ABC

Australia Tetap Prioritaskan Batubara Sebagai Sumber Energi

Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, berjanji untuk menempatkan keamanan energi sebagai pembahasan politik tahun ini, di samping meningkatkan prospek pembangunan pembangkit listrik tenaga batubara beremisi rendah.

Dalam pidatonya di National Press Club, PM Turnbull juga kembali menegaskan desakannya terhadap pemotongan pajak perusahaan sembari memeringatkan bahaya proteksionisme ekonomi.

"Hari baik telah menanti kita di masa mendatang tapi kita harus percaya pada diri kita sendiri dan kita harus berinvestasi. Dan jika kita berinvestasi, kita akan menyediakan lebih banyak pekerjaan dan lebih banyak kesempatan," kata PM Turnbull.

Perdana Menteri mengatakan, pemadaman listrik total di Australia Selatan tahun lalu adalah "peringatan" bagi Australia dan menuduh pemerintahan Partai Buruh di negara bagian itu telah menetapkan target energi terbarukan yang tak realistis.

"Pertentangan itu tak terelakkan -jelas bahwa Koalisi mendukung energi yang lebih murah. Kami menangani masalah ini dengan jernih, pragmatis dan obyektif," sebut PM Turnbull.

Perdana Menteri mengatakan, batubara akan terus memainkan peran dalam sumber energi Australia selama beberapa dekade ke depan, meski adanya penutupan pembangkit  besar seperti Hazelwood di Lembah Latrobe, negara bagian Victoria.

PM Turnbull mengatakan, pemerintahannya telah menginvestasikan $ 590 juta (atau setara Rp 5,9 triliun) dalam teknologi batubara bersih sejak tahun 2009, meski Australia tak memiliki pembangkit berefisiensi tinggi, dan beremisi rendah.

"Kita akan membutuhkan lebih banyak listrik berbeban dasar yang sinkron dan mengingat Australia adalah eksportir besar, kita perlu menunjukkan bahwa kita menggunakan teknologi mutakhir, bersih, dan bertenaga batubara" sebutnya.

"Inkarnasi berikutnya dari kebijakan energi nasional kita haruslah berkonteks teknologi," ujar PM Turnbull.

Oposisi kritik pemilihan batubara ketimbang energi terbarukan

PM Turnbull mengatakan, pemerintahannya telah meminta Korporasi Keuangan Energi Bersih untuk menyediakan pendanaan baru untuk proyek-proyek penyimpanan energi berskala besar, termasuk sistem hidro-elektrik.

"Penyimpanan skala besar akan mendukung energi terbarukan seperti angin dan matahari, ia akan mendapat nilai lebih dari sumber beban-dasar yang ada dan akan meningkatkan stabilitas jaringan listrik," utaranya.

Perdana Menteri menegaskan kembali komitmennya untuk memenuhi target energi terbarukan Pemerintah, tetapi mengatakan, target itu akan dikejar dengan "cara yang praktis, jelas dan obyektif".

Juru bicara Oposisi untuk perubahan iklim dan energi, Mark Butler, mengatakan, pemilihan batubara ketimbang energi terbarukan berarti tagihan listrik semakin tinggi bagi warga Australia.

"Di saat batubara akan tetap menjadi bagian dari sumber energi kita di masa mendatang, semua orang tahu investasi baru di batubara sangatlah mahal dan akan menaikkan tarif listrik serta meningkatkan polusi," kata Butler.

"Jangan salah, penolakan Malcolm Turnbull untuk berinvestasi di energi terbarukan akan berarti tagihan listrik akan naik," imbuhnya.

Informasi kunci:

• Malcolm Turnbull mengatakan, pemadaman total di Australia Selatan tahun lalu adalah "peringatan"

• Batubara akan terus memainkan peran utama dalam pasokan energi Australia

• Perdana Menteri menguraikan rencana baru dalam layanan anak, dan mendesak pemotongan pajak perusahaan

Layanan anak, pajak, dan perdagangan jadi agenda 2017

Perdana Menteri juga menguraikan rencana baru untuk layanan anak dan mengajukan pemotongan tarif pajak perusahaan, seraya mengklaim bahwa pemodelan ekonomi menunjukkan rencana itu akan menyelamatkan rata-rata pekerja sebesar $ 750 (atau setara Rp 7,5 juta) setahun.

"Penelitian bertahun-tahun, yang sebagian besar dibuat oleh pemerintahan Partai Buruh sebelumnya, telah mengungkap fakta yang kurang jelas tapi sangat penting: pajak perusahaan adalah pajak tinggi atas pekerja dan gaji mereka," katanya.

Tapi pemotongan pajak, sejauh ini, terbukti tidak populer, dengan anggota Senat asal Australia Selatan, Nick Xenophon -yang menguasai tiga suara di Majelis Tinggi -menguraikan keprihatinannya pada hari Rabu (1/2/2017) pagi.

"Kami akan mendukung pemotongan pajak untuk perusahaan hingga $ 10 juta (atau setara Rp 100 miliar), tetapi di luar itu, kami harus tetap diyakinkan akan perlunya pemotongan itu," kata Senator Xenophon.

PM Turnbull melanjutkan serangannya terhadap Partai Buruh dalam urusan perdagangan dengan mengonfirmasi komitmennya terhadap prinsip-prinsip kesepakatan perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), meski adanya penarikan dari AS.

"Kita tak bisa mundur ke era proteksionisme yang suram. Kita harus bersaing secara agresif untuk mengekspor jasa kita di bidang pendidikan, kesehatan, teknik, pariwisata dan lebih banyak lagi, dan kita harus mengejar akses yang lebih besar untuk pertanian dan para produsen kita,” jelasnya.

PM Turnbull mengatakan, kesepakatan perdagangan ekspor memperluas kesempatan bagi para pebisnis Australia, dan mengkritik "oportunis politik" yang mendesak Pemerintah untuk menarik diri dan membatasi investasi.

"Mereka tak melakukan apa-apa selain mempermainkan ketakutan dan kesulitan masyarakat yang merasa belum mendapat manfaat dari globalisasi dan perubahan teknologi," ujar Turnbull.

Ia menyebut, masyarakat mengharapkan Pemerintah untuk memastikan hanya warga Australia-lah yang bisa memengaruhi Pemilu, yang berpotensi melemahkan perubahan undang-undang investasi asing atau langkah-langkah keamanan dunia maya yang lebih ketat.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterbitkan: 21:00 WIB 1/2/2017 oleh Nurina Savitri.