ABC

Agen Mossad Diduga Bunuh Professor Palestina di Malaysia

Kepolisian Kerajaan Malaysia mengatakan pihaknya sedang memburu dua tersangka dalam pembunuhan profesor teknik asal Palestina, Fadi al-Batsh, pada akhir pekan.

Tetapi jika kecurigaan bahwa para pelaku pembunuhan adalah agen dinas intelijen Israel, Mossad, kemungkinan mereka sulit untuk ditemukan.

Hamas, kelompok yang memerintah di Gaza, mengatakan Prof. Fadi dibunuh.

Di Kuala Lumpur, polisi menunjukkan gambar rekaan dari dua orang yang diduga sebagai pelaku penembakan Prof. Fadi.

Inspektur Jenderal Mohamed Fuzi Harun mengakui tidak banyak yang bisa dilakukan.

"Sketsa ini menunjukkan dua tersangka berkulit terang yang berasal dari Eropa atau Timur Tengah," katanya.

Irjen Fuzi mengatakan bahwa kedua pria memiliki jenggot "agak lebat", dengan tinggi sekitar 180 sentimeter dan berbadan kekar.

Malaysia mengatakan pihaknya mencurigai keterlibatan badan intelijen asing. Hamas langsung menuduh keterlibatan Mossad.

Hamas mengakui Prof Fadi merupakan anggota penting organisasi ini.

Hamas soldiers stand guard outside mourning tent for Fadi al-Batsh
Hamas mengatakan Fadi al-Batsh merupakan anggota penting organisasi tersebut.

AP: Adel Hana

Paman dari Fadi Al-Batsh mengatakan dua orang dengan mengendarai sepeda motor mengejar keponakannya itu.

"Ketika mereka memastikan bahwa dia adalah Fadi al-Batsh, mereka menembakkan 10 peluru ke arahnya," katanya.

Israel secara resmi membantah keterlibatan pihaknya dalam kejadian ini.

Analis keamanan mengatakan bantahan tersebut merupakan prosedur standar.

'Perang rahasia' Israel - Hamas

Yoni Ben Menachem, peneliti senior di Jerusalem Center for Public Affairs mengatakan, menurut sumber keamanan Israel dan Palestina, Fadi al-Batsh membantu Hamas mengembangkan persenjataan.

"Dia mengkhususkan diri dalam drone. Dia juga membantu sayap militer Hamas untuk mengembangkan roket yang lebih akurat," katanya.

Sejumlah pihak menduga Fadi al-Batsh mungkin turut membantu pengembangan drone kapal selam yang bisa menyerang anjungan minyak dan gas lepas pantai.

Mossad juga paling dicurigai terlibat ketika seorang ahli drone asal Palestina yang terkenal tewas di Tunisia pada tahun 2016.

Menachem mengatakan di balik layar peperangan antara Israel dan Hamas tidak pernah berakhir.

"Sudah lama ada perang rahasia. Perang rahasia antara Israel dan Hamas. Sebenarnya ini suatu perlombaan," katanya.

"Hamas ingin mengejutkan Israel dengan senjata dan taktik baru dalam perang berikutnya. Dan Israel berusaha mencegah hal itu," jelas Menachem.

"Itulah yang terjadi. Yang kita saksikan adalah bagian dari hal itu," tambahnya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.