PINK MUN 2026 Digelar di BINUS University, Dorong Siswa SMA Kembangkan Kemampuan Diplomasi

Jakarta, 29 Agustus 2026 – Kemampuan diplomasi, berpikir kritis, negosiasi, dan komunikasi global semakin relevan bagi generasi muda. Salah satu wadah yang dapat memperkenalkan kemampuan tersebut sejak dini adalah Model United Nations (MUN). Melihat pentingnya pengalaman tersebut, BINUS University menjadi tuan rumah Pink Model United Nations (PINK MUN) 2026 yang berlangsung pada 29–30 Agustus 2026 di BINUS @Kemanggisan.

Melalui PINK MUN 2026, siswa SMA berkesempatan menjalani simulasi sebagai delegasi negara dan membahas berbagai isu global. Peserta tidak hanya menyampaikan pandangan, tetapi juga ditantang untuk menyusun argumentasi, melakukan negosiasi, membangun kolaborasi, serta mencari solusi dengan mempertimbangkan beragam perspektif.

Rangkaian kegiatan dibuka oleh Rektor BINUS University Dr. Nelly, S.Kom., M.M., Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU, serta perwakilan Kedutaan Besar Meksiko. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut turut memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang dapat memperluas wawasan generasi muda.

Sebagai tuan rumah, BINUS University memandang PINK MUN 2026 sebagai bagian dari pembelajaran yang dapat berlangsung di luar ruang kelas.

“BINUS University menyambut baik penyelenggaraan PINK MUN 2026 sebagai sebuah inisiatif yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar bertukar perspektif, membangun jejaring, dan mendorong peserta untuk berpikir kritis serta mengambil keputusan. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen BINUS University untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di tingkat global,” ujar Dr. Nelly, S.Kom., M.M., Rektor BINUS University.

Selain kompetisi, PINK MUN 2026 menghadirkan panel diskusi bertajuk “Tantangan dan Peluang Generasi Muda Indonesia di Tengah Era AI: Pentingnya Pendidikan dan Dunia Kerja yang Inklusif.” Diskusi tersebut menghadirkan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. H. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol dan Kepala Program UN Women Indonesia Dwi Yuliawati. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan perspektif mengenai berbagai isu yang berkembang di tingkat nasional maupun global.

Kegiatan PINK MUN 2026 juga didukung oleh BINUS MUN Community (BMC), komunitas yang menjadi ruang bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengenal serta mengembangkan kemampuan dalam Model United Nations.

“Melalui PINK MUN, kami ingin memberikan pengalaman pertama yang bermakna bagi siswa SMA untuk memahami bagaimana simulasi diplomasi dan persidangan internasional berlangsung. Di saat yang sama, kami juga berkesempatan mengenal peserta-peserta yang memiliki ketertarikan dan potensi untuk terus mengembangkan kemampuan mereka di dunia MUN,” tutur Dr. Roseno Aji Affandi, SE., MM., Pembina BMC.

Keterlibatan BMC dalam PINK MUN 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem pengembangan talenta MUN yang telah dibangun selama empat tahun. Selain menjadi wadah bagi mahasiswa BINUS yang memiliki minat dan pengalaman dalam berbagai kompetisi MUN, termasuk di tingkat internasional, BMC turut membuka kesempatan bagi siswa SMA untuk mengenal dunia diplomasi dan mengembangkan kemampuan komunikasi global sejak dini.

Penyelenggaraan PINK MUN 2026 di BINUS University juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengenal lingkungan pembelajaran dan kompetisi yang tersedia di BINUS, termasuk bagi siswa yang memiliki ketertarikan untuk melanjutkan studi di bidang International Relations.

Dukungan terhadap pengembangan talenta muda juga diberikan melalui pemberian beasiswa kepada 16 pemenang PINK MUN 2026. Beasiswa tersebut menjadi bentuk apresiasi atas prestasi peserta sekaligus memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi mereka di BINUS University.

Sebagai tuan rumah, BINUS University menghadirkan ruang yang mempertemukan pembelajaran, kompetisi, jejaring, dan pengembangan kompetensi global. Melalui PINK MUN 2026, siswa SMA tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga kesempatan untuk memperluas wawasan, membangun koneksi, serta mempersiapkan diri menghadapi lingkungan global yang semakin dinamis.

Inisiatif ini sejalan dengan semangat “Fostering and Empowering BINUS for the Society” dalam memberikan dampak positif melalui pendidikan dan pengembangan generasi muda. Pengalaman yang diperoleh selama PINK MUN diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk melanjutkan perjalanan pendidikan maupun mempersiapkan karier mereka di masa depan.