ABC

Bali Merupakan Tujuan Berlibur Populer Warga Australia

Sudah lama diketahui bahwa warga Australia adalah salah satu yang paling banyak melakukan perjalanan di seluruh dunia dan salah satu kunjungan paling populer bagi warga Australia adalah Bali.

Lebih dari 50 persen warga Australia sekitar 12 juta orang memiliki paspor dan di tahun 2016-2017, lebih dari 10 juta warga Australia yang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Dan ini sangat berbeda dari 40 tahun lalu, saat dosen mata kuliah pariwisata di UTS Sydney David Beirman memulai karirnya di bidang industri turisme.

"Masa itu, sekitar 2 juta warga Australia melakukan perjalanan internasional dan masa itu masih merupakan hal yang mahal untuk dilakukan." kata Dr Beirman.

Man in a university office wearing a black shirt smiling from ear to ear.
David Bierman adalah dosen senior di University of Technology Sydney.

ABC RN: Sophie Kesteven

Dr Beirman mengatakan harga tiket pesawat baik domestik maupun internasional sekarang lebih murah dibandingkan ketika di tahun 1977.

"Ini mungkin salah satu alasan mengapa begitu banyak warga Australia melakukan perjalanan internasional sekarang ini." katanya.

Perjalanan domestik vs perjalanan internasional

Apakah warga Australia tidak lagi hanya berlibur di kawasan pantai di dalam negeri, dan memutuskan berlibur ke luar negeri?

Menurut Dr Bierman, di tahun 1950-an dan 1960-an, banyak keluarga Australia yang menghabiskan liburan di kawasan pantai di dalam negeri.

"Kita masih melihat hal tersebut dilakukan baanyak keluarga sekarang ini." katanya.

"Namun karena biaya liburan di kawasan pantai di Bali, Fiji, Thailand, Malaysia atau Filipina lebih murah dibandingkan berlibur di pantai yang jaraknya 200 km dari rumah di Australia, banyak orang kemudian memilih berlibur di luar negeri."

Apa yang dikatakan oleh Dr Bierman tercermin dari statistik terbaru yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) Consular State of Play report.

Menurut laporan di tahun 2016, destinasi liburan paling populer bagi warga Australia adalah Selandia Baru, Indonesia (termasuk Bali) dan Amerika Serikat.

Graph depicting a high number of Australians travelling to New Zealand and Indonesia
Selandia Baru, Indonesia, dan Amerika Serikat merupakan tujuan kunjungan populer bagi warga Australia tahun lalu

Supplied: Consular State of Play

Laporan mengatakan bahwa selama lima tahun terakhir, jumlah warga Australia yang melakukan perjalanan ke luar negeri naik lima persen setiap tahunnya.

"Dalam ukuran dunia, kita termasuk paling banyak melakukan perjalanan internasional." kata Dr Bierman.

'Bukan hal yang aneh melakukan perjalanan'

Melihat kembali album foto di rumah mereka di Blacktown, New South Wales, Veronica Webster yang sekarang berusia 69 tahun sudah biasa berlibur ke luar negeri walau baru dilakukan setelah dia menikah.

"Saya tidak pernah berlibur ke luar negeri sebelum saya menikah." katanya.

Husband and wife sitting around the dinner table together while looking at old photographs.
Veronica dan Leon Webster baru berlibur ke luar negeri setelah menikah.

ABC RN: Sophie Kesteven

"Liburan besar pertama kami adalah di tahun 1997 ketika kami ke Inggris. Kami mengendara sendiri, dan kemudian naik bus keliling Eropa. Sangat menyenangkan sekali."

Nyonya Webster mengatakan banyak orang senang melakukan perjalanan sekarang ini, hal yang tidak banyak terjadi ketika beranjak dewasa di kota Berry.

"Perjalanan dengan pesawat belum banyak tersedia ketika itu. Kita harus naik kapal, dan bila ingin ke luar negeri diperlukan waktu 6 sampai 8 minggu. Sekarang semua bisa dicapai dalam waktu 24 jam." katanya.

Perjalanan ke Inggris dan Eropa tersebut merupakan perjalanan pertama ke luar negeri bagi suami Veronica Leon Webster juga.

"Sebagai anak dari sembilan bersaudara, rasanya kami tidak pernah berlibur bersama orang tua. Mereka begitu sibuk untuk bekerja menyediakan makanan dan rumah bagi anak-anak." katanya.

"Namun kami mengunjungi sanak saudara tapi hanya dilakukan di akhir pekan, atau pas libur Paskah dan Liburan Natal."

"Saya kira itu semua bermula dari masalah uang. Penekanannya sekarang ini adalah keluarga tidak besar sehingga banyak keluarga memiliki lebih banyak dana untuk liburan dan melakukan perjalanan."

Meskipun lebih dari 56 persen warga Australia saat ini memiliki paspor, David Beirman mengatakan banyak warga Australia melakukan liburan lebih pendek dibandingkan di masa lalu.

Old photographs of couple in Paris and Spain.
Veronica dan Leon setelah perjalanan pertama ke Eropa, mereka sudah pernah ke Selandia Baru.

ABC RN: Sophie Kesteven

"Ini tercerminkan dari produk yang ditawarkan oleh banyak penyelenggara tur, agen perjalanan dan juga komunitas online." katanya.

Dibandingkan liburan beberapa minggu sekaligus, banyak orang yang berlibur empat lima namun beberapa kali dalam setahun.

"Dalam banyak kasus, ini disebabkan juga karena masalah keamanan kerja, dan juga menarik karena kita hidup di jaman dimana kita seharusnya memiliki lebih banyak waktu untuk bersantai. Namun pada kenyataannya, warga Australia malah bekerja lebih keras dari sebelumnya." kata Bierman lagi.

Dan sementara negara-negara berbahasa Inggris dan negeri tetangga seperti Bali tetap menjadi destinasi populer, Dr Bierman memperkirakan bahwa destinasi liburan seperti Amerika Selatan, Afrkca, China, Russia dan Iran akan semakin populer bagi warga Australia selama sepuluh tahun ke depan.

Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di sini