang besar, mereka bisa sangat sulit untuk ditemukan - tak peduli seberapa besar paus biru itu, lautan jauh lebih besar," ungkapnya.

"Mereka adalah raksasa laut yang bisa bergerak cepat dari satu area makan ke area makan yang lain,” kata Dr Gill.

"Mereka bisa mempertontokan kepada anda bahwa meluncur dalam lautan bisa begitu mudah," sambungnya.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterbitkan: 18:30 WIB 6/3/2017 oleh Nurina Savitri.