ABC

Satu dari Empat Wanita Australia Alami Kekerasan dari Pasangannya

Satu dari empat wanita Australia pernah mengalami kekerasan dari pasangan dekatnya, sementara sedikitnya setengah juta anak-anak diperkirakan menyaksikan kejadian KDRT tersebut.

Laporan dari sebuah lembaga bernama National Research Organisation for Women's Safety (ANROWS) menyebutkan, cakupan masalah KDRT di Australia mungkin jauh lebih besar lagi.

ANROWS melakukan penelitian berdasarkan atas data Biro Statistik tahun 2012 yang menyebutkan satu dari enam wanita pernah mengalami kekerasan dari pasangannya yaitu suami atau tunangannya.

Namun ANROWS memperluas cakupan pengertian "pasangan" dengan memasukkan "pacar baik pria maupun sesama wanita" serta "teman kencan". 

Peta Cox yang menulis laporan ini menjelaskan, dengan memperluas cakupan "pasangan", maka terungkap bahwa jumlah wanita yang mengalami kekerasan jauh lebih besar lagi.

"Data terakhir menyebutkan satu dari enam wanita pernah mengalami setidaknya sekali KDRT, namun begitu cakup pengertian pasangan dekat diperluas, maka jumlahnya menjadi satu dari empat wanita," jelas Peta Cox.

Secara rata-rata, laporan ANROWS juga memperkirakan lebih dari 400.000 wanita di Australia pernah mengalami kekerasan dari pasangannya sendiri saat wanita tersebut hamil. Ironisnya lagi, lebih dari setengah juta anak-anak turut menyaksikan aksi kekerasan itu.

"Ini adalah jumlah luar biasa anak-anak Australia yang hidup dengan risiko tersakiti akibat terekspos dengan kekerasan dalam rumah," jelas CEO ANROWS Heather Nancarrow kepada ABC.

"Ini sangat memprihatinkan sebab kita tahu anak-anak itu meskipun tidak mengalami langsung atau tidak menyaksikan langsung, namun mereka pasti tersakiti," katanya.

Dari sekitar 2,3 juta wanita yang pernah mengalami kekerasan dari pasangan prianya, 1,7 orang di antaranya mengalami kekerasan fisik sedangkan 800 ribu orang mengaku mengalami kekerasan seksual.

Selain itu, lebih sejuta wanita Australia mengalami kekerasan berulang-ulang dari pria yang sama.

Akibat dari aksi kekerasan itu, 900 ribu wanita mengalami luka dan lebam, serta lebih dari 10 ribu wanita mengalami keguguran.

Ditambahkan pula, sangat sedikit wanita korban kekerasan yang pergi ke dokter.

Apa yang disebut sebagai "aib nasional" Australia ini mendorong PM Malcolm Turnbull untuk menyisihkan dana pemerintah sebesar $100 juta untuk menanganinya.

Menurut catatan tahun 2015 ini sudah 63 wanita meninggal akibat aksi kekerasan dari pasangannya.