ABC

Australia Perluas Skema Beli Kembali Botol Minuman Bekas

Negara bagian New South Wales di Australia akan mengikuti jejak dua negara bagian lain yaitu Australia Selatan dan Kawasan Utara (Northern Territory) yang akan membeli kembali kaleng atau botol minuman senilai 10 sen (sekitar Rp 1000).

Inilah salah satu cara untuk membersihkan taman dan pantai dari sampah-sampah bekas minuman adalah dengan menawarkan skema uang tunai bagi kemasan minuman, seperti botol dan kaleng yang dikembalikan.

Skema ini akan diperkenalkan di negara bagian New South Wales (NSW) dalam beberapa minggu ke depan.

Rincian skema untuk minuman dalam kemasan masih dalam tahap penyelesaian, tetapi besar kemungkinan satu botol minuman dari kaca, plastik, atau kaleng akan dinilai 10 sen, untuk yang dikembalikan dan didaur ulang. 

Pemerintah NSW telah bernegosiasi dengan industri minuman untuk memperkenalkan sistem tersebut. 

Menteri Lingkungan Hidup New South Wales Rob Stokes mengatakan inisiatif yang sama telah terbukti sukses dalam upaya mengurangi sampah di ruang publik, di seluruh dunia.

"Industri minuman jelas memiliki tanggung jawab untuk menunaikan kewajiban ini bagi para produsen untuk produk-produk mereka," kata Stokes.

"Tapi kami sadar pemerintah memiliki peranan yang lebih kuat kuat," katanya.

Pusat daur ulang komunitas akan dibangun di sejumlah tempat di NSW. Foto: ABC, Rebecca Brewin.

Pemerintah belum terlalu perhatikan reaksi dari industri

Dalam skema ini nantinya akan ada mesin yang dapat meratakan kemasan minuman, yang ditempatkan di tempat-tempat umum, juga di pusat-pusat daur ulang. Sekolah-sekolah dan sejumlah yayasan akan menerima manfaat utama dari skema baru ini.
 
Tujuan utama dari skema ini adalah untuk mengurangi botol-botol kaca, plastik, dan kaleng yang biasanya dikonsumsi di luar, sehingga mencemari pantai, taman, saluran air dan tempat umum.

Stokes mengatakan pemerintah tidak khawatir dengan kemungkinan reaksi dari industri minuman soal skema ini, apalagi masalah ini bisa dipolitisasi menjelang pemilu di negara bagian BSW, pada bulan Maret mendatang.
 
Di tahun 2013, perusahaan minuman seperti Coca Cola, Schweppes, dan Lion Nathan mengajukan tuntutan ke Mahkamah Federal, setelah pemerintah negara bagian Kawasan Utara Australia memberlakukan skema deposit senilai 10 sen per botol.
 
Pemerintah Kawasan Utara Australia mengaku setelah skema tersebut diperkenalkan, 35 juta botol, kaleng, dan plastik minuman dikembalikan dalam 12 bulan pertama.

Skema akan diberlakukan untuk kurangi sampah di tempat-tempat umum. Foto: Getty Images, Brendon Thorne.

"Yang pemerintah pedulikan adalah membuat kebijakan publik yang baik untuk membantu warga," ujar Stokes. "Kita tidak terlalu peduli dengan kampanye-kampanye yang menentang rencana ini."

Partai Hijau dan sejumlah pendukung daur ulang menyambut baik dengan skema yang akan memberikan uang secara tunai kepada mereka yang mengembalikan kemasan minuman ini.

"Ada sejumlah uang meski sedikit di kemasan minuman, kemudian dikembalikan, dan kita membersihkan sampah," ujar Christine Mile, ketua Partai Hijau Australia.

Menurut kelompok kampanye daur ulang, Boomerang Alliance, program sejenis telah terbukti sebagai cara paling efektif untuk mengurangi sampah di sejumlah negara.