ABC

Australia Potensial Bidik Industri Mobil Listrik

Karir Dave Depares selama 29 tahun di Holden berakhir pekan ini ketika pabrik manufaktur milik Holden di Adelaide - yang terakhir di Australia - tutup untuk selamanya. Dia masih berusaha untuk mencari pekerjaan baru, namun beberapa rekannya telah menggunakan keahlian mereka dari dunia yang lama ke dunia yang baru.

Mereka tengah dipersiapkan oleh produsen mobil listrik, Tesla di tengah guncangan otomotif global.

"Mengetahui kami [Holden] sedang limbung, Tesla cukup pintar memanfaatkan kesempatan itu dan menjadi ‘pencari bakar’ dari beberapa orang terampil diantara kami," kata Dave Depares.

"Jadi sejumlah rekan saya benar-benar pergi ke AS dan bekerja untuk Tesla sekarang," katanya.

Mobil listrik kini telah menjelma dari sekedar fantasi dunia masa depan menjadi industri berskala besar yang tidak terbendung.

carindustry2_abc_17010019.jpg
Model mobil Tesla X milik Elon Musk

ABC News: Marcus Alborn

Pergeseran tersebut didukung oleh China, Inggris dan Perancis, yang ingin mengurangi tingkat polusi dan mengindikasikan mereka berencana melarang atau membatasi penjualan mobil baru bermesin pembakaran dalam pada pertengahan abad ini.

General Motors, perusahaan induk Holden, telah memutuskan untuk melakukan kepemimpinan dengan cara yang sama.

"GM jelas-jelas melihat apa yang akan diinginkan pelanggan ke masa depan dan telah melakukan deklarasi yang cukup berani di luar sana bahwa kita akan pindah ke platform mobil listrik sepenuhnya," kata Anthony Riemann, Direktur Strategi dan Mobilitas General Motor (GM).

Behyad Jafari, dari Electric Vehicle Council, mengatakan bahwa revolusi teknologi berbasis tenaga listrik (plug-in) telah menghadirkan sebuah peluang baru bagi industri mobil Australia, khususnya para pembuat komponen mobil.

"Kami memiliki orang-orang dengan keterampilan, pengalaman dan pemahaman mendalam dan kami juga memiliki sumber daya mineral yang dibutuhkan untuk membuat baterai yang akan ditempatkan ke dalam kendaraan listrik."

'Produksi mobil skala besar di Australia belum berjalan'

Pabrik Holden di Australia
Pekerja di pabrik kendaraan Holden berjalan di unit perakitan di pabrik Holden di Adelaide.

ABC News: Caroline Winter

Kepala Kamar Dagang Industri Mobil Victoria, Geoff Gwilym, telah melangkah lebih jauh.

Geoff Gwilym percaya nilai ekonomi dari produksi mobil listrik bisa meningkat karena mobil bertenaga listrik memiliki lebih sedikit bagian yang bergerak dan pabrik mobil modern membutuhkan lebih sedikit pekerja.

"Pandangan yang beredar dikalangan internal adalah lebih murah untuk membangun mobil di luar negeri, dan itu berlaku dalam membangun kendaraan listrik juga. Saya tidak percaya pandangan tersebut," katanya.

Jika kita membangun pabrik baru dengan teknologi baru dengan teknik desain yang baru, kita bisa membangun mobil secara kompetitif."

Anthony Riemann, Direktur Strategi dan Mobilitas General Motor (GM) yakin perusahaan Australia akan memainkan peran signifikan di sektor kendaraan listrik, namun ia meragukan industri pembuatan mobil akan kembali dilahirkan.

"Sulit untuk membuat perkiraan saat ini. Saya rasa produksi mobil berskala besar dan massal sayangnya belum akan berhasil di Australia," katanya.

Perlu dukungan Pemerintah Federal

Behyad Jafari
Dewan Kendaraan Elektronik Behyad Jafari dengan kendaraan hybridnya.

ABC News: Tony Hill

Tapi agar industri bertenaga listrik memiliki daya kekuatan di masa depan, kebiasaan membeli harus berubah.

Lebih dari satu juta mobil baru terjual di Australia tahun lalu, namun kurang dari 2.000 di antaranya adalah jenis kendaraan hybrid bertenaga listrik atau plug-in.

Penjualan mobil listrik yang meningkat di luar negeri lebih karena adanya dukungan pemerintah.

Jafari mengatakan di Norwegia sekitar 30 persen mobil baru yang terjual adalah kendaraan listrik (plug-in).

"Norwegia memiliki sejumlah subsidi begitu juga kebijakan pengecualian untuk hal-hal seperti pajak pertambahan nilai, pajak impor kendaraan, sehingga kendaraan listrik mengalir masuk ke negara mereka. Jumlah subsidi itu saja jumlahnya antara $ 7.500 (Rp79 juta) sampai $ 10.000 (Rp106 juta) hanya untuk pembelian kendaraan listrik saja," katanya. .

Pemerintah Federal menolak untuk diwawancarai untuk artikel ini.

Pemerintah Australia sudah menawarkan sedikit diskon bagi pembiayaan pembelian kendaraan listrik, tapi menurut Jafari hal itu saja tidak cukup.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris ditautan ini.