ABC

Australia Gelar Penghormatan Pejuang PD I Selama 4 Tahun

Lagu The Last Post yang berkumandang di Monumen Peringatan Perang Australia (AWM) di Canberra menandai puncak peringatan satu abad Perang Dunia I. Sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada puluhan ribu warganya yang ikut berjuang dalam pertempuran PD I ini, Australia menggelar kegiatan penghormatan bagi pahlawan PD I selama 4 tahun. 

Pada 4 Agustus 1914, Inggris mendeklarasikan perang melawan Jerman. Keputusan ini mengawali pertempuran global selama 4 tahun yang menewaskan lebih dari 9 juta orang dan secara permanen mengubah lansekap politik dunia.

Sebagai bagian dari Kerajaan Inggris, Australia mengirimkan pesan kepada Pemerintah Inggris kalau negaranya siap mengirim lebih dari 20 ribu orang untuk menduduki berbagai kesatuan yang dibutuhkan.

Ketika PD I berakhir tahun 1918, tercatat lebih dari 60,000 warga Australia tewas, padahal ketika itu total populasi Australia hanya 5 juta orang saja. Selain itu lebih dari 156 ribu orang lainnya terluka atau menjadi tahanan perang.

World war I ceremony
PM Tony Abbott meletakan karangan bunga di Monumen Perang Australia (4/8) (AAP:Lukas Coch)


Perdana Menteri Tony Abbott membuka rangkaian peringatan 100 Tahun PD I di Monumen Perang Australia (AWM) di Canberra yang turut dihadiri  pejabat dan pelajar, meluncurkan dua proyek baru.

Dalam pidatonya, Abbott menggambarkan PD I sebagai "peristiwa paling dahsyat dalam sejarah manusia".
 
"Peristiwa 100 tahun yang lalu masih bergema di seluruh dunia kita saat ini, dan itu memiliki dampak menghancurkan pada Australia yang masih muda sebagai bagian dari Negara Persemakmuran Inggris," katanya.

"Kita harus mengingat kenangan yang baik maupun yang buruk, apa yang dicapai maupun apa yang tidak tercapai dari peristiwa itu dan kita sudah sepantasnya mengenang peristiwa itu, agar mampu mendedikasikan diri untuk menjadi manusia yang lebih baik, dan berusaha sebaik mungkin untuk menciptakan dunia yang lebih baik."

World war I ceremony
Peletakan karangan bunga dalam upacara peringatan satu abad PD I di Monumen Perang Australia di Canbera (4/8) (AAP : Lukas Coch). 
 

Dari Senin (4/8) 2014 sampai akhir 2018, rekaman suara anak-anak sekolah yang membacakan 62,000 nama pejuang Australia dalam PD I yang terdaftar di Roll of Honour akan  terus diputar di kawasan Monumen Perang Australia di Canberra.

Nama-nama itu juga akan dipantulkan kebagian atap ruang utama gedung Monumen Perang itu setiap malam selama 4 tahun berturut-turut.

"Nama-nama itu bukan hanya sekedar daftar nama, tapi ada kisah dibalik setiap nama tersebut,” kata Abbott dalam pidatonya.

Salah satu pelajar yang terlibat dalam kegiatan mengenang pejuang Australia dalam PD I mengaku terkejut mendapati berbagi nama yang sama dengan salah satu pejuang berusia 14 tahun yang ada didalam daftar tersebut.

"Usianya masih sangat muda untuk pergi berperang,” katanya.

Empat tahun penghormatan dan ungkapan terima kasih

Pada upacara yang berlangsung Senin malam di AWM, Menteri Urusan Veteran,  Michael Ronaldson dihadapan para pejabat mengatakan seluruh laki-laki dan perempuan yang telah berjuang dalam Perang Besar  - yang  dianggap sebagai salah satu konflik paling mematikan dalam sejarah manusia  - harus dikenang atas "perbuatan yang luar biasa" mereka.

"Bagi Australia, PD I memang meninggalkan dampak yang mendalam dan abadi. Bersama dengan hilangnya orang-orang yang meninggal dan kehancuran kehidupan, perang ini  telah  meninggalkan duka nestapa bagi  bangsa kita yang masih muda ketika itu," katanya.

"PD I telah menghancurkan pedesaan dan kawasan-kawasan di  Australia  bagi generasi berikutnya. Seluruh keluarga kehilangan generasi penerus anak laki-laki mereka,”

Pemimpin Oposisi Bill Shorten dan juru bicara pertahanan Partai Buruh,  David Feeney mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Hari Senin ini menandai awal dari masa berterima kasih warga Australia selama 4 tahun berturut-turut terhadap mereka yang bertugas di PD I atas seluruh  bentuk pengorbanan mereka.

Peringatan Satu Abad PD I ini juga diselenggarakan diberbagai negara bagian di Australia.

World war I ceremony
Kuntum mawar diletakan disamping nama pejuang Australia yang tewas bertempur dalam PD I.(AAP:Lukas Coch).