ABC

Australia Ikut Ambil Bagian Dalam Uji Coba Vaksin Kolera

Australia ikut uji coba vaksin kolera yang diharapkan dapat bantu menyelamatkan jutaan orang di negara berkembang.  Vaksin yang diciptakan sudah melewati proses modifikasi genetik, yang ternyata juga diprotes oleh sejumlah pihak.

Perusahaan vaksin berbasis di Amerika Serikat, PaxVax sedang menjalankan uji coba vaksin jenis oral, dan telah diterapkan oleh Pemerintah Federal Australia di negara bagian Queensland , Australia Selatan , Victoria dan Australia Barat .

PaxVax mengatakan vaksin dosis tunggal ini telah melewati proses rekayasa genetik untuk menghilangkan bagian dari bakteri kolera yang membuat orang sakit .

PaxVax ingin menggunakan Australia sebagai salah satu lokasi uji coba vaksin, dengan memberikannya kepada sekitar 1.000 orang dewasa dan anak-anak, juga mereka yang hendak bepergian ke luar negeri atau ke daerah yang berpotensi terkena wabah kolera.

Direktur Eksekutif PaxVax, Nima farzan mengatakan rencana setelah melakukan uji coba ini adalah memperluas penggunaan vaksin di negara-negara berkembang.

Kolera merupakan masalah kesehatan yang telah mendunia dengan jumlah mencapai 3 hingga 5 juta kasus dan menyebabkan hingga 130.000 kematian per tahun.

"Kolera adalah endemik di sub-Sahara Afrika, Asia selatan, dan sebagian di Amerika Latin," kata Nima.
"Wabah bisa menular cepat. Jiika tidak diobati, dapat menjadi penyakit yang fatal."

Ia juga menambahkan vaksin tersebut aman karena telah direkayasa secara genetik, yang artinya tidak dapat menghasilkan racun atau memperbanyak bakteri kolera.

"Studi di Australia akan melihat respon imun atau tingkat antibodi dan keamanan dari vaksin ini," katanya. "Apa yang kita ukur dalam vaksin adalah reaksi lokal atau sistemik yang bisa terjadi dari vaksin."

Namun, kelompok anti modifikasi genetik, Bob Phelps dari Gene Ethics Network mengatakan kolera sangat jarang terjadi di Australia.

Menurutnya tidak ada pembenaran untuk melakukan program vaksinasi massal di Australia.

Ia juga khawatir bahwa orang-orang yang mengambil bagian dalam uji coba hanya akan dipantau selama satu jam.

"Dikhawatirkan tidak ada pemantauan dan tindak lanjut atau pengawasan yang tepat," ujar Bob.