ABC

Aktivis Hewan Dituduh Bayar Rekaman Ekspor Ternak Hidup Australia

Pemerintah Australia akan memeriksa dugaan baru tentang cara rekaman diperoleh dan digunakan dalam kampanye aktivis untuk menghentikan perdagangan ekspor ternak hidup.

Poin utama ekspor

Poin utama:

• Surat kabar pada hari Kamis (17/1/2019) menuduh para aktivis membayar untuk mendapat rekaman domba yang menderita di kapal Awassi Express, insiden yang terungkap pada bulan April

• Pejabat sementara Perdana Menteri Australia mengatakan bahwa Pemerintah sedang menyelidiki tuduhan tersebut tetapi bersumpah bahwa ekspor ternak hidup akan memiliki prospek

• Mantan wakil PM Barnaby Joyce mengajukan tuduhan pada bulan Desember di bawah hak istimewa Parlemen

Penjabat sementara Perdana Menteri Australia, Michael McCormack, mengatakan tuduhan di koran-koran besar bahwa rekaman dari kapal ternak hidup dibayar sungguh "mengerikan", tetapi mengatakan ia tidak tahu apakah ada kebenaran di balik klaim itu.

"Pemerintahan kami akan menyelidikinya, tentu saja, tapi apa yang ingin kami lakukan adalah terus bekerja dan terus memastikan (industri) ekspor ternak hidup punya masa depan," kata McCormack.

Harian The Daily Telegraph dan The Australian West menerbitkan tuduhan itu pada hari Kamis (17/1/2018), menyebut bahwa rekaman yang memperlihatkan domba dalam kondisi tertekan dibayar oleh sejumlah aktivis hewan sebagai bagian dari kampanye untuk melarang perdagangan itu.

ABC belum memverifikasi klaim itu atau menghubungi pelapor, Fazal Ullah, tentang kebenarannya.

"Ini berlaku di semua industri dan semua pihak."

"Animals Australia perlu mengklarifikasi isu seputar pembayaran dan menangani masalah yang diajukan segera."

Membela pelapor

Animals Australia telah membela pelapor yang mengungkap rekaman dari sebuah kapal ekspor ternak hidup yang menjadi perhatian nasional signifikan terhadap kampanye mereka untuk melarang ekspor ternak hidup.

Dalam sebuah pernyataan kepada ABC, kelompok ini menyebutkan:

"Bukti tak terbantahkan tentang penganiayaan hewan yang diperoleh pelapor Fazal Ullah dikuatkan oleh pekerja lain dari Awassi Express yang sama-sama prihatin dengan penderitaan hewan di kapal," katanya.

"Bukti penderitaan luar biasa di lima pelayaran, yang dikonfirmasi dalam Laporan Dokter Hewan End of Voyage, diterima oleh sejumlah asosiasi industri dan regulator Pemerintah."

Pada hari Kamis (18/1/2019), Animals Australia mengatakan tidak akan mengomentari masalah ini sementara investigasi peradilan pidana sedang berlangsung.

"Kami menyimpan semua hak kami sehubungan dengan tuduhan yang dibuat, pencemaran nama baik atau sebaliknya," kata mereka.

Dalam pernyataan selanjutnya, kelompok itu mengatakan: "Tak ada upaya yang bisa menutupi perilaku eksportir ini atau mengubur bangkai domba yang kematiannya harus mereka pertanggung jawabkan."

"Animals Australia membela bukti yang diberikan dan akan terus bekerja sama dengan regulator dan otoritas terkait sebagaimana dipersyaratkan."

Seorang juru bicara eksportir Emanuel Exports mengatakan pihaknya "mendorong siapapun dengan bukti seperti apa yang dilaporkan di surat kabar untuk segera membawa masalah itu ke pihak yang berwenang ".

Peternak minta tinjauan

Asosiasi Pastoralists and Graziers serta Peternak Australia Barat menuntut penyelidikan tentang bagaimana rekaman, yang digunakan dalam kampanye untuk mengakhiri ekspor ternak hidup, itu diperoleh.

Menyusul tuduhan yang diterbitkan oleh surat kabar, presiden Peternak Australia Barat, Tony York, mengatakan jika rekaman dibuat dalam upaya untuk menyesatkan publik, hal itu mendiskreditkan organisasi yang menggunakan rekaman itu.

"Industri peternakan telah menginvestasikan sejumlah besar waktu, upaya, dan uang untuk memastikan standar kesejahteraan hewan terbaik memungkinkan bagi semua hewan yang memasuki perdagangan ekspor ternak hidup," katanya.

Kapal Awassi Express berada di tengah sorotan dugaan kesejahteraan ternak hidup pada bulan April tahun lalu.
Kapal Awassi Express berada di tengah sorotan dugaan kesejahteraan ternak hidup pada bulan April tahun lalu.

ABC News: Nicolas Perpitch

Federasi Peternak Nasional Australia juga menyatakan keprihatinan terkait kampanye Animals Australia.

Dinilai tak penuhi standar

Juru bicara Partai Buruh bidang agrikultur, Joel Fitzgibbon, mengatakan laporan surat kabar itu menimbulkan pertanyaan "yang harus dijawab", tetapi mempertahankan dukungan Oposisi untuk menghapuskan perdagangan tersebut.

"Tiga laporan yang dikeluarkan oleh Pemerintah sekarang telah menemukan kegagalan sistemik dalam perdagangan ekspor domba hidup, baik secara ... perilaku dan peraturan," kata Fitzgibbon.

Berbicara secara umum, Senator Partai Hijau Australia, Jordon Steele-John, mengatakan ia tak memiliki masalah dengan kelompok-kelompok kesejahteraan hewan yang membayar untuk mendapat rekaman.

"Saya pikir penting bahwa organisasi yang peduli terhadap kesejahteraan hewan mengambil langkah yang benar-benar diperlukan untuk mengungkap kebenaran," kata Steele-John.

Diangkat akhir 2018

Desember lalu, ABC melaporkan bahwa pendukung pemerintah, Barnaby Joyce, telah menggunakan hak istimewa Parlemen untuk mengklaim pelapor ekspor domba hidup dibayar sekitar $ 200.000 (atau setara Rp 2 miliar).

Rekaman yang menunjukkan kematian domba di atas kapal ekspor ternak hidup menuju ke Timur Tengah itu menyebabkan perdebatan sengit tentang industri mana yang harus ditutup.

Animals Australia memperoleh rekaman, yang diterbitkan oleh program 60 Menit pada bulan April 2018, itu.

Berbicara di Parlemen pada 5 Desember, mantan Wakil Perdana Menteri tersebut mengatakan si pelapor itu dibayar, tetapi tidak mengatakan siapa sosoknya.

"Di mana sosok yang bertanggung jawab merawat mereka? Ia adalah orang yang mereka mengambil rekaman itu, ia adalah orang yang mengambil gambar itu. Dan sekarang ia menjual rekamannya, ia telah dibayar dan ia tinggal di Pakistan," kata Joyce kepada Parlemen.

Animals Australia membantah bahwa pihaknya, atau program 60 Menit, memberikan pembayaran apapun untuk rekaman tersebut.

Komentar Joyce di Parlemen muncul selama minggu yang sama ketika eksportir mengumumkan larangan yang diberlakukan atas ekspor domba hidup selama musim panas di belahan utara Bumi tahun depan.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.