Video Game Berbahasa Aborigin Pertama Diluncurkan
Video game berbahasa Aborijin pertama di dunia sedang dikembangkan sebagai upaya untuk melestarikan bahasa dan budaya tradisional ini. Game ini dinamai ‘Tjinari’, yang berarti “seseorang yang selalu ada di perjalanan” dalam bahasa suku Ngaanyatjarra di Gurun Barat Australia.
“Sangat penting untuk memastikan bahwa kaum muda kami terus berbicara bahasa kami karena semua bahasa itu penting,” kata ahli bahasa Ngaanyatjarra, Elizabeth Marrkilyi Ellis.
"Ada risiko yang muncul ketika praktek-praktek budaya tertentu tak dilakukan lagi, kata-kata itu tidak digunakan sehari-hari dan karenanya mereka hilang,” jelas Elizabeth.
“Jadi kami berharap, dengan aplikasi game baru yang kami kerjakan ini, kami akan membuat beberapa ungkapan tua diucapkan kembali,” sambungnya.
Permainan ini diciptakan oleh tim ahli bahasa, seniman dan programer dari Universitas Nasional Australia (ANU) dan Pusat Penelitian Dinamika Bahasa ARC (CoEDL).
“Anak-anak di komunitas terpencil semuanya punya ponsel, mereka bermain game, tapi semua game itu dalam bahasa Inggris,” kata antropolog linguistik Dr Inge Kral.
“Kami mengembangkan permainan yang menyenangkan – tak menggurui, bukan pelajaran bahasa, semuanya menyenangkan,” jelasnya.
Pengisi suara narasi game
Karakter utama dalam game itu harus menemukan tanaman yang tepat untuk diberikan kepada tabib demi menyelamatkan nyawa seorang gadis muda, yang menghadapi banyak rintangan dan hewan raksasa di sepanjang jalan.
Seluruh permainan diucapkan dalam bahasa Ngaanyatjarra dan menampilkan suara mahasiswa dari Kampus Warakurna di Sekolah Ngaanyatjarra, Australia Barat.
“Kami telah merekam suara anak-anak untuk game ini sehingga ketika mereka memainkannya, mereka mendengar suara mereka sendiri atau suara temannya yang memberi peringatan ‘palayi’, yang berarti ‘hati-hati’,” kata Elizabeth.
“Dan ketika mereka berhasil menyelesaikan tugas atau menavigasi hambatan, mereka akan mendengarkan suara mereka sendiri mengatakan ‘walykumunun’ yang berarti ‘sangat baik’,” tambahnya.
Latar belakang flora dan fauna
Game ini berlokasi di lanskap Gurun Barat – mulai dari sungai dan hutan hingga dataran Spinifex serta hutan mulga.
“Di dalam lanskap itu, Anda memiliki flora dan fauna yang khas daerah-daerah tersebut. Flora dan fauna ada di dalam game sehingga anak-anak belajar kata-kata untuk habitat dan hewan,” jelas Elizabeth.
“Banyak hewan telah punah sekarang ini … jadi kami menggunakan kata-kata sehingga anak-anak akan mampu mengucapkan nama hewan yang tak pernah mereka lihat itu,” tambahnya.
"Kami membawa pengetahuan kami tentang tanah kami ke dunia digital yang baru ini," kata Elizabeth Ellis.
Pelopor bahasa Aborigin lainnya
Game ini sedang dikembangkan untuk versi ponsel dan tablet.
“Ini akan menjadi sumber yang terbuka … dan juga menjadi pola terbuka yang bisa digunakan oleh bahasa asli di Australia dan di luar negeri,” kata Dr Inge.
“Kami berharap konsep ini akan berhasil. Bahasa kuno bisa ditransfer ke lingkungan modern ini, bukan sesuatu yang hanya untuk bahasa Inggris,” demikian pendapatnya.