ABC

Band Korea BTS Serukan Atasi Kemiskinan di Pertemuan Majelis Umum PBB

Di saat para pemimpin dunia berkumpul di New York untuk menghadiri sidang tahunan majelis umum PBB, salah satu kelompok musik paling terkenal Korea Selatan BTS ikut ambil bagian.

BTS menyampaikan pesan mendesak anak-anak muda di seluruh dunia untuk bergabung dalam usaha memerangi diskriminasi dan kemiskinan di dunia.

Anggota band berjumlah tujuh orang tersebut merupakan kelompok musik K-pop pertama yang berhasil menduduki tangga pertama Billboard 200 di Amerika Serikat.

Kelompok BTS hadir di New York dan membuat pernyataan di markas besar PBB meminta anak-anak muda menyuarakan pendapat mereka untuk membuat masa depan menjadi lebih baik lagi.

Tiga tahun lalu, 193 negara anggota PBB setuju dengan 17 rencana global untuk mengurangi kemiskinan, ketimpangan sosial dan masalah internasional lainya dengan target hal tersebut dicapai di tahun 2030.

Pemimpin BTS Kim Nam-joon, yang dikenal juga dengan nama RM berbicara bagi kelompok tersebut dalam peluncuran kampanye UNICEF berjudul "Generation Unlimited".

Kampanye ini menggambarkan apa yang dihadapi oleh generasi muda dunia sekarang, dan perlunya usaha lebih keras untuk mengatasi semuanya.

"Saya ingin mendengar suara anda, saya ingin mendengar tekad anda. Tidak masalah dari mana asal anda, warna kulit, identitas gender, berbicaralah atas nama diri anda sendiri. Temukan nama anda dan temukan suara anda." kata Nam-joon (24 tahun).

Pernyataan BTS ini kemudian disebarkan lewat akun UNICEF di Twitter dan segera menjadi viral di media sosial dengan 148 ribu cuitan ulang dan 254 ribu likes.

BTS, yang dibentuk lima tahun lalu, menduduki peringkat pertama di tahun 2018 dalam peringkat Forbes Korea Power Celebrity, peringkat mengenai pengaruh selebriti di Korea.

Mereka menjadi kelompok musik K-pop pertama yang berbicara dalam pertemuan tahunan PBB.

Bintang YouTube, Lilly Singh, yang juga menjadi Duta Kebaikan UNICEF juga muncul dalam acara bernama #Yourh2030 bersama BTS, yang disaksikan oleh Sekjen PBB Antonio Guterres dan Presiden Bank Dunia Jim Yong-Kim, yang adalah warga Amerika keturunan Korea.

"Anak-anak muda merupakan 25 persen dari penduduk dunia sekarang ini namun 100 persen dari masa depan." kata Singh dalam pertemuan Majelis Umum PBB ke-73 tersebut.

UNICEF mengatakan bahwa "Generation Unlimited" adalah kampanye bagi setiap anak muda untuk mendapatkan pendidikan, latihan atau pekerjaan di tahun 2030.

Disebutkan kurangnya pendidikan menjadi penghalang bagi jutaan generasi muda, dan juga mengancam kemajuan dan stabilitas.

"Seluruh harapan kita bagi dunia yang lebih baik disandarkan pada generasi muda." kata Guterres dalam sebuah pernyataan.

"Pembangunan berkelanjutan, HAM, perdamaian dan keamanan hanya bisa dicapai bila kita memberdayakan anak-anak mua ini sebagai pemimpin dan memungkinkan mereka mencapai potensi diri sepenuhnya."

Reuters/ABC

Lihat berita dalam bahasa Inggris di sini