Europe on Screen 2026 Kembali Hadir, Tampilkan 55 Film Eropa Gratis di Delapan Kota Indonesia

Festival film Eropa terbesar dan terlama di Indonesia, Europe on Screen (EoS), kembali hadir pada 4–14 Juni 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-26, festival ini akan menghadirkan 55 film pilihan dari 28 negara Eropa yang dapat dinikmati secara gratis oleh publik di delapan kota, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, Medan, Sidoarjo, dan Semarang.

Selama lebih dari dua dekade, Europe on Screen tidak hanya menjadi ajang pemutaran film, tetapi juga ruang pertukaran budaya yang mempertemukan perspektif Eropa dan Indonesia melalui medium sinema. Tahun ini, festival menghadirkan berbagai tema, sudut pandang, dan gaya penceritaan yang beragam, termasuk karya dari 31 sutradara perempuan serta 9 sineas debutan yang menunjukkan komitmen EoS terhadap inklusivitas dan keberagaman dalam industri perfilman.

Festival akan dibuka dengan pemutaran The Baronesses (Les Baronnes), film drama komedi produksi Belgia, Prancis, dan Luksemburg yang disutradarai oleh Nabil Ben Yadir dan Mokhtaria Badaoui. Film ini mengisahkan sekelompok perempuan lansia di Brussels yang berusaha mewujudkan kembali mimpi mereka melalui sebuah pertunjukan teater. Sementara itu, film penutup festival adalah Atlas of the Universe (Atlasul Universului) karya sutradara Paul Negoescu dari Rumania. Film coming-of-age ini mengikuti perjalanan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang berusaha menemukan sepatu kirinya yang hilang, sebuah petualangan sederhana yang berkembang menjadi perjalanan penuh makna.

Selain menghadirkan film-film pilihan dari berbagai negara Eropa, Europe on Screen 2026 juga kembali menjalankan program Short Film Pitching Project (SFPP), sebuah inisiatif yang mendukung pengembangan film pendek bagi sineas muda Indonesia. Tahun ini, SFPP menerima 202 proposal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Program yang telah berjalan selama sembilan tahun ini telah melahirkan puluhan film pendek yang berhasil menembus berbagai festival film nasional maupun internasional.

Sepuluh proposal terbaik berhasil lolos sebagai finalis SFPP 2026, menghadirkan beragam tema mulai dari identitas, kesehatan mental, isu minoritas, hingga pengalaman personal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Keberagaman tema tersebut menunjukkan semakin berkembangnya keberanian sineas muda Indonesia dalam mengangkat cerita-cerita yang relevan dengan realitas sosial saat ini.

Tahun ini, Europe on Screen juga menghadirkan dua tamu internasional yang akan berinteraksi langsung dengan penonton dan komunitas film Indonesia. Mereka adalah Damian McCann, sutradara film Aontas asal Irlandia, serta Zar Donato, pemeran utama film Maricel dari Siprus. Kehadiran keduanya membuka kesempatan bagi para pencinta film untuk berdiskusi mengenai proses kreatif, produksi film, hingga perkembangan industri perfilman Eropa saat ini.

Untuk menjangkau lebih banyak penonton, EoS 2026 turut menambah sejumlah lokasi pemutaran baru, termasuk Alliance Française Semarang, Gedung Oudetrap Semarang, Bali Film School, Galeri Nasional, Komunitas Salihara, dan UNIKA Atma Jaya Jakarta. Dengan total 25 lokasi pemutaran di delapan kota, festival ini semakin memperluas akses masyarakat terhadap film-film berkualitas dari berbagai negara Eropa.

Seluruh rangkaian pemutaran film Europe on Screen 2026 terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Melalui program yang beragam, dukungan terhadap sineas muda, serta hadirnya karya-karya sinema yang inklusif dan relevan, Europe on Screen kembali menegaskan perannya sebagai salah satu festival film internasional yang menjadi jembatan budaya antara Indonesia dan Eropa.

Informasi lengkap mengenai jadwal pemutaran, lokasi, sinopsis film, dan berbagai kegiatan festival dapat diakses melalui situs resmi Europe on Screen dan kanal media sosial resminya.