ABC

Australia Siap Bantu Indonesia Atasi Kebakaran Lahan dan Kabut Asap

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop menyatakan Pemerintah Australia siap melanjutkan bantuan dalam membantu upaya masif Indonesia dalam mengatasi kebakaran lahan yang terus mengirimkan kabut asap ke seluruh kawasan Asia Tenggara. 

Berbicara dari Kota Padang tempat berlangsungnya Forum Asosiasi Negara-Negara Pesisir  Samudera Hindia (IORA), Julie Bishop mengatakan "Sudah sangat jelas, Indonesia menghadapi tantangan untuk mengatasi kebakaran lahan dan kabut asap ini,"
 
Padang saat ini diselimuti kabut asap tebal dari pembakaran hutan ilegal di Sumatra yang juga berdampaknya hingga ke Asia Tenggara, 
 

"Mereka telah meminta dukungan Australia dan kami telah menyediakan peralatan pemadam kebakaran dalam bentuk sebuah pesawat pemadam kebakaran dan Hercules yang berada di Indonesia selama seminggu, pesawat ini telah melakukan sekitar 22 perjalanan dan menjatuhkan sekitar 300.000 liter air di sejumlah hutan yang ternakar," katanya.

"Kami telah menjelaskan kepada orang Indonesia bahwa kita juga menghadapi waktu-waktu yang sulit seperti ini setiap kali memasuki musim kebakaran di Australia ... jadi kita akan mempertimbangkan setiap permintaan yang ditujukan kepada kami, tapi yang pasti sebatas konteks kemampuan kita untuk membantu." kata Bishop.
 
"Kami siap membantu Indonesia, itu merupakan tantangan regional, dan saya tahu bahwa negara-negara lain di wilayah ini juga ikut membantu Indonesia memerangi tantangan lingkungan ini."


Keprihatinan atas kebakaran hutan yang telah menyebabkan bencana kabut asap pekat yang terus menyebar hingga ke Thailand di bagian Selatan pasti akan disinggung oleh para menteri dalam Forum Asosiasi Negara-Negara Pesisir Samudera Hindia (IORA) selain juga akan membahas isu kerjasama pertahanan, keamanan maritim dan penangkapan ikan ilegal.

Ini adalah satu-satunya pertemuan yang mencakup sebagian besar negara-negara di Pesisir Samudera Hindia.
 
Pada Kamis siang, Bishop menurut rencana juga akan melakukan sejumlah pertemuan bilateral termasuk dengan mitranya Menlu India dan Menlu Bangladesh.
 
Dia juga akan melakukan pertemuan empat mata dengan Menteri Luar Negeri Indonesia,  Retno Masudi.
 
"Kami juga memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang bisa kita lakukan bersama-sama dalam melawan kekerasan yang dipicu paham ekstremisme, isu pejuang teroris asing," kata Bishop.
 
"Baru-baru ini saya bertemu dengan Marsudi di New York dan kami membahas peran yang bisa dilakukan Indonesia untuk menjadi jembatan antar negara Islam moderat, dan menjadi penghubung antar  negara-negara Islam lainnya, dan saya akan menjelajahi beberapa gagasan yang akan muncul dalam pertemuan kami nantinya,"
 
Pasangan ini bertemu untuk pertama kalinya pasca  pelaksanaan hukuman mati terhadap  dua penyelundup narkoba Australia pada bulan April, dalam apa yang disebut Bishop pada saat itu sebagai pertemuan yang sangat tegang.
 
Pelaksanaan eksekusi mati tersebut telah membuat Australia menarik duta besarnya untuk Indonesia, Paul Grigson sebagai bentuk protes. Australia juga membekukan kerjasama formal menteri Australia dan Indonesia selama berbulan-bulan sebelum akhirnya dinormalkan kembali pada Agustus lalu.
 
"Saya telah bertemu Menteri Luar Negeri Marsudi pada banyak kesempatan sejak itu," kata Bishop, dalam menanggapi pertanyaan wartawan tentang ketegangan menyusul eksekusi.
 
"Ini akan menjadi pertemuan keempat saya dengan Retno Marsudi sejak Agustus. Kami berfokus pada hal-hal di mana kita dapat bekerja sama dan berkolaborasi, dan ada begitu banyak bidang kepentingan umum dan itulah apa yang kita akan kami fokuskan."
 
Pemerintah Indonesia mengatakan ini merupakan tanda dari menguatnya hubungan bilateral Indonesia -Australia dimana Australia telah menyatakan komitmennya juga untuk mengirim menterinya berkunjung ke Indonesia setiap bulan.