ABC

Ada 5 Juta Lansia Penyintas Kasus Pelecehan Seksual Anak di Australia

Semakin banyak penyitas kasus pelecehan seksual anak yang kini berusia diatas 60 tahun yang mengakses bantuan. Kelompok advokasi korban memperkirakan di Australia saat ini ada sekitar 5 juta orang dewasa penyintas kasus pelecehan seksual pada masa kecilnya.

Lebih dari seperempat warga yang mengakses layanan konsultasi korban pelecehan seksual anak adalah orang dewasa penyintas yang kini berusia diatas 60 tahun.

Angka ini dirilis oleh organisasi advokasi korban pelecehan anak dalam rangka Hari Pita Biru (Blue Knot Day) yang bertujuan untuk membangkitkan kepedulian publik terhadap para penyintas korban pelecehan anak.

Diperkirakan saat ini ada sekitar 5 juta warga Australia yang mengalami trauma dan pelecehan di masa kecilnya.

"Kami semakin banyak mendapati kelompok orang berusia dewasa yang mengakses layanan konsultasi, dan kami yakin hal itu terkait dengan hadirnya komisi Komisi Kerajaan dalam Merespon Pelecehan Seksual," kata Dr Cathy Kezelman, Presiden Orang Dewasa Penyintas Pelecehan Seksual Anak (Adults Surviving Child Abuse).

"Orang-orang  dewasa ini kemungkinan telah merahasiakan pelecehan seksual yang dialaminya seumur hidup mereka dan ini mereka mencoba mengakses layanan konsultasi dan mencari bantuan,"

"Kami pernah juga melayani telepon dari raga berusia 80 tahun dan mengaku mereka tidak pernah menceritakan perlakuan yang dialaminya kepada siapapun dan kini dia mengetahui kalau hal tersebut sangat mempengaruhi kehidupan mereka.

Dr Kezelman mengatakan temuan pada kelompok usia ini yang mencari bantuan menekankan urgensi baru untuk mendesak pemerintah agar mendukung skema ganti rugi nasiobal, seperti yang direkomendasikan oleh komisi kerajaan.

 

"Mereka ini tidak menjadi semakin muda, mereka telah menunggu selama beberapa dekade untuk didengar dan menemukan keadilan dan dukungan," katanya.


"Kini waktunya bagi Pemerintah Federal untuk menunjukan kepeminpinan mereka dalam berkomitmen, berbicara pada pemerintah negara bagian dan institut sehingga kita akan mendapatkan skema yang seadil-adilnya,"

Pengacara Simon Cole, yang spesialis dalam mengadvokasi kasus kompensasi bagi penyintas korban pelecehan seksual mengatakan dirinya juga dilecehkan secara seksual oleh pembina pramukanya ketika berusia 10 tahun.

"Saya masih ingat dengan jelas betapa paniknya saya dan merasa tak berdayanya ketika itu," tuturnya.

Dia kini berusia 52 tahun tapi pelecehan seksual yang dialaminya masih terus menghantui dirinya,"

"Kejadian itu tentu saja sangat mempengaruhi sekolah saya dan kepercayaan diri saya, masalah ini terus menghantui saya dalam berbagai bentuk sepanjang kehidupan saya sebagai manusia dewasa,"

Menurut Cole wacana ganti rugi keuangan melalui skema nasional akan sedikit memperbaiki penderitaan para korbannya.

"Komisi kerajaan telah melihat puluhan ribu korban akan bermunculan," katanya.
 
"Saya pikir para korban telah sangat berani menceritakan kisah mereka dan tentunya penting bagi mereka untuuk mendapatkan keadilan restoratif termasuk kompensasi untuk rasa sakit dan penderitaan yang mereka alami dalam kehidupan mereka, dan juga untuk kerugian ekonomi."
 
Juru bicara kelompok advokasi korban Leavers Australia Network, Leonie Sheedy mengatakan pengakuan kerugian ini sudah sangat terlambat.
 
"Berapa banyak cerita horor lagi yang  harus kita dengar sebelum negara menyetujui wacana ganti rugi ini, orang-orang ini layak mendapatkan keadilan dan ganti rugi?" katanya.
 
"Para korban ini tengah sekarat, kesehatan mereka tidak begitu baik sekarang dan sisa usia mereka sudah tidak panjang lagi dan banyak dari anggota keluarga mereka yang merawatnya mengaku khawatir tidak tahu bagaimana membayar  pemakaman mereka."
 
Pemerintah Federal mengatakan sedang mempertimbangkan laporan royal komisi mengenai opsi pemberian  ganti rugi dan akan merespon usulan ini  pada akhir tahun mendatang.
 
Komisi Kerajaan Korban Pelecehan Seksual anak dibentuk oleh Pemerintah Federal Australia pada 11 Januari 2013 untuk merespon keluhan pelecehan seksual anak yang dilatar belakangi terkuaknya laporan pelecehan seksual yang terjadi di Gereja Katolik Roman diberbagai wilayah di Australia.
 
Komisi ini pekan lalu merekomendasikan dibentuknya skema ganti rugi nasional tunggal untuk membayarkan kompensasi bagi korban pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh kelembagaan.
 
Komisi kerajaan telah merekomendasikan pemberian ganti rugi minimum kepada penyintas kasus pelecehan seksual anak sebesar $10.000, rata-rata $65.000 dan maksimal $200.000 yang harus dibayarkan oleh lembaga dimana kasus  pelecehan seksual itu terjadi.