ABC

Mahasiswa Melbourne Ciptakan Kaos Kaki Pintar Untuk Fisioterapi

Teknologi “kaus kaki pintar” baru yang bisa dipakai dapat membantu ahli fisioterapi mengobati pasien di wilayah regional dan pasien jarak jauh karena kaos kaki itu bisa mengirimkan data dari jarak jauh.

Di dalam kaos kaki tersebut ada panel sensor gerakan dan tekanan, yang dapat memberikan informasi langsung atau real-time tentang bagaimana pasien melakukan gerakan selama menjalani latihan fisioterapi seperti melakukan gerakan squat ataupun lompatan.

Penciptanya, kandidat PhD dari University of Melbourne, Deepti Aggarwal, mengatakan ia mengembangkan kaus kaki pintar ini sebagai cara membantu pasien yang kesulitan bertemu dengan fisioterapis di klinik atau rumah sakit karena jaraknya yang jauh.

Skip gfycat embed

FireFox NVDA users – To access the following content, press ‘M’ to enter the iFrame.

Menurutnya teknologi ini dapat membantu ahli fisioterapis menilai dan mengobati pasien dan dapat memberikan alternatif untuk perawatan tatap muka bagi pasien di kawasan pedesaan atau mereka yang memiliki masalah mobilitas.

“Terutama dalam kasus pasien dengan kondisi jangka panjang seperti menderita sakit kronis, sangat sulit bagi mereka untuk datang melakukan kunjungan tatap muka,” kata Deepti Aggarwal.

Deepti Aggarwal dan rekan-rekannya dari Universitas Melbourne sekarang telah menguji coba teknologi ini pada tiga pasien yang menderita sakit kronis di Royal Children Hospital.

Salah satu pasien yang ikut dalam uji coba adalah Poppy Lange yang sudah mengalami kesakitan parah sejak dia mengalami cedera di bagian lututnya ketika sedang lari empat tahun lalu.

Pasien berusia 18 tahun ini telah menghabiskan hampir semua waktu dengan tongkat tetapi mengatakan kaus kaki pintar ini telah membuat perbedaan besar dalam hidupnya.

“Bisa berjalan sebagaimana biasa dilakukan orang lain, tapi itu menjadi bagian yang sangat penting untuk bisa pergi kuliah, pergi bekerja dan pergi ke sekolah setiap hari,” kata Lange.

Konsultasi video kaus kaki pintar
Kaus kaki memiliki sensor yang terpasang di dalamnya dan informasi itu ditampilkan dalam konsultasi video.

Foto: Deepti Aggarwal

“[Kaus kaki pintar] Physio memungkinkan saya melakukan itu, yang jelas-jelas memungkinkan saya untuk melanjutkan sisa hidup saya.”

Fisioterapis Mark Bradford mengatakan bahwa kaus kaki pintar ini menyediakan data untuk fisioterapis dan juga pasien sesuatu yang tidak tersedia bila konsultasi dilakukan lewat video.

“Apa yang terlihat normal mungkin belum tentu seperti itu,” kata Mark Bradford.

“Kaus kaki pintar ini dapat menunjukkan apa sebenarnya yang terjadi.”

Mark Bradford mengatakan penggambaran teknologi visual dari gerakan dan distribusi berat memungkinkan pasien dapat memantau kemajuan mereka sendiri dan mendorong mereka untuk melanjutkan rehabilitasi mereka.

“Memiliki semangat dan keinginan untuk melakukan terapi adalah langkah yang sangat penting dalam pemulihan,” katanya.

Poppy Lange dan fisioterapis Mark Bradford
Poppy Lange (kiri) mengatakan kaus kaki telah membantu pemulihannya dengan meningkatkan informasi yang dikirim ke fisioterapisnya, Mark Bradford.

ABC News: Zalika Rizmal

Poppy Lange mengatakan melihat perbaikannya sendiri adalah penting karena itu memberi harapan dan inspirasi ketika pemulihannya berjalan lambat.

“Sangat penting untuk melihat peningkatan itu murni demi untuk kesehatan mental Anda agar dapat terus berjalan dan menghadapi rasa sakit,” katanya.

Kaos kaki pintar yang proses produksinya menelan biaya sekitar $ 300 atau setara Rp 3 juta ini belum dijual secara komersial, tetapi Deepti Aggarwal mengatakan dirinya berharap teknologi ini akan menjadi bagian dari praktek klinis umum.

“Idenya adalah bahwa fisioterapis akan memiliki beberapa sesi tatap muka, sehingga mereka tahu bagaimana perkembangan yang dialami pasien dan apa masalah terakhir yang dihadapi pasien dan kemudian mereka dapat memiliki beberapa konsultasi video,” katanya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.