ABC

AirAsia Mendarat Darurat di Brisbane, Australia

Para penumpang penerbangan AirAsia X mengatakan melihat percikan api dari mesin, setelah diduga menabrak burung yang menyebabkan pesawat mereka mendarat di Brisbane Senin malam (3/07/2017).

Namun para ahli meragukan burung tersebut menjadi penyebab pendaratan darurat.

Insiden terjadi tidak lama setelah pesawat lepas landas dari Gold Coast, Queensland menuju Kuala Lumpur, Malaysia sekitar pukul 10.20 malam.

Pesawat sempat terbang satu jam sebelum mendarat dengan selamat di kota Brisbane.

"Dua ekor burung ditemukan di landasan pacu," seperti yang dijelaskan AirAsia dalam sebuah pernyataan.

AirAsia akui pendaratan darurat akibat menabrak burung.
AirAsia akui pendaratan darurat di Brisbane akibat menabrak burung.

ABC News: Elizabeth Pickering

Eric Lim, seorang penumpang yang sempat mengunggah foto dan video pesawat di jejaring sosial mengatakan mesin sebelah kanan yang tertabrak.

"Ada percikan berturut-turut 'boom, boom, boom'," seperti yang ditulis Eric di Facebook.

Penumpang lain dalam pesawat yang berkapasitas 345 penumpang dan 14 awak kabin, menceritakan hal yang serupa di jejaring sosial.

Calvin Boon mengatakan ia melihat api keluar dari pesawat.

Seorang penumpang lain mengunggah sebuah video yang mengungkapkan rasa terima kasih karena mereka mendarat dengan selamat.

"Kami selamat dari insiden menakutkan itu," katanya dalam sebuah video di Facebook.

"Truk pemadam kebakaran sedang memeriksa mesinnya, syukurlah kita masih hidup."

Skip Facebook

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

Skip Facebook Post

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

FACEBOOK: Video Air Asia 1

Benyamin Ismail, Chief Executive Air Asia X, mengatakan maskapainya akan segera mengatur penerbangan sewaan untuk para penumpang.

"Kami memuji pilot dan awak kapal kami atas profesionalisme dan tindakan cepat mereka untuk meyakinkan para pnumpang yang berada di pesawat D7207, serta mendaratkan pesawat dengan selamat di bandara Brisbane," katanya.

Insiden ini terjadi kurang dari dua minggu, setelah pesawat AirAsia X menggalami guncangan hebat seperti di dalam mesin cuci, akibat masalah mesin dan terpaksa kembali ke Perth (25/06/2017).

Sejumlah penumpang mengaku melihat api keluar dari mesin pesawat AirAsia X.
Sejumlah penumpang mengaku melihat api keluar dari mesin pesawat AirAsia X.

ABC News: Elizabeth Pickering

Sejumlah ahli curiga dengan penjelasan AirAsia

Ketua Strategic Aviation Solutions, Neil Hansford, yang berkonsultasi dengan sejumlah maskapai penerbangan komersial dan bandara, mengatakan penjelasan AirAsia X mencurigakan, terutama ketika bandara udara Gold Coast telah mengeluarkan banyak uang untuk menjauhkan burung-burung dari kawasan bandara udara.

Dia mengatakan ketika sebuah mesin pesawat dinyatakan bersertifikat, telah melakukan pengujian untuk memastikan bisa mengatasinya. Pengujian dilakukan dengan melemparkan ayam beku ke dalam mesin.

"Jika saya melihat mesinnya, ada bagian blade pada mesin yang hilang, ini menurut saya sedikit mencurigakan. Saya juga curiga saat maskapai AirAsia X mengatakan telah menemukan bangkai di landasan pacu," katanya.

"AirAsia tidak memiliki akses ke landasan pacu. Ini sudah dipastikan oleh pihak bandara di Gold Coast.

"Pemeliharaan lingkungan bebas burung di lahan bandara adalah tanggung jawab pihak andara."

Neil mengatakan hanya hanya burung besar dari kawasan perairan yang bisa menyebabkan kerusakan mesin tersebut.

Ia meragukan burung-burung besar ini terbang di kawasan bandara pada malam hari.

"Ada perbedaan antara blade yang terkekuk dan blade yang terlepas, yang jadi keadaan sebenarnya yang dialami AirAsia di Perth minggu lalu," katanya.

"Bagi saya hubungan kedua insiden ini belum lengkap, semoga tidak ada yang ditutup-tutupi."

Diterbitkan oleh Erwin Renaldi pada 4/07/2017 pukul 11:30 AEST dari artikel bahasa Inggris yang bisa dibaca disini.