ABC

Australia Memperketat Pembatasan Perjalanan Selama Liburan Paskah

Sebagai negara yang mengandalkan turis baik lokal maupun internasional, Australia sekarang malah berusaha keras untuk membatasi perjalanan selama musim liburan Paskah, salah satu musim liburan paling besar.

Pembatasan ketat selama Paskah

  • wTasmania akan mengerahkan helikopter untuk memantau pergerakan warga
  • Di Victoria kawasan Great Ocean Road akan dipantau sehingga warga tidak memadati kawasan turis ini
  • Di Queensland, warga yang akan kembali dari New South Wales harus punya izin bepergian

Ini semua terjadi di tengah pandemi virus corona yang terjadi di belahan dunia, walau angka penyebaran virus corona di Australia semakin menurun dalam beberapa hari terakhir.

Di negara bagian Tasmania pejabat setempat mengatakan akan menggunakan helikopter dari udara untuk memantau pergerakan warga.

Sementara di Victoria akan ada pemeriksaan ketat di jalur-jalur yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan seperti kawasan Great Ocean Road.

Mulai Jumat malam, di Queensland, dengan ibukota Brisbane, mereka yang hendak memasuki negara bagian tersebut, harus memiliki izin khusus walau mereka adalah warga negara bagian Queensland.

Kepala negara bagian Queensland, Premier Annastacia Palaszczuk mengatakan warga di negara bagiannya juga disarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke New South Wales, walau mereka masih boleh melakukanya.

Mereka yang mengunjungi Sydney dan kembali ke Queensland harus menjalani karantina selama 14 hari.

“Semua orang sebaiknya tinggal di negara bagian masing-masing.” kata Palaszczuk.

Menurut Menteri Urusan Kepolisian Queensland, Mark Ryan, mulai hari Jumat, yang merupakan hari pertama liburan Paskah, warga yang masuk ke Queensland yang menggunakan mobil berplat negara bagian tersebut tidak akan diijinkan begitu saja.

“Tidak seorang pun kebal dengan pemeriksaan ketat di perbatasan, ini guna memastikan semua tinggal di negara bagian masing-masing, dan tinggal di rumah kecuali jika harus melakukan hal yang penting”.

Penggunaan helikopter untuk memantau di Tasmania

Di Tasmania, pemerintah setempat mengatakan helikopter akan dikerahkan guna memastikan warga tetap berada di rumah selama Liburan Paskah.

Kepala negara bagian Tasmania, Premier Peter Gutwein mengatakan sudah waktunya untuk penerapan aturan yang lebih ketat, guna memastikan penyebaran virus COVID-19 di sana menjadi tidak terkendali.

“Saya sudah bersikap adil dan sudah melakukan berbagai upaya untuk memastikan kita semua selamat.”

“Namun kita hanya bisa memastikan tidak ada korban, bila seluruh warga mengikuti aturan,” kata Gutwein.

Sejauh ini sudah ada 107 kasus positif corona di Tasmania.

Premier Gutwein mengatakan lima hari ke depan selama masa liburan Paskah merupakan masa yang paling kritis.

“Kami akan menerbangkan helikopter mulai hari ini.”

Pemeriksaan di kawasan pantai pusat kunjungan turis di Victoria

Two police patrol Chelsea beach.
Polisi akan dikerahkan guna memastikan warga tidak bepergian ke tempat-tempat liburan selama musim liburan Paskah ini.

ABC News: James Oaten

Di negara bagian Victoria, kawasan pantai yang dikenal dengan nama Great Ocean Road biasanya menjadi pusat kunjungan turis utama selama Liburan Paskah.

Sekarang banyak pemilik bisnis di sana, yang sebenarnya akan mendapat manfaat dari kedatangan turis, sudah mengatakan tidak mau menerima siapapun.

Menteri Urusan Kepolisian Victoria Lisa Neville mengatakan warga sebaiknya tetap tinggal di rumah, meski idak bisa melarang warga yang ingin mendatangi rumah liburan yang mereka miliki.

Banyak warga Australia yang memiliki rumah kedua yang biasanya terletak di tepi pantai, yang dikenal dengan nama ‘holiday homes’.

“Jangan menyewa Airbnb, jangan berkemah, jangan bepergian membawa caravan, jangan memancing, jangan bawa perahu. Aturan ini semua jelas.”

“Anda tidak dizinkan bertemu dengan sanak keluarga atau teman yang tidak tinggal bersama dengan anda.”

Neville mengatakan Polisi Victora akan melakukan pengecekan ke kawasan garis pantai negara bagian Victoria.

Petugas juga akan diturunkan di jalan-jalan untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan warga memiliki alasan yang kuat untuk bepergian.

Bila tidak, menurut Neville, polisi tidak akan segan-segan untuk menjatuhkan denda.

“Ini adalah langkah yang ketat, kita semua harus memahami Paskah tahun ini berbeda dari sebelumya, dan memang harus begitu.”

Pembatasan di Pasar Hidangan Laut terbesar di Sydney

sign says pleasse follow regulations of 2 metres distancing in this shop
Sydney Fish Market akan juga menerapkan aturan social distancing selama liburan Paskah.

ABC News: Jack Fisher

Salah satu kebiasaan warga Australia selama merayakan Hari Paskah adalah membeli hidangan laut.

Salah satu pasar yang paling banyak dikunjungi adalah ‘Sydney Fish Market’ yang merupakan pasar hidangan laut yang terbesar di Australia.

Biasanya di tahun-tahun sebelumnya, pasar ini akan dikunjungi oleh lebih dari 40 ribu orang selama masa liburan empat hari.

Sekarang di tengah masa krisis corona, penjagaan keamanan diperketat dan mereka yang datang juga akan dibatasi.

Direktur Eksekutif Sydney Fish Market, Greg Dyer mengatakan biasanya omset penjualan pasar tersebut selama masa Paskah adalah sekitar AU$10 juta, sekitar Rp 100 miliar.

Namun dengan pembatasan pergerakan orang seperti yang terjadi sekarang diperkirakan omsetnya hanya akan sekitar setengahnya.

“Kami tidak tahu persis berapa orang yang akan datang namun kami memperkirakan jumlahnya akan berkurang banyak, dan mereka yang datang akan melihat pasar yang sangat berbeda.” kata Dyer.

Hari Jumat Agung, biasanya adalah hari yang paling ramai di Sydney Fish Market, dan pasar tersebut dibuka dari jam 5 pagi sampai 5 sore.

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia