ABC

54 Ribu Turis RI Kunjungi Victoria Tiap Tahun

Indonesia ternyata menjadi pasar potensial untuk industri pariwisata Victoria, Australia. Pasar dari Indonesia sedang tumbuh kuat bersama China dan India.

"Jumlah turis Indonesia meningkat dua kali lipat di Melbourne, sejak 2006. Jadi ini sangat fantastik. Negara Anda adalah tetangga terdekat kami, kami punya banyak hubungan dalam hal bisnis dan perdagangan," jelas Chief Executive of Victoria Tourism Industry Council (VTIC/Dewan Industri Pariwisata Victoria) Dianne Smith.

Dianne ditanya jurnalis Indonesia tentang pertumbuhan turis Indonesia  saat ditemui di kawasan Federation Square, Melbourne, Victoria atas undangan Australia Plus ABC International pada September 2015 lalu. 

Pasar utama pariwisata Victoria adalah China, Selandia Baru, India dan beberapa negara Eropa.

"China memang pasar terbesar tapi pengunjung Indonesia juga mengalami kenaikan. Itu pasar yang sangat luas, sangat berbeda. Ada 54 ribu pengunjung dari Indonesia per tahun, jumlah ini meningkat 2 kali lipat sejak tahun 2006. Ada peningkatan meski dolar naik. Itu akan dipertahankan, karena Indonesia tetangga terdekat kami," imbuh dia.

Sedangkan Menteria Pariwisata, Acara Besar dan Olahraga Victoria John Eren menambahkan China memang menjadi pasar terbesar pariwisata Victoria dengan pangsa pasar total 26%. Yang signifikan juga adalah mahasiswa internasional.

"Kami ingin memastikan mahasiswa yang studi diterima dengan hangat, terbuka dan pengalaman studi yang mengesankan di sini, dan mereka akan dikunjungi kerabat di sini, dan itu bisa menggerakkan ekonomi senilai AUS$ 4,7 miliar (Rp46,3 triliun). Dan kami akan menumbuhkan itu. Ini tentang pengalaman, baik studi atau hanya berkunjung kami ingin memastikan semuanya merasa diterima dengan baik dan terbuka. Dan itu yang jadi perhatian kami," tandas John.

 

Tempat Wisata Menarik di Victoria 

Dua pejabat di bidang pariwisata Victoria Australia ditanya mengenai 5 tempat wisata yang paling asyik. Hasilnya?

Pejabat Victoria yang ditanya detikcom dan RCTI -atas undangan Australia Plus ABC International- adalah Chief Executive of Victoria Tourism Industry Council (VTIC/Dewan Industri Pariwisata Victoria) Dianne Smith dan Menteri Pariwisata, Acara Besar, dan Olahraga Victoria, John Eren. 5 Tempat ini masuk dalam daftar mereka.

1. Melbourne

Kota ini menjadi "The Most Livable City in The World" versi Inteligence Economist Unit (IEU) selama 5 tahun berturut-turut termasuk di tahun 2015. Memiliki infrastruktur yang mumpuni di bidang transportasi, terutama menjadi kota dengan jaringan trem terpanjang di dunia, 250 km jalur ganda dengan 1.700 halte.

Memiliki banyak ikon kota, Federation Square, ruang terbuka dengan arsitektur kontemporer dengan 10 juta pengunjung per tahun. Di seberang Federation Square ada stasiun tertua di Melbourne, Flinders Street Station, juga Katedral Saint Paul.

Trotoar yang lebar, stan keran air minum di mana-mana membuat kota berpenduduk sekitar 4,5 juta ini paling nyaman dijelajahi dengan jalan kaki.

2. Bendigo

Bendigo adalah kota yang bisa dijangkau 90 menit dari Bandara Melbourne, atau 1,5-2 jam naik kereta dari stasiun Southern Cross di Melbourne. Kota ini juga tumbuh kala gold rush, kala penambangan emas marak di negara bagian Victoria.

Ada banyak pertunjukan budaya di Bendigo, juga pasar komunitas seperti farmers market yang menjual produk sayuran segar, juga Square Market dan Trove Market yang menjual barang-barang kerajinan buatam tangan, Bendigo Moonlight market kala bulan purnama yang menjual barang vintage, seni dan makanan berpadu dengan live music.

Banyak juga restoran, bar, kafe yang tersebar di seluruh kota, di ujung-ujung jalan. Ada juga wisata sejarah dalam trem, yang menunjukkan asal-usul kota ini di masa lalu, yang dibangun di atas salah satu tambang emas terkaya.

3. Sovereign Hill, Ballarat

Bila ingin melihat sejarah penambangan emas di Victoria, datanglah ke Sovereign Hill, Ballarat. Di kawasan Sovereign Hill, ada set pertambangan yang masih dipertahankan sesuai aslinya kala masa perburuan emas tahun 1850-an. Di sini, semua terasa naik ke mesin waktu.

Anda bisa melihat warga di tahun 1850-an yang menjadi orang kaya baru dengan pakaian-pakaian vintage gaya Victoria nan mewah pada awal abad 19. Anda juga bisa mengunjungi tambang bawah tanah untuk menggali emas asli!

4. Great Ocean Road

Great Ocean Road adalah jalan sepanjang 243 kilometer di garis pantai tenggara Australia. Pemandangan di jalan ini terletak menghadap laut dengan pemandangan yang indah.

Jalan ini masuk Australian National Heritage dan dibangun oleh tentara yang kembali dari Perang Dunia I antara 1919 dan 1932 dan didedikasikan untuk tentara yang gugur kala PD I.

5. Williamstown

Williamstown adalah pelabuhan pertama di Melbourne, berkembang jadi kota industri dan kini menjadi kota maritim yang populer dan gaya.

Banyak kafe dan restoran di sepanjang pantai Williamstown. Bisa napal tilas sejarah kota ini sebagai kota maritim yang dikembangkan sebagai pelabuhan pertama sejak tahun 1837.

Berlokasi di mulut Sungai Yarra, di sini juga ada kawasan pembuat perahu layar tinggi.

*Dapatkan kesempatan memenangkan boneka beruang Bobbie, khas Australia, yang memiliki harum bunga lavender dengan menceritakan apa yang paling Anda sukai dari Australia. Caranya? Tulis di akun Twitter Anda dengan tag #JendelaAustralia. Ikuti akun @APlusIndonesia untuk mengetahui pemenangnya.