ABC

Animator Jawara Oscar Tolak Hollywood Demi Bangun Studio di Melbourne

Animator pemenang penghargaan Oscar, Adam Elliot, mengatakan, ia telah menolak tawaran untuk bekerja di Hollywood karena ia adalah orang yang "gila kontrol", ia lebih memilih membangun studio sendiri di pinggiran utara Melbourne.

Film barunya ‘Ernie Biscuit’, yang bercerita tentang pengrajin kulit tuli yang sengaja bepergian dari Paris ke Australia dengan bebek peliharaannya, kini sedang ditampilkan di Melbourne International Film Festival (MIFF).

"Saya dapat banyak tawaran selama bertahun-tahun untuk bekerja di Hollywood dan mereka semua sangat menarik tapi, Anda tahu, saya akan menyutradarai film orang lain," ujarnya.

"Saya megalomaniak, saya harus mengarahkan pekerjaan saya sendiri," tambahnya.

Pengrajin kulit asal Paris yang tuli adalah tokoh sentral di film baru animator Adam Elliot yang bertajuk ‘Ernie Biscuit’. Film ini tengah diputar di ajang Melbourne International Film Festival. (Foto: Publicity Still)
Pengrajin kulit asal Paris yang tuli adalah tokoh sentral di film baru animator Adam Elliot yang bertajuk ‘Ernie Biscuit’. Film ini tengah diputar di ajang Melbourne International Film Festival. (Foto: Publicity Still)

Seniman ini mengatakan, ia mendanai sendiri film ‘Ernie Biscuit’ untuk mempertahankan total kontrol atas produksi film tersebut.

"Tak ada orang yang mengatakan pada saya apa yang harus dilakukan, saya tak punya tenggat waktu," sebutnya.

Ia mengungkapkan, "Selama beberapa tahun terakhir, saya benar-benar mengunci diri dalam gua animasi kecil saya di Thornbury, dengan gumpalan tanah liat kecil saya, dalam gelap."

Adam membedakan studio pribadinya dengan studio milik ‘Pixar’, raksasa animasi yang memproduksi Toy Story dan Inside Out, yang studio mereka di San Francisco dikunjungi Adam lebih dari sekali.

"Itu sangat menakjubkan, mereka memiliki ruang sereal yang, setiap saat sepanjang hari, kapanpun bisa dikunjungi oleh animator dan memiliki sereal apapun yang animator inginkan," sebutnya.

Alih-alih bekerja di meja, ia menambahkan, tiap animator memiliki tempat nyaman mereka sendiri, di mana mereka bebas untuk menghiasinya sesuka hati.

"Studio mereka luar biasa. Studio saya, saya baru saja punya pemanas," akunya.

Harvie Krumpet menangi Oscar secara tak terduga

Adam mengatakan, ketika ia dan timnya memasukkan film Harvie Krumpet-yang dibuat tahun 2003 -ke ajang Academy Awards atau Oscar, mereka "memiliki harapan yang sangat rendah" karena film itu cukup panjang untuk sebuah film pendek.

Ia menjelaskan, sebuah film secara otomatis terpilih untuk masuk Oscar jika menang hadiah utama pada festival prestisius seperti MIFF.

"Kemudian yang harus Anda lakukan adalah mengirimkannya. Saya pikir ada biaya pendaftaran 50 dolar (atau setara Rp 500 ribu)," cerita Adam.

Ia menyambung, "Itu yang kami lakukan, tak ada lobi ... dan begitulah bagaimana kami akhirnya memenangkan Oscar."

Memiliki durasi 21 menit, Adam mengatakan bahwa ‘Ernie Biscuit’ juga merupakan film ‘pendek yang panjang’.

"Film pendek semakin pendek dan film roman semakin panjang, untuk beberapa alasan," sebutnya.

Adam tak berharap untuk kembali memenangkan Academy Award.

"Saya pikir, satu piala cukup bagi saya, itu akan seperti tersambar petir dua kali jika saya memenangkan penghargaan lainnya," tuturnya.