Respons Positif Galeri Warnai Penyelenggaraan Perdana Art Jakarta Papers 2026

Penyelenggaraan perdana Art Jakarta Papers 2026 mendapat sambutan hangat dari para galeri peserta. Format pameran yang secara khusus menyoroti medium kertas dinilai berhasil membuka ruang dialog baru antara seniman, galeri, dan publik, sekaligus memperluas jangkauan audiens seni rupa di Indonesia.

Bagi Nadi Gallery, partisipasi pertama mereka di Art Jakarta Papers membuahkan hasil yang menggembirakan. Direktur Galeri Nadi, Dhira Dwinanda, menyebut bahwa antusiasme pengunjung terlihat jelas sepanjang gelaran art fair berlangsung. Tidak hanya dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari keterbukaan audiens dalam membangun percakapan seputar karya.

“Karakter kertas yang terasa lebih ringan dan dekat membuat masyarakat yang baru mengenal dunia seni tidak ragu untuk memulai dialog dengan kami. Kami juga bertemu dengan kolektor-kolektor baru, yang menjadi pengalaman berharga bagi Nadi,” ujar Dhira.

Respons positif serupa juga dirasakan oleh ara contemporary. Direktur ara contemporary, Megan Arlin, menilai edisi perdana Art Jakarta Papers sebagai bukti keseriusan penyelenggara dalam mengembangkan ekosistem seni rupa Indonesia, khususnya melalui pendekatan medium yang terfokus.

Menurut Megan, diskusi yang terbangun serta sambutan terhadap karya-karya yang dipamerkan, mulai dari karya seniman muda hingga karya berskala besar berbasis kertas, menjadi indikator kuat atas perencanaan dan komitmen yang matang dalam penyelenggaraan pameran ini.

Sementara itu, Art Jakarta Papers 2026 juga dipandang sebagai ruang eksplorasi gagasan oleh YIRI ARTS. Direktur YIRI ARTS, Orton Huang, menyoroti bagaimana medium kertas dalam pameran ini tampil tidak sekadar sebagai material, tetapi sebagai medan eksperimen artistik dan konseptual.

“Rasa ingin tahu pengunjung dan keterbukaan mereka untuk meluangkan waktu berinteraksi dengan karya menjadi hal yang sangat kami apresiasi. Karya-karya berbasis kertas memang membutuhkan kedekatan, waktu, dan percakapan, dan platform ini memberi ruang ideal untuk itu,” ungkap Orton.

Ia menambahkan bahwa fokus Art Jakarta Papers memberikan kesempatan bagi galeri untuk memperkenalkan praktik seniman mereka kepada audiens yang benar-benar ingin terlibat, bertanya, serta merefleksikan makna karya secara lebih mendalam.

Berbagai respons dari galeri peserta ini menegaskan posisi Art Jakarta Papers 2026 sebagai platform baru yang relevan dalam lanskap seni rupa kontemporer Indonesia. Dengan pendekatan yang terkurasi dan fokus pada medium kertas, pameran ini tidak hanya memperkaya pengalaman publik, tetapi juga memperkuat ekosistem seni melalui dialog, eksperimen, dan keterlibatan yang lebih intim antara karya dan penikmatnya.