ABC

Australia Harus Mempermudah Migran Berpengalaman Untuk Kerja di Bidang Kesehatan

Dokter gigi Shaily Sharma harus berjuang memenuhi kehidupan barunya di Queensland, Australia. Ia bahkan harus dbekerja di bidang lain selama bertahun-tahun meski sudah praktik di negerinya sendiri.

"

"Saya harus menjual makanan dengan memasak dari rumah dan diantar ke pelanggaran, sementara suami saya bekerja di toko dan kadang tidak bisa kerja," kata Dr Shaily.

"

"Betul-betul menjadi perjuangan mental setiap hari karena kadang kita meragukan diri sendiri.

"Saya betul-betul ingin bekerja di bidang saya."

Menurut Komisi Keterampilan Nasional di Australia, Australia kekurangan dokter gigi dan asisten dokter gigi di Australia, tapi banyak yang mengalami kesulitan mendapat pekerjaan seperti Shaily.

Situasi ini membuat Asosiasi Dokter Gigi Australia meminta agar adanya dukungan besar bagi para tenaga kesehatan lulusan luar negeri yang ingin bekerja di Australia. 

Apa solusinya?

Dr Shaily mengatakan kurangnya tenaga kesehatan saat ini lebih parah dibandingkan ketika dia pindah ke Gladsttone, sebuah kota terpencil di negara bagian Queensland pada tahun 2014.

"

"Ada dokter atau dokter gigi umum di mana-mana, namun semakin sulit menemukan dokter spesialis di sini," katanya.

"

"Ada dokter spesialis yang mau pindah ke Australia namun prosesnya sulit. Perlu ada perubahan."

Pemerintah federal Australia sudah menyadari masalah ini.

Bulan April lalu, pemerintah mengeluarkan laporan sementara yang dibuat oleh komisi independen terkait aturan bagi tenaga kesehatan lulusan luar negeri.

Laporan menyimpulkan, bagi banyak tenaga kesehatan, sistem pendaftaran dan imigrasi "lebih lambat, lebih kompleks dan lebih mahal" dibandingkan negara lain, sehingga membuat orang enggan untuk pindah ke Australia.

Laporan itu mengusulkan beberapa perubahan, antara lain merampingkan proses pendaftaran, pengalaman dan keterampilan pekerja diakui lebih baik, dan standar kemampuan berbahasa Inggris disamakan dengan aturan di Inggris dan Selandia Baru dan juga pengumpulan data pekerja yang lebih baik.

Seruan agar ada proses yang lebih ramping

Dalam usulannya, Presiden Asosiasi Dokter Gigi Australia  Stephen Liew mengatakan saat ini dokter gigi di Australia lebih banyak di kota-kota besar dibandingkan di kawasan regional dan daerah terpencil.

Ia mengatakan menjadi hal yang menyulitkan bagi warga yang tinggal di kawasan regional dan terpencil untuk mendapatkan perawatan gigi.

Lulusan yang berasal dari negara lainnya masih harus mengikuti ujian persamaan untuk memenuhi standar Australia.

Stephen mengatakan meski hal tersebut adalah hal yang bagus, prosesnya harus dirampingkan.

"Walau ini sangat penting, jumlah yang lulus sangat rendah dan tantangan yang mereka hadapi termasuk biaya dan waktu sangat besar," katanya.

Janji untuk memperbaiki aturan

Menteri Kesehatan Australia Mark Butler mengatakan kajian tersebut juga akan menciptakan perencanaan tenaga kerja yang lebih baik dan aturan ketenagakerjaan yang lebih fleksibel.

"Para menteri kesehatan akan bekerja untuk menerapkan rekomendasi yang bisa dilakukan segera, dan melaporkan kembali ke kabinet nasional, dengan penerapan rekomendasi lain dilengkapi dengan biaya yang diperlukan," kata Mark

"Kami juga ingin menegaskan kepada pasien dan profesi medis jika kami tidak akan mengorbankan standar tinggi yang sudah kita terapkan di Australia."

"Namun ada hal yang bisa lakukan untuk memperbaiki aturan yang ada."

Mark mengatakan pemerintah federal bersama dengan para menteri kesehatan dari negara bagian akan memastikan  tenaga kesehatan yang kualifikasinya bagus "tidak harus menghabiskan waktu berbulan-bulan menunggu".

Laporan tersebut juga menyarankan perlunya masalah kesehatan dimasukkan ke dalam perundingan perjanjian perdagangan bebas, termasuk dengan India, untuk meningkatkan penerimaan lulusan dan juga mendukung pergerakan pekerja antar kedua negara.

Keseimbangan hidup dan kerja

Shaily ulus ujian persamaan untuk bisa bekerja sebagai dokter gigi di tahun 2017.

"Kami harus sangat ulet dan fokus dengan apa yang kami lakukan," katanya.

Meski adanya berbagai tantangan, ia mengatakan masih merekomendasikan Australia dan menganjurkan tenaga kesehatan lain untuk bekerja di kawasan regional di Australia untuk mengisi lowongan yang ada.

"

"Saya sangat, sangat senang kami memilih Australia," katanya.

"

"Di Delhi, kita ke kantor jam 9, dan pulang ke rumah jam 7 malam. kadang kita masih harus bekerja di akhir pekan."

"Di Australia, saya merasa orang-orang memiliki keseimbangan antara hidup dan kerja dan saya betul-betul merasa bersyukur akan hal tersebut."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News