ABC

Australia Pimpin Pencarian Pesawat di Lautan Hindia

Australia telah diminta untuk memimpin usaha pencarian di kawasan selatan Lautan Hindia guna mencari pesawat MH370, setelah para penyelidik mengatakan seseorang mengatakan "good night" dari kokpit, setelah sistem pelacakan pesawat dimatikan.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott dalam acara televisi ABC Question Time hari Senin (17/3/2014) mengataka bahwa selain bertanggung jawab atas  pencarian di wilayah selatan tersebut, Australia akan  memberikan bantuan lebih besar bagi operasi pencarian.

Para penyelidik mengatakan pesawat tersebut bisa diterbangkan ke dua arah yang berbeda, setelah sistem pelacakan dimatikna, satu ke arah Barat  Asia dan satu lagi ke arah Selatan ke Lautan Hindia.

Mereka mengatakan bahwa seseorang mengucapkan "all right, good night" setelah sistem pelacakan pesawat dimatikan, keterangan yang semakin menimbulkan kecurigaan bahwa pesawa itu dibajak atau disabotase.

"Menjawab pertanyaan anda, jawabannya adalah ya, sistemnya dimatikan sebelumnya." kata Menteri Transportasi Malaysia Hishamuddin Hussein kepada para wartawan ketika ditanya apakah sistem ACARS - komputer yang mengirim data mengenai status pesawat - telah tidak diakftifkan sebelum suara tersebut.

Menurut mantan pilot British Airways, Hugh Dibley, kata-kata yang dikenal sebagai signing off tersebut bertentangan kebiasaan sistem pembicaraan radio, karena biasanya pilot akan diminta untuk membacakan kembali semua instruksi kepada pusat navigasi berikutnya, termasuk identitas pesawat.

Para penyelidik  diperkirkaan akan mengkaji kembali rekaman tersebut untuk mendeteksi apakah ada ketegangan dalam suara tersebut, dan juga berusaha mengidentifikasi siapa yang berbicara, untuk mengukuhkan apakah kokpit pesawat dikuasai oleh penyandera ataukah pilot sendiri terlibat.

Para penyelidik Malaysia juga sedang mencari berbagai data mengenai latar belakang pilot, awak dan awak darat yang bekerja di pesawat Boeing 777-200ER guna mencari tahu apakah seseorang memang menerbangkan pesawat tersebut melenceng ribuan kilometer dari arah semula,

Menurut Kepala Polisi Malaysia Khalid Abu Bakar, pengecekan mengenai latar belakang 239 penumpang sejauh ini tidak memberikan informasi apapun, walaupun tidak semua negara dimana warganya ada dalam daftar penumpang sudah memberikan informasi.

Sejauh ini tidak ada jejak apapun yang ditemukan seminggu setelah pesawat menghilang, dengan para penyelidik mengatakan pesawat ini dialihkan oleh seseorang yang memiliki keahlian mendalam mengenai pesawat dan navigasi pesawat komersial.

Pencarian pesawat sekarang melibatkan 26 negara dan mencakup wilayah yang luas dari Asia Tengah sampai ke bagian selatan Lautan Hindia.