Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 Kembali Digelar, Rayakan Dua Dekade Lebih Apresiasi Sastra Indonesia
Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) kembali diselenggarakan pada 2026 sebagai ajang penghargaan tahunan yang memberikan apresiasi kepada karya-karya sastra Indonesia terbaik. Memasuki penyelenggaraan ke-22, KSK terus menegaskan posisinya sebagai bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan kesusastraan Indonesia.
Pengumuman panggilan terbuka untuk Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 sebelumnya telah dilakukan melalui acara Kusala Kampus: Akademi Sastra Khatulistiwa yang berlangsung di Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, pada 23 Agustus 2025. Informasi tersebut juga telah disebarluaskan melalui media sosial dan laman resmi Kusala Sastra Khatulistiwa.
Kusala Sastra Khatulistiwa pertama kali digelar pada 2001 oleh Richard Oh bersama sejumlah sastrawan dengan nama Khatulistiwa Literary Award. Penghargaan ini lahir sebagai ruang apresiasi bagi karya-karya sastra yang dianggap merepresentasikan zamannya. Sejak 2014, penghargaan tersebut resmi menggunakan nama Kusala Sastra Khatulistiwa, sebagai upaya memperkuat identitas sekaligus konsistensi penggunaan bahasa Indonesia. Selama lebih dari dua dekade, KSK telah mengapresiasi berbagai karya yang memperkaya tradisi prosa dan puisi Indonesia.
Pasca wafatnya Richard Oh pada 2022, keberlanjutan penghargaan ini diteruskan melalui pendirian Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia (YRKI) pada 2024 oleh keluarga dan sahabat dekat almarhum. Yayasan ini mengemban amanat untuk melanjutkan semangat, gagasan, serta kecintaan Richard Oh terhadap sastra Indonesia, sekaligus bertindak sebagai penyelenggara Kusala Sastra Khatulistiwa. YRKI dipimpin oleh Pratiwi Juliani dan didampingi oleh tiga kurator, yakni Eka Kurniawan, Hasan Aspahani, dan Nezar Patria, yang berperan dalam merancang arah program serta menetapkan dewan juri.
Dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana LPDP dan sejumlah mitra, Kusala Sastra Khatulistiwa kembali diselenggarakan pada 2025 setelah sempat terhenti. Pada edisi tersebut, penghargaan diberikan dalam tiga kategori, yaitu kumpulan cerpen, novel, dan kumpulan puisi. Para pemenang KSK 2025 adalah Akhir Sang Gajah di Bukit Kupu-kupu karya Sasti Gotama (kumpulan cerpen), Duri dan Kutuk karya Cicilia Oday (novel), serta Hantu Padang karya Esha Tegar Putra (kumpulan puisi). Penyelenggaraan ini menandai kembalinya KSK sekaligus membuka fase baru keberlanjutan penghargaan.
Memasuki 2026, YRKI kembali menggelar Kusala Sastra Khatulistiwa sebagai bentuk komitmen menghadirkan penghargaan sastra yang berkesinambungan. Penyelenggaraan tahun ini diarahkan untuk menjaga konsistensi antara tujuan penghargaan dan praktik pembacaan karya sastra yang menyertainya.
Direktur Program Kusala Sastra Khatulistiwa, Gema Mawardi, menyampaikan bahwa KSK dimaknai sebagai penghargaan bagi karya sastra terbaik sepanjang satu tahun penerbitan. Karya-karya tersebut dinilai berdasarkan pengerahan kerja kreatif sastrawan, pengembangan potensi estetika bahasa Indonesia, serta kemampuannya membuka ruang pertemuan antara imajinasi dan realitas kehidupan masyarakat.
“Kusala Sastra Khatulistiwa diharapkan dapat memberikan gambaran yang jernih mengenai perkembangan sastra Indonesia dalam satu tahun penerbitan, sekaligus menjadi ruang apresiasi yang relevan bagi penulis, penerbit, dan pembaca,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Kusala Sastra Khatulistiwa melibatkan komunitas pembaca dan pembahas sastra untuk memberikan rekomendasi awal terhadap karya-karya yang dianggap penting. Pengumpulan karya dilakukan melalui pengiriman buku oleh penulis dan penerbit, serta penambahan rekomendasi dari dewan juri. Hingga saat ini, panitia telah menerima lebih dari 100 judul buku.
Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 menilai karya dalam tiga kategori, yaitu kumpulan cerpen, novel, dan kumpulan puisi, yang diterbitkan oleh penulis tunggal untuk pertama kalinya sepanjang tahun 2025. Informasi lengkap mengenai syarat dan ketentuan dapat diakses melalui laman resmi kusala.id.