ABC

Banyak Wanita Australia Tidak Jalani Tes Kanker Leher Rahim

Hampir 50 persen wanita di Australia tidak menjalani pemeriksaan teratur berkenaan dengan kanker leher rahim, demikian data terbaru dari Yayasan Kanker Leher Rahim Australia.

Pemeriksaan mengenai kanker leher rahim yang dilakukan oleh para dokter dan layanan kesehatan khusus perempuan, secara statistik akan menemukan adanya kelainan tingkat rendah di sekitar 100 ribu wanita setiap tahunnya, dan kelainan tingkat tinggi di sekitar 30 ribu perempuan.

Kanker ini bisa dicegah sepenuhnya, dengan kelainan tersebut bisa diobati, bila dideteksi sebelum kelainan itu berubah menjadi tumor atau kanker.

Direktur Eksekutif Australian Cervical Cancer Foundation Joe Tooma mengatakan masih ada 'beberapa juta" wanita Australia yang belum menjalani pemeriksaan secara teratur.

"Sementara yang lain bisa menjalani pemeriksaan setiap dua tahun sekali, 43 persen lainnya tidak menjalani pemeriksaan dengan teratur." katanya.

"Yang kita ketahui adalah bahwa 90 persen perempuan yang akan terkena kanker leher rahim atau meninggal karenanya berada di kelompok tersebut."

Vaksin hanya bisa melindungi 80 persen

Joe Tooma meluncurkan Pekan Kesadaran Kanker Leher Rahim Nasional di Australia minggu ini.

Dia mengatakan bahwa seluruh perempuan yang masih aktif melakukan hubungan seksual sampai usia 70 tahun harus menjalani pemeriksaan sedikitnya setiap dua tahun sekali.

Dia menyarankan para perempuan muda khususnya untuk mengunjungi dokter mereka, 57 persen wanita berusia 18-24 tahun, tidak memeriksakan diri secara teratur.

"Salah satu masalahnya adalah bahwa meski vaksin kanker leher rahim sangat efektif dan sangat aman, namun ini hanya melindungi anda dari dua virus utama kanker yang menyebabkan 80 persen kanker leher rahim." kata Tooma.

"Virus lain yang menyebabkan 20 persen kanker lainnya belum bisa ditanggulangi oleh vaksin tersebut."

Vaksin kanker leher rahim yang tersedia dalam tiga dosis bisa digunakan bagi remaja putri.

"Anak-anak biasanya mendapatkan vaksin ini ketika berusia 12 atau 13 tahun atau di tahun pertama mereka berada di sekolah menengah." katanya.

"Kita hanya harus memastikan bahwa mereka mendapatkan tiga dosis tersebut."

Diterjemahkan pukul 13: 24 AEST 7/11/2016 oleh Sastra Wijaya dan simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini