ABC

100 Proyek Percobaan Pelajar Australia Dikirim ke Luar Angkasa

'San, ni , ichi, zero', dan sebuah roket pun meluncur ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) dengan membawa 100 percobaan yang dibuat oleh pelajar sekolah menengah di Australia.

Peluncuran dengan roket buatan Jepang itu dilakukan pada tengah malam waktu Jepang.

Start-up asal Australia, Cuberider, bekerja sama dengan lebih dari 1.000 pelajar dari 60 sekolah untuk membuat berbagai hipotesis untuk diuji para astronot NASA.

"Bagaimana cara agar anak-anak muda Australia bersemangat belajar ilmu pengetahuan dan teknologi?" tanya Solange Cunin, pendiri Cuberider yang berusia 23 tahun.

Para siswa mengajukan sendiri eksperimen mereka ke tim Cuberider dan proyek-proyek melibatkan kombinasi dari pengumpulan data yang cukup kompleks, coding dengan banyak interaksi antara teknologi, matematika, ilmu pengetahuan, dan musik.

Satu kelompok akan menciptakan simfoni dari data yang dikumpulkan dalam pesawat luar angkasa.

Suhu akan membuat musik dengan suara dari alat musik tiup, sedangkan bagian dawainya ditentukan dari ketinggian.

Yang lainnya akan mengukur radiasi pada roket dan melihat jika tingkat radiasi memberikan rasa sakit pada astronot.

Solange Cunin sitting on a stage in front of kids.
Solange Cunin adalah CEO Cuberider, yang memberikan inisiatif proyek.

ABC News: Raveen Hunjan

Solange mengatakan roket akan mengelilingi Bumi sampai bertemu dengan stasiun luar angkasa.

"Roket meluncur dengan kecepatan peluru dan mencoba untuk mencapai Stasiun Antariksa Internasional, yang juga memiliki kecepatan peluru," katanya.

"Kemudian para astronot akan membongkar dan mengatur semua percobaan pelajar agar bisa berjalan."

Tentunya para pelajar merasa senang bisa terlibat dalam misi ruang angkasa internasional.

"Ketika saya mendengar terpilih, saya sangat bersemangat untuk bisa terlibat ... tidak terpikir jika yang saya kerjakan benar-benar akan dikirim ke luar angkasa," ujar Flynn William Innes, pelajar berusia 15 tahun.

"Ini sesuatu yang saya tidak pernah bermimpi akan melakukannya, terutama di awal kehidupan saya. Saya rasa ini akan menyiapkan untuk banyak hal baik di masa depan," kata Jennifer Johnston, siswa lainnya.

Roket milik badan antariksa Jepang (JAXA) itu diperkirakan akan mencapai stasiun ruang angkasa pada 16 Desember 2016 mendatang.

Diterbitkan oleh Erwin Renaldi pada 12/12/2016 pada pukul 15:15 AEST dari artikel aslinya yang berbahasa Inggris, bisa dibaca di sini.