ABC

Australia dan India Sepakati Perjanjian Perdagangan Uranium

Lawatan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott ke India berhasil mengakhiri penantian panjang para pengusaha Australia untuk dapat  menjual uranium ke India, pasca pertemuan dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi.

Perdana Menteri Tony Abbott dan Perdana Menteri India, Narendra Modi mendesak otoritas resmi di kedua negara segera menyelesaikan rincian kesepakatan mengenai penjualan uranium ini.

"Kesepakatan ini merefleksikan tingkatan baru dari kepercayaan yang saling menguntungkan dan penuh keyakinan dalam hubungan bilateral kedua negara dan akan membuka babak baru dalam kerjasama bilateral kita," kata Modi.

India hingga kini belum menandatangani perjanjian non-proliferasi nuklir dan diyakini  menyimpan sekitar 100 hulu ledak nuklir.

Australia sebelumnya pernah melarang penjualan uranium ke India. Namun dibawah perjanjian baru ini pengiriman uranium dari Australia ke India sudah akan bisa dimulai dalam kurun waktu 5 tahun mendatang.

Uranium yang dijual ke India akan digunakan untuk pembangkit listrik dan otoritas Autralia yakin ada cukup banyak jaminan keamanan untuk memastikan uranium asal Australia tidak akan digunakan untuk program senjata nuklir.

Abbott mengatakan kesepakatan ini berhasil ditandatangani karena Australia percaya India akan melakukan hal-hal yang dibenarkan dengan uranium tersebut.

"India memiliki catatan non-proliferasi yang baik," kata Abbott.

Pertemuan pertama Perdana Menteri Australia dengan Modi berlangsung produktif dan hangat.

Keduanya berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama ekonomi dan strategis dan mengatakan perluasan kerjasama itu sangat dimungkinkan.

"Kami memprihatinkan penurunan perdagangan bilateral dalam dua tahun terakhir," kata Modi.

Nilai total kerjasama perdagangan kedua negara mencapai $15 billion per  tahun - atau sekitar 1/10 dari perdagangan Australia dengan China.

"Perdana Menteri Abbott sudah sangat mendukung para investor asal India di Australia dan telah berhasil meyakinkan saya untuk mempercepat proses persetujuan investasi India di sektor pemipaan," kata Modi.

"Saya juga mengundang pengusaha Australia untuk berinvestasi di India, termasuk di sektor infrastruktur dan teknologi canggih," tambah Modi.

Abbott juga menggunakan pertemuannya dengan Modi untuk mengembalikan dua patung  - termasuk Patung Dewa Shiwa Menari yang berusia 900 tahun yang dicuri dari candi di India dan dibeli oleh Galeri Nasional Australia senilai $5 juta.

"Saya hendak menyampaikan apresiasi mendalam dari 1,25 miliar warga India atas upaya yang dilakukan untuk mengembalikan dua patung antik kami yang dicuri," kata Modi memuji Abbott.

"Perdana Menteri Abbott dan warga Australia sudah menunjukan penghormatan dan kebaikan tidak hanya bagi harta warisan nenek moyang kami yang berharga tapi jua pada warisan kebudayaan kami." tambahnya.

Abbott  sendiri mengatakan kedua patung itu sekarang telah kembali ke negara pemiliknya yang benar.

Sebagai balasan Modi  berjanji akan datang ke Australia untuk menghadiri pertemuan G20 di Brisbane pada November mendatang dan akan menjadi pemimpin India pertama yang diundang Australia dalam kurun waktu 2  dekade terakhir.