ABC

Aktifis hewan mata-matai peternakan dengan pesawat kendali jarak jauh

Aktifis Organisasi Pembebasan Hewan di Negara Bagian New South Wales (NSW) menggelar investigasi dengan menggunakan  hexacopter atau robot terbang dengan 6 baling-baling yang diterbangkan dengan alat pengendali jarak jauh.

Hexacopter itu digunakan untuk menangkap gambar kondisi unggas di dalam peternakan dari udara.  Alat itu dibeli seharga AUS$14.000 dan dilengkapi dengan kamera video definisi tinggi seharga AUS$ 3.000, stabilisator dan lensa jarak jauh.

Tindakan ini merupakan upaya dramatis organisai ini untuk meningkatkan kampanye mereka terhadap pemilik peternakan agar memperhatikan hak hewan untuk bergerak bebas.

"Alat ini memungkinkan kami membuat dokumentasi dari jarak 10 - 30 meter ke bawah dan itu tidak melanggar hukum,” kata Direktur Eksekutif  Pembebasan Hewan NSW, Mark Pearson.

"Dengan pesawat pengendali jarak jauh ini kita bisa mendapatkan gambar tanpa melakukan pelanggaran masuk tanpa ijin, cara ini tidak bertentangan dengan hukum ruang udara sehingga dokumen yang  dihasilkan nanti sah dan bisa digunakan oleh otoritas, polisi dan pengadilan."

Alat tersebut baru-baru ini digunakan untuk memantau dari udara kondisi peternakan telur tanpa pengandangan Dora Creek di Pesisir Tengah NSW dan satu lagi di Maitland, Newcastle Utara.

Dan memicu kontroversi karena gambar menunjukan unggas di peternakan itu tidak bergerak bebas di alam tetapi dikandangkan.  Gambar yang diambil hexacopter itu kemudian digunakan oleh Komisi Persaingan Usaha dan Konsumen Australia untuk menyelidiki apakah peternakan itu memang menerapkan sistem peternakan tanpa kandang yang memungkinkan ternaknya bergerak bebas.

"Jika memang tanpa kandang, maka unggas disana bisa mengakses sumber makanan dari alam disekitarnya, maupun pakan ternak yang disediakan, ada kandang, hewan bisa menikmati cahaya matahari langsung dan lain-lain untuk memenuhi kebutuhannya, sebagaimana diharapkan konsumen yang bersedia  membayar produk mereka dengan harga tinggi,” ungkap Pearson.

Film yang ditayangkan program ABC Landline merupakan bagian dari penyelidikan di Dora Creek itu.

Pemilik peternakan, Glenn Moncrieff, mengatakan 65.000 unggas ayam miliknya dikeluarkan setiap sore. Namun ketika organisasi Pembebasan Hewan memfilmkan peternakan mereka dari udara, unggas mereka sedang dikandangkan di siang hari karena sedang diobati untuk mencegah cacingan.

Praktek itu menurut Moncrieff sudah sesuai dengan ketentuan perunggasan Australia.

Moncrieff  tidak mengijinkan kru Landline ABC memfilmkan kandang unggasnya, tapi beberapa hari kemudian kru Landline ABC meyaksikan kalau ternak di peternakan  itu memang sedang dikeluarkan dari kandang.

Moncrieff  mengaku dirinya tidak suka dengan tindakan yang dilakukan aktifis Pembebasan Hewan yang memata-matai peternakannya dari udara.

"Itu sangat mengganggu, mereka tidak berhak melakukan itu,” katanya kesal.

"Jika mereka datang mengetuk pintu, kami dengan senang hati membantu, tapi jika mereka langsung menerbangkan sesuatu diatas peternakan kami, saya tidak setuju,” tegasnya.

Pendapat sama juga disampaikan Presiden Federasi Peternak Nasional.

"Ada elemen angkuh dalam praktek ini, mereka tampaknya berusaha menggunakan taktik menggertak dan kita tidak tahu apakah mereka merekam sendiri semua kutipan gambar tersebut bagaimana film itu digunakan atau diedit,” kata Presiden organisasi itu Duncan Fraser.

"Ada banyak isu tersembunyi yang harus diperjelas terlebih dahulu.” tegasnya.

Duncan mengatakan sejumlah peternak sudah berjanji akan menembak jatuh hexacopter itu jika kedapatan terbang diatas lahan peternakan milik mereka, tapi Duncan mencegahnya karena kontra produktif.  

Sebaliknya Duncan mendorong kedua pihak membahas masalah ini dengan kepala dingin.

Tidak takut dipolisikan

Investigasi dengan hexacopter ini dituding sebagai usaha pemimpin organisasi pembebasan Hewan Mark Pearson’s mempromosikan pencalonannya sebagai anggota senat.

Seperti diketahui Ia adalah calon kuat dari NSW yang dicalonkan oleh Partai Keadilan Hewan.

Namun tudingan ini ditolak Pearson.

"Saya rasa orang ingin tahu yang sebenarnya terjadi dibalik pintu yang tertutup. Partai kami hanya ingin menunjukan kondisi perlakuan terhadap hewan yang selama ini kerap disembunyikan,” kata Pearson.

Organisasi Pembebasan Hewan  juga memiliki gambar bagian dalam peternakan Dora Creek dari kamera tersembunyi yang diambil sendiri olehnya.

Rekaman ini juga dilakukan tanpa meminta ijin, namun Pearson percaya diri tindakan ini tidak bisa dituntut.

"Saya sudah pernah ditangkap dan dituntut karena dianggap masuk kawasan tanpa ijin sekitar 12 kali. Jadi saya tahu persis konsekwensinya dan saya yakin hakim dan juri akan melihat kasus ini dengan pandangan, Ok orang ini memang masuk tanpa ijin, tapi lihat apa yang berhasil diungkapnya.”    

 Kontroversi ini akhirnya mendapat tanggapan dari Menteri Industri Primer NSW, Katrina Hodgkinson. Ia mengatakan polisi harus menginvestigasi kasus ini dan ia bersedia membahasnya dengan Jaksa Agung negara bagian mengenai apa yang disebutnya sebagai “Terorisme Pertanian”.

"Kondisinya seperti ini,  ada orang tinggal didalam sebuah rumah, rumah itu adalah barang milik keluarga tersebut, dan keluarga itu menjadi ketakutan karena upaya mereka yang memaksa masuk meski hanya  dengan kamera dari udara. Saya pikir tindakan seperti ini layak disebut “Terorisme pertanian."