Riset Terbaru Sebut Jarak Aman Physical Distancing Virus Corona adalah 8,2 Meter

 

Physical Distancing atau Jaga Jarak
Sumber image: halodoc.com

 

Organisasi Kesehatan Dunia atau  WHO menyarankan agar orang saling menjaga jarak 3 kaki atau 1 meter agar tidak tertular COVID-19.

Namun menurut penelitian terbaru yang diterbitkan JAMA Network akhir Maret lalu, ternyata saran WHO itu bisa jadi tidak tepat.  Berdasarkan penelitian Lydia Bourouiba PhD, jarak aman yang direkomendasikan untuk physical distancing adalah 27 kaki atau sekitar 8,2 meter.  Bukan 1 atau 2 meter.

Menurut Lydia Bourouiba PhD, jarak aman 1–2 meter yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat tidak lagi efektif.  Alasannya,  jarak tersebut didasarkan pada riset William F. Wells tentang penularan tuberkulosis di era 1930-an. Penularan dikaji berdasar ukuran droplet, yang saat itu dibagi menjadi ukuran besar dan kecil. ’’Jika mengikuti standar modern, klasifikasi itu terlalu sederhana,” tegas associate professor di Massachusetts Institute of Technology, AS, tersebut.

Bourouiba menjelaskan, ketika batuk atau bersin, ada gas turbulen yang menyerupai awan yang terhembus di udara. Meski berupa gas, terdapat partikel droplet yang membawa kuman patogen (penyebab penyakit). ’’Kondisi ’awan’ yang lembap dan hangat ini membuat droplet punya sebaran luas,” papar ahli bidang dinamika fluida dan epidemi itu.

Dari penelitian tersebut, ’’awan” bersin dinilai memiliki potensi sebaran yang kuat. Dalam kondisi maksimal, kecepatannya mencapai 10– 30 meter per detik. Daya sebarnya pun tercatat 23–27 kaki (7–8 meter).

Menurut Bourouiba, karakteristik itu dapat menjelaskan kondisi persebaran virus di Tiongkok. ’’Dari laporan di sana, partikel virus korona bahkan terdapat dalam sistem ventilasi ruang perawatan pasien Covid- 19,” ungkapnya.

Meski demikian, belum ada riset yang menerangkan secara pasti berapa lama droplet bisa bertahan di udara maupun permukaan benda. Bourouiba menuturkan, penggunaan masker dan alat pelindung diri (APD) yang memadai, plus menjaga kebersihan diri, efektif mencegah persebaran kuman lewat droplet.

Meski begitu, belum ada riset terkait ketahanan masker bedah dan N95 terhadap persebaran virus lewat ’’awan” tersebut. Karena itu, proteksi sebaiknya ditingkatkan. Terutama bagi tenaga medis yang berinteraksi langsung dengan pasien terindikasi infeksi karena virus korona.

Editor:Mus2020